Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 155


__ADS_3

Kini Acara lamaran Andra dan Tiara sudah di lanjut, acara yang tadinya sempat tertunda membuat ketegangan, kini sudah kembali semula dan tentunya dengan senyuman yang begitu bahagia di bibir Andra dan juga Tiara.


Namun tidak dengan Arti, yang begitu sesak melihat kebahagian Andra dan Tiara, tapi Arti bisa apa, dia hanya bisa memendam rasa cinta dan menguburnya dalam dalam.


Cahaya dari kejauhan melihat Arti yang duduk termenung di meja sudut sendirian, Cahaya melangkahkan kakinya menuju ke arah Arti, sahabat yang sudah berasa saudara untuk Cahaya.


" Ar" panggil Cahaya.


Arti langsung tersadar dan tersenyum ke arah Cahaya, di usapnya air mata yang mengalir di sudut matanya.


" Heii, kenapa ke sini, nanti Raja cariin kamu" ucap Arti berusha untuk tetap tersenyum.


Cahaya tersenyum dan langsung duduk di samping Arti, di tatapnya wajah Arti yang tersenyum namun menyimpan kesedihan yang mendalam.


Cahaya langsung memeluk tubuh Arti dengan eratm air matanya langsung mengalir saat memeluk Arti.


" Maafkan aku Ar, aku tidak bisa mendukung mu untuk mendapat kan cintamu" ucap Cahaya kemudian langsung melepaskan pelukannya.


Arti tetap tersenyum menatap wajah Cahaya yang sudah berlinang air mata, " Heii, jangan nangis dong, jelek kan jadinya nona Raja" ucap Arti berusaha terkekeh padahal rasanya ingin sekali ia menangis bahkan menjerit sekuat kuatnya.


" Kan kamu sudah pernah bilang, kalau jodoh, maut dan rezeki sudah di atur olehnya, jadi kenapa kamu malah minta maaf pada ku Ya" sambung Arti lagi sambil memegang tangan Cahaya.


" Dengarkan aku, aku memang menyimpan perasaan untuk Andra, tapi aku sudah menguburnya dalam dalam, karena dia bukan tulang rusukku, dan aku tidak mau memaksan kan yang bukan tulang rusuk ku untuk menjadi pasangan ku, Andra adalah tulang rusuknya Tiara, jodoh buat Tiara yang sudah di pilihkan oleh Allah, jadi jangan sedih gitu dong, jelek tahu, hidungnya jadi merah" lanjut Arti yang membuat Cahaya langsung menganggukkan kepalanya.


" Aku yakin pasti nanti kamu akan mendapat kan pria yang begitu baik dan tentunya begitu sayang dan cinta sama kamu" ucap Cahaya yang di jawab anggukan kepala oleh Arti.


" Amiiin" jawab Arti.


Mereka lagi lagi saling berpelukan, dari kejuahan Andra melihat Arti dan Cahaya saling menguat kan, Andra langsung melangkah kan kakinya menuju dimana Arti dan Cahaya berada.


Dengan menggengam tangan Tiara, agar Tiara tidak salah paham pada Andra.


Arti dan cahaya melepaskan pelukannya saat melihat ada orang di sisi mereka, Andra tersenyum melihat ke arah Arti, di genggamnya tangan Arti, dan Arti mau tidak mau langsung berdiri dari tempat duduknya, begitu juga dengan Cahaya.


" Maaf, aku tahu pasti hatimu begitu terluka, tapi aku yakin kamu wanita yang kuat" ucap Andra menatap wajah Arti.


Arti hanya mampu menganggukan kepalanya membenarkan ucapan dari Andra, tapi walaupun begitu dia tetap  menangis.


"Mulai sekarang kita bersahabat kan? kamu sahabat ku yang begitu pengertian padaku" sambung Andra lagi dan lagi lagi di jawab anggukan kepala oleh Arti.


Raja menghapiri Cahaya dan memeluk tubuh Cahaya dari samping, Tiara yang melihat kehauraun yang terjadi di  hadapannya langsung maju selangkah dan menatap wajah Arti yang sudah berlinang air mata.


" Sahabat" ucap Tiara dengan mengangkat kedua tanganya pertanda Arti agar memeluknya dirinya.


Arti langsung tersenyum dan memeluk Tiara dengan erat, Tiara dan Arti saling berpelukan dan saling menumpahkan air matanya.


" Jangan sakiti Pria yang hobinya ngibul dan gak pernah serius itu, dia begitu mencintai kamu" ucap Arti di sela pelukannya.


Tiara menganggukan kepalanya, " Iya Ar,terima kasih sudah menjaga Andra selama ini, aku akan berdoa agar kamu juga menemukan pasanagan hidup yang baik untuk kamu" sahut Tiara.


Dan pastinya di amiin kan semua yang ada di sana, Dari kejauhan seorang lelaki menatap Arti begitu takjub.


" Wanita yang kuat" ucapnya dan tersenyum sendiri.


