
Saat sedang asik membahas masalah anak anak nya, mama yang mendengar sekilas langsung bertanya.
" Ada apa?" tanya Oma Dewi yang langsung duduk di kursi sofa bergabung dengan Kia dan Anita.
" Mama" ucap Kia dan Anita bersamaan.
" Kenapa kalian gugup begitu? apa yang kalian sembunyi kan dari mama?" tanya mama Dewi.
Anita dan Kia saling tatap, Kia menelan saliva nya merasa takut kalau mama nya akan marah karena permintaan nya.
" kenapa kalian malah diam? ada yang kalian sembunyikan dari mama kan?" tanya mama Dewi lagi dengan menatap Kia dan Anita.
Kia kembali menatap Anita dengan wajah yang sudah di penuhi keringat, Anita memegang tangan Kia dengan lembut, kemudian dia mengangguk kan kepala nya tanda Kia harus mencerita kan semua nya pada mama Dewi.
Dengan mengucap Basmalah, Kia pun memberani kan diri untuk mencerita kan pada mama Dewi.
" Ehhhmmm..begini Ma, ini tentang anak anak" ucap Kia dengan menatap wajah mama Dewