
" Maaf kan tante ya Nak, yang sudah membuat kamu tertekan karena lamaran tante untuk Raja, kamu gak terlalu memikir kan, dan lupakan saja apa yang tadi tante bilang sama kamu nak, tante paham, cinta tidak bisa di paksa kan" ucap Kia dan membuat Cahaya terkejut dan langsung menatap Kia yang sudah bersiap untuk pergi meninggal kan Cahaya.
" Kalau begitu kamu jaga kesehatan ya nak, jangan putus hubungan dengan Raja atau pun keluarga Tante, tante tetap akan menganggap kamu sahabat Raja walau pun nanti nya kamu sudah menikah dengan pasangan kamu" ucap Kia berusaha tersenyum walau pun di hati nya sudah begitu sedih karena lamaran anak nya di tolak Cahaya.
Kia sudah berdiri, namun dengan cepat Cahay menarik tangan Kia dan Cahaya langsung menggeleng kan kepala nya dengan kuat dan dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipi nya pula.
Kia yang melihat Cahaya menahan tangan nya kembali duduk di hadapan Cahaya.
" Ada apa sayang?" tanya Kia.
" Ca..Ca..Cahaya mau bertanya tan, apa benar ucapan tante tadi kalau tante ke sini memang mau menkhitbah Cahaya untuk menjadi calon tunangan Raja" tanya Cahaya dengan terbata bata karena dada nya yang sesak menahan tangis, entah itu karena belum sepenuh nya percaya atau karena tangis bahagia.
Kia mengangguk kan kepala nya sambil menatap Cahaya, dan Cahaya yang melihat Kia mengangguk kan kepala nya kembali menangis tersedu sedu, kali ini ia menangis bahagia, menangis karena cinta nya pada Raja tidak bertepuk sebelah tangan, walau pun masih ada rasa kalau diri nya tidak pantas bersanding dengan keluarga terhormat seperti keluarga Atmaja.
" Cahaya juga mencintai Raja tante, Cahaya salah paham sama Raja dan tante, maaf kan Cahaya Tante" ucap Cahaya sambil menagis dan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
Kia yang mendengar kalau Cahaya juga mencintai Raja putra nya begitu senang, tanpa terasa air mata nya juga sudah mengalir di pipi mulus nya.
" Alhamdulilah, jadi kamu juga mecintai anak tante sayang, ya Allah tante begitu senang mendengar nya" ucap Kia yang saat ini sudah memeluk Cahaya.
" Kamu tahu sayang,kamu adalah wanita yang sudah mengambil hati nya Raja, kamu wanita yang sudah membuat bisa merasa kan indah nya jatuh cinta, Raja begitu mencintai kamu sayang, sampai sampai di menungg kamu dan berusaha mencari kamu selama empat tahun lama nya, tante senang sekali sayang kamu juga memiliki perasaan yang sama pada Raja" ucap Kia mencium kening Cahaya dengan lembut.
Cahaya belum mengeluar kan suara nya karena Cahaya saat ini masih menangis segugukan mendengar ucapan Kia dan merasa begitu tenang saat di peluk oleh mama Kia.
" Maaf kan tante ya sayang yang menyuruh kamu untuk bertunangan dengan Raja secepat ini" ucap Kia kemudian melepas kan pelukan nya dan menatap wajah Cahaya yang sudah memerah karena menagis.
" Tante memang tidak pernah setuju anak anak tante untuk berpacaran, maka nya kita semua, terutama keluarga Tante mau meminang mu terlebih dahulu, setelah kalian lulus kuliah, kalian akan segera menikah" ucap Kia dengan begitu bahagia.
__ADS_1
" Cahaya masih tidak percaya tan, kalau cahaya adalah wanita yang di pilih Raja dari begitu banyak wanita yang menganggumi Raja dan mengejar ngejar cinta Raja" ucap Cahaya yang membuat Kia tersenyum menatap Cahaya.
" Tapi Cahaya juga merasa tidak pantas untuk tan, Cahaya hanya wanita biasa, tidak sekaya wanita yang selama ini mengejar ngejar Raja, Cahaya hanya punya tokokue itu pun peninggalan kedua orang tua Cahaya" ucap Cahaya dengan menunduk kan kepala nya.
" Heii...cinta tidak mengenal harta sayang, cinta tumbuh karena rasa itu sudah bersemayam di hati kamu dan Raja" ucap Kia memberi tahu pada Cahaya.