Mama Nita menghampiri Arti, Tiara langsung melepas kan pelukannya saat melihat calon mertuanya datang, mama Nita tersenyum hangat ke arah Arti, di sentuhnya wajah cantik Arti, kemudia dengan pelan mama Nita mencium kening Arti dengan lembut, dan itu membuat Arti kembali menumpahkan air matanya.


" Kamu memang tidak berjodoh dengan Andra Ar, tapi kamu akan tetap tante anggap seperti anak tante sendiri, jangan pernah berubah ya sama tante, dan tetap main ke rumah nanti" ucap mama Nita.

__ADS_1


Arti menganggukan kepalanya sambil tersenyum, " pasti Tan, Arti gak mungkin melupakan kabiakan tante dan semua keluarga Atmaja" jawab Arti dan lagi lagi mama Nita memeluk Arti dengan erat.


Setelah acara yang penuh dengan air mata selesai, tiba tiba saja lampu sorot yang berada di tengah tengah ball room padam, suasana menjadi gelap, dan tiba tiba sinar lampu mneyorot ke arah panggung di mana Andra dan juga Ratu sudah berada di sana dengan Andra memegang gitarnya dan ratu duduk dikursi sambil memegang mic.


" Ini lagu saya permsembahkan untuk calon istri saya yang berada di sana, I LOve You Tiara" ucap Andra dengan gaya coolnya.


Ara yang melihat nya berdecak kesal namun dia tetap menunggu lagu apa yang akan di nyanyikan adiknya itu, apa bila Andra menggandeng Ratu untuk bernyanyi.


Musik mengalun dengan begitu merdu, Arti yang berada tepat di samping Tiara langsung megandeng tangan Tiara dan membawanya naik ke atas panggung, dan menyerahkan Tiara pada Andra, setelah itu Arti turun kembali berdiri bersama dengan yang lainnya.


Andra


Duhai engkau, sang Belahan Jiwa


Namamu terukir dalam pusara


Di setiap langkah, ku s'lalu berdoa


Semoga kita bersama


Ratu


Duhai engkau, tambatan hatiku


Labuhkanlah cintamu di hidupku


Ku ingin kau tahu betapa merindu


Hiduplah engkau denganku


Andra


Di sepanjang malam, aku berdoa


Bersujud dan lalu aku meminta


Semoga kita bersama


Di sepanjang malam, aku berdoa


Cintaku untukmu s'lalu terjaga


Dan aku pasti setia


Ho-oh-oh


Ho-wo-oh-ho-oh-wo-wo-ho-oh


Ho-wo-uh-wo-oh-uh


Ratu


Duhai engkau, tambatan hatiku


Labuhkanlah cintamu di hidupku


Ku ingin kau tahu betapa merindu

__ADS_1


Hiduplah engkau denganku


Andra


Di sepanjang malam, aku berdoa


Bersujud dan lalu aku meminta


Semoga kita bersama


Andra


Di sepanjang malam, aku berdoa


Cintaku untukmu s'lalu terjaga


Dan aku pasti setia


Andra


(Di sepanjang malam, aku berdoa)


Ku berdoa (bersujud dan lalu aku meminta)


Dan meminta (semoga kita bersama)


Andra


Wo-oh, dengarkanlah


Di sepanjang malam, aku berdoa


Cintaku untukmu s'lalu terjaga


Dan aku pasti setia


Ku setia


By, Cinta Sampai Mati


Tiara hanya mampu mnangis mendengar lagu yang di nyanyikan khusus untuknya, Arti sendiri juga ikut menangis mendengar lantunan bait demi bait lagu yang di nyanyikan khusus untuk Tiara, kerana tidak sanggup mendengarnya, Arti berlari ke arah luar hotel, dadanya begitu sesak melihat keromatisan yang di ciptakan Andra saat di atas panggung.


Dari kejauhan seseorang mengikuti Arti yang berlari ke arah luar hotel untuk melihat keadaan Arti.


Sementara Haikal yang melihat kekasih hatinya benyanyi dengan suara merdunya ikut naik ke atas panggung setelah lagu selesai mereka nyanyikan, dengan cepat Haikal merebut mic yang ada di tangan Ratu.


" Selamat malam semuanya" ucap Haikal yang langsung membuat semua mata tertuju ke arah Haikal yang sudah menggengam tangan Ratu dengan erat.


Raja, papa pandu dan mama Kia salling melirik, begitu juga dengan ayah Aldi dan juga Bunda Widya.


Haikal menatap Andra dan Tiara yang masih berdiri di atas panggung, " Bisa turun sebentar, acara kalian sudah selesai kan, ada yang mau aku lakukan juga untuk wanita yang saat ini berada di samping ku" ucap Haikal dengan wajah datarnya.


Andra berdecak kesal mendengar ucapan Haikal, namun mau tidak mau Andra langsung menarik tangan Tiara dengan lembut untuk di bawa turun ke bawah panggung.


" Adek" panggil Haikal dengan lembut.


" Heemm" sahut Ratu dengan deheman karena jujur saat ini jantung Ratu bedetak begitu kencang.

__ADS_1


 Bersambung.


__ADS_2