
Pandu terus menangis tak tega melihat keadaan Kia yang pucat pasi dengan darah yang terus keluar dari balik baju nya.
Ya allah tolong selamat kan istriku, aku gak bisa hidup tanpa dia ya allah, baru aku rasa kan kebahagian bersama nya, selamat kan lha istriku ya allah. Doa Pandu di depan pintu ruang operasi dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya.
Semua keluarga Atmaja menunggu di luar ruangan Opersai dengan keadaan cemas dan takut akan kehilangan Kia, pasal nya mereka semua melihat kondisi Kia saat belum memasuki ruangan operasi begitu memprihatin kan.
Pandu masih saja tak bergerak dari tempat duduk nya tepat di depan pintu ruangan operasi, bahkan dia tidak memperdulikan keadaan nya sekarang yang di lihat orang orang seperti seorang gembel yang duduk di lantai rumah sakit.
"Al tolong kamu suruh orang IT untuk meretas semua cctv yang ada di sekitar rumah kita, dan satu lagi, hilang kan semua berita di televisi, media dan surat kabar tentang tertembak nya Kia, Om gak mau ini jadi pembicaraan orang orang di luar" ucap Papa Ridwan tiba tiba kepada Aldi.
"Sudah Om, semua sudah lakukan tadi setelah kita sampai di rumah sakit" jawab Aldi.
Papa Ridwan yang mendengar pun langsung mengangguk kan kepala nya.
Sementara di ruang operasi para Dokter masih terus berusaha untuk mengeluar kan peluru yang ada di tubuh Kia.
"Dok pasien terlalu banyak kehilangan darah, kita harus cari transfusi darah untuk pasien Dok" ucap salah satu Dokter yang ikut mrnangani operasi Kia.
"Segera ambil darah di tempat persedian Sus" ucap Anita menyuruh suster yang membantu menangani operasi Kia.
Saat suster ingin keluar dari ruangan operasi, tiba tiba suara Bayu menghenti kan langkah kaki suster tersebut.
"Stock golongan darah B di rumah sakit kosong Dok" ucap Bayu memberi tahu.
Anita dan Ricki yang mendengar bahwa stock golongan darah untuk Kia kosong langsung panik, bahkan Anita mata langsung berkaca kaca.
"Tenang lha kak, pasti ada jalan untuk Kia" ucap Ricki menguat kan Anita.
Anita langsung mengangguk kan kepala nya dan melanjut kan pekerjaan nya membantu tim Dokter lain untuk mengeluar kan peluru yang masih di dalam tubuh Kia.
Sementara suster segera keluar dari ruangan operasi untuk menemui keluarga Atmaja memberi tahu untuk agar mencari golongan datah untuk Kia secepat nya.
Saat mendengar pintu terbuka Pandu langsung bangkit dari duduk nya.
"Sus gimana keadaan istri saya, Dia tidak apa apa kan?"ucap Pandu yang ingin tahu keadaan Kia.
__ADS_1
"Sabar ya pak, Tim Dokter sedang berusaha di dalam, tapi kita sedang butuh golongan darah untuk nona Kia secepat nya pak, sementara stock persediaan di rumah sakit ini kosong untuk jenis golongan darah nona Kia" ucap suster member tahu pada keluarga Atmaja.
"Ambil darah saya Sus, aku gak mau istri saya kenapa napa, cepat sus" ucap Pandu yang semakin khawatir dengan keadaan Kia.
"Apa jenis golongan darah menantu saya sus? kalau sama dengan saya, ambil darah saya sus?" ucap Mama Dewi sambil menangis.
"Golongan yang kita cari berjenis B pak buk, ada yang sama dengan nona Kia?" tanya Suster memberi tahu lagi.
Pandu dan Mama Dewi langsung lemas karena darah mereka tidak sama, papa Ridwan pun langsung menghubungi anak buah nya untuk mencari golongan darah berjenis B, tapi belum sempat Papa Ridwan berbicara, Aldi langsung memotong nya.
"Ambil darah saya Sus, darah saya sama dengan Nona Kia" ucap Aldi tiba tiba, suster pun langsung mengajak Aldi untuk segera di ambil darah nya.
Pandu langsung melihat Aldi, dan berjalan ke arah Aldi.
"Tolong Al, aku butuh darah kamu untuk Kia, selamat kan Kia Al" ucap Pandu memohon
" Tenang lha Ndu, tanpa kamu suruh aku akan melakukan nya, Kia sudah aku anggap seperti adik ku sendiri" ucap Aldi menenang kan Pandu.
Aldi pun langsung mengikuti suster untuk segera di ambil darah nya, agar Kia segera mendapat transfusi secepat nya.
Ya allah, tolong selemat kan Kia istri ku. Doa Pandu memohon agar tidak terjadi apa apa dengan Kia.
Aldi sudah selesai di ambil darah nya, suster langsung masuk kembali ke ruangan operasi agar Kia langsung menerima transfusi darah kedalam tubuh nya.
Bayu dan Anita langsung menerima darah yang di berikan suster, tim dokter langsung mengerjakan nya dengan cepat agar Kia segera menerima transfusi darah.
Bima pergi ke ruangan dimana Aldi mengambil darah.
"Al kamu masih kuat kan?" tanya Bima, karena darah yang di ambil tadi tidak lha sedikit.
Aldi yang tiduran di brangkar rumah sakit dan memejam kan mata nya hanya mengangguk kan kepala nya mendengar pertanyaan Bima.
Tiba tiba datang seorang suster memberikan segelas susu dan 3 buah telur untuk Aldi.
"Maaf pak, silahkan makan dan minum telur dan susu ini agar bapak segera pulih, karena darah yang kita ambil tadi sangat banyak Pak" ucap suster itu pada Aldi.
__ADS_1
Lagi lagi Aldi hanya mengangguk kan kepala nya, karena masih sedikit pusing sehabis di ambil darah nya.
Bima langsung mengambil susu tersebut, dan mengambil sedotan yang masih terbungkus plastik di atas nakas yang sudah di sediakan suster.
"Al ayo buka mulut mu, kamu harus segera pulih, ini abang pegangin susu nya, kamu minum aja sambil tidur dan merem" ucap Bima mengarah kan sedotan ke bibir Aldi.
Aldi pun langsung menerima ujunh sedotan nya dan meminum susu nya sampai habis, selang lima menit setelah minum susu, Aldi sudah tidak merasa kan pusing lagi.
aldi pun langsung beranjak dari brangkar rumah sakit.
"Kamu mau kemana Al, rebahan aja dulu" ucap Bima.
"Al sudah pulih kak, kita harus segera menemani Pandu, Kondisi Dia lebih parah dari aku bang" ucap Aldi dan langsung di anggukin Bima.
Mereka pun langsung bergegas menuju ruangan operasi kembali.
"Tan gimana kondisi Kia, sudah ada kabar?" tanya Aldi pada tante Dewi.
" Belum Al, setelah suster masuk membawa darah kamu, belum ada kabar dari dalam" ucap mama Dewi.
Pandu masih terduduk di lantai dengan kepala di letak kan di atas dungkul nya.
" Ndu sebaik nya kita sholat Isya dulu, kita berdoa dan minta sama allah agar operasi Kia berjalan dengan lancar dan Kia tidak kenapa napa" Ajak Aldi pada Pandu.
Pandu pun langsung mengangkat kepela nya dan mengangguk kan kepala nya menerima ajakan Aldi untuk menunai kan sholat isya di mushola yang telah di sedia kan di rumah sakit.
Bersambung....
Di episode ini sedikit cerita bawang bawang dulu ya dan ikuti kelanjutan cerita terus.
Jangan lupa slalu dukung Author dengan Like, komen dan Vote ya.
Dukungan kalian sangat membantu Author agar semakin semangat nulis nya.
Terimah kasih banyak 🙏🙏😊😊
__ADS_1