" Kamu tau sayang, tante juga bukan wanita kaya yang di nikahi oleh papa nya Raja, tante hanya wanita miskin anak dari seorang PNS, dan tante kuliah kedokteran dan bersyukur bia bekerja di rumah sakit Atmaja Hospital, dan tante juga wanita yang beruntung yang di pilih menjadi bagian keluarga Atmaja, sama seperti kamu sayang" ucap Kia memberi tahu pada Cahaya.
Cahaya hanya bisa tersenyum menatap wajah cantik mama Kia, " nantik keluarga tante akan berkunjung ke rumah kamu ya sayang, kita semua mau melamar kamu dan meminta mu untuk menjadi calon istri Raja" ucap Kia yang langsung membuat Cahaya kembali murung dan menunduk kan kepala nya.
" Ada apa nak?" tanya Kia yang melihat raut wajah sedih kembali dari wajah Cahaya.
" Cahaya gak punya siapa siapa tan, Cahaya sebatang kara, satu satu nya keluarga Cahaya adlaah Arti, gadis yatim piatu juga sama seperti Cahaya yang sudah Cahaya anggap seperti keluarga Cahaya" ucap Cahaya kembali menets kan air mata nya.
Kia yang mendengar ucapan Cahaya begitu terkejut, Kia menatap wajah Cahaya lekat lekat.
" Cahaya mulai sekarang kami semua adalah keluarga kamu, jangan sedih, terus lah tersenyum, dan mulai sekarang panggil tante dengan mama, karena mulai dari sekarang dan setelah kalian menikah nanti, kamu adlah anak menantu mama" ucap Kia yang langsung mendapat pelukan dari Cahaya.
" Makasih Ma...maksih sudah mau menerima gadis yatim piatu seperti Aya" ucap Cahaya di dalam pelukan Kia.
Setelah bercerita panjang kali lebar, dan walau pun Cahaya sempat terkejut dan sedih karena setelah tunanagan nanti Raja akan di kirim ke luar negeri sampai Raja dan Cahaya selesai kuliah.
Tapi Cahaya sudah senang karena cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan, dan keluarga Raja menerima nya dengan tangan terbuka dan tentu nya begit di sayang oleh keluarga baru nya.
" Sayang mama pulang dulu ya, kamu jangan banyak fikiran, nantik sore kamu di jemput sama supir keluarga mama untuk makan malam di rumah keluarga mama" ucap Kia dan di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.
" dan lagi lagi Cahaya hanya mengangguk kan kepala nya ambil tersenyum manis.
__ADS_1
" Mama hati hati di jalan ya, ayo Cahaya antar sampai depan bawah Ma" ucap Cahaya yang langsung di angguki Kia dengan senyuman manis nya.
Cahaya dan Kia menuruni tangga dengan saling berpegangan dan tertawa karena cerita cerita kecil, dan semua itu tak luput dari pandangan Arti yang melihat nya dari lantai bawah.
" Alhamdulilah, ahkir nya kamu bisa tersenyum lagi Ya, walau pun aku gak tahu apa yang membuat mu tersenyum, tapi sebenatar lagi aku pasti akan tahu kenapa kamus sudah kembali tersenyum" gumam Arti dengan senang.
Saat sudah di lantai bawah, Kia melihat Arti yang berdiri sambil menatap ke arah mereka.
" Nak Arti nanti juga ikut ya ke rumah tante bareng sama Cahaya, kita makan bersama di rumah keluarga tante" ucap Kia pada Arti.
Arti hanya bisa terdiam dan menatap Cahaya yang mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum.
" Kamu gadis yang cantik sayang" ucap Kia mengelus lembut bahu Arti. Arti sendiri hanya bisa tersenyum tanpa bersuara.
" Yasudah mama pulang dulu ya sayang, sudah hampir, jangan lupa nnati malam ya" ucap Kia lalu memeluk Cahaya.
" Iya Ma..hati hati di jalan ya Ma
Cahaya pun membalsa pelukan Kia dan tak lupa menyalami punggung tangan Kia dengan sopan.
Arti yang mendengar Cahaya memanggil mama kembali terbengong sampai sampai Cahaya menyenggol bahu Arti agar Arti meyalami mama Raja karena mama Raja sudah hendak pulang.
Berambung.
__ADS_1