
Sementara orang yang ada di hadapannya saat ini hanya bisa memandang nya tanda tanya, ada apa sebenarnya dirinya tiba tiba menemuinya.
" Ada apa kau menemui ku? tidak biasanya? tanya orang tersebut.
" Ada yang mau aku sampaikan sama kamu? " ucap Andra menatap orang yang ada di hadapannya.
" Tentang? " tanya orang tersebut langsung.
" Tiara" ucap Andra langsung yang membuat orang tersebut langsung melotot kan mata nya.
Deg.
Wisnu menatap Andra dengan tajam karena mendengar Andra menyebut nama adik kesayangannya.
"Ada keperluan apa kau dengan Tiara sampai kau berani menemui aku di sini?" tanya Wisnu merasa penasaran.
" Aku ingin menikahinya" jawab Andra ti the point yang lagi-lagi membuat Wisnu terkejut.
" Aku mencintai adikmu Tiara, dan aku ingin menikahinya" lanjut Andra dengan wajah yang meyakinkan agar Wisnu mempercayai dirinya.
" Apa saat in kau sedang mempermainkan adikk ku dan aku, karena saat ini aku sedang berada di balik jeruji besi dan kau akan menyakiti adikku" ucap Wisnu sambil menarik kerah baju Andra karena merasa geram dengan perkataan.
__ADS_1
" Aku serius dengan perkataan ku, aku mencintai Tiara adik mu dan tidak bermaksud untuk menyakiti Tiara atau pun mempermainkan mu" sahut Andra yang membuat Wisnu langsung melepaskan tangannya dari kerah baju Andra.
Wisnu menatap mata Wisnu untuk melihat kejujuran dimatanya, dan benar saja, tidak ada kebohongan di sana, Wisnu memalingkan wajahnya tidak berani menatap wajah Andra.
" Kenapa kau memilih Tiara? bukan kah kau tahu, kalau aku sudah begitu jahat pada Raja dan Cahaya?" tanya Wisnu kembali menatap Andra.
" Tidak ada hubungannya kau dengan Tiara, yang aku nikahi Tiara bukan kau, dan hubungan kau jahat dengan Raja dan Cahaya tidak ada sangkut pautnya sama kejahatan mu, karena Tiara tidak seperti dirimu" ucap Andra dengan meyakinkan ucapan nya.
" Aku kesini hanya untuk meminta restu padamu, karena kau adalah satu-satnya keluarga dari Tiara dan satu-satunya wali nikah untuk Tiara" sambung Andra kembali.
Wisnu menundukkan kepalanya sedikit berfikir, sebenarnya dirinya senang karena Tiara saat ini ada yang mencintai, walau pun dirinya tidak tahu apakah Tiara juga mencintai Andra atau tidak, tapi masih ada yang mengganjal hatinya saat ini yaitu bagaimana dengan keluarga besar Atmaja.
" Bagaimana dengan keluarga mu? apa mereka au menerima adik ku dengan tangan terbuka" tanya Wisnu ahkirnya.
"Baiklah, akan aku fikir kan semua ucapan mu tadi, kasih aku waktu untuk menjawab nya apakah aku menerima lamaran adikku ata tidak" ucap Wisnu yang langsung pergi meninggal kan Andra begitu saja.
Sebenarnya saat ini hati Wisnu begitu sedih, karena kesalahannya, kini Tiara terkena imbasnya, dan sekarang malah terang terangan Andra ingin menikahi adiknya yang mana Andra adalah salah satu keluarga Atmaja, sepupu Raja orang yang sudah berkali di celakai oleh dirinya.
Andra hanya bisa mendesah dengan pelan saat Wisnu pergi meninggal kan dirinya begitu saja, ada rasa khawatir di hati Andra saat melihat Wisnu pergi begitu saja, Andra takut Wisnu menolak lamaran dirinya.
******
__ADS_1
Saat ini Cahaya dan Arti sedang melihat karyawannya memasukkan pesanan kue yang di pesan oleh Yusuf, wajah Arti sedikit di tekuk karena Cahaya menyuruh Arti lah yang harus mengantar kue itu ke perusahaan Yusuf.
" Ya kenapa harus aku sih, kan ada yang lain, kamu kan tahu aku sama dia pasti akan ribut nanti" ucap Arti menolak untuk mengantar kue-kue pesanan Yusuf.
" Yang lain sedang sibuk Ar, lagian yang nyuruh kamu ribut sama dia siapa? gak ada kan? yasudah sana gih buruan, takutnya acara kantor Yusuf keburu di mulai" ucap Cahaya.
" Ya" mohon Arti sekali lagi agar Cahaya berubah pikiran.
" Buruan Ar, atau kamu mau aku rumahkan beberapa hari" ucap Cahaya yang membuat Arti langsung melangkah kakinya dengan kesal.
Cahaya hanya bisa tersenyum lucu melihat sahabat nya merajuk karena di suruh mengantar kue ke kantor Yusuf.
****
Saat ini Arti sudah berdiri di depan kantor Yusuf yang tak begitu besar, namun Arti lumayan terpaku dengan bangunan kantor Yusuf yang berbentuk moderen, memang tidak semewah kantor keluarga Atmaja, tapi ini sudah cukup cantik di pandang mata oleh dirinya.
" Lumayan juga kantornya" ucap Arti.
" Apanya yang lumayan?" tanya seseorang yang berhasil membuat Arti terkejut dan tanpa sengaja kakinya tidak menyentuh anak tangga dengan baik, ahkirnya Arti tidak bisa menjaga keseimbangannya dan oleng saat itu juga.
" Aaaaaakkh" teriak Arti.
__ADS_1
Bersambung.
Waduuuh Arti jatuh apa gak ya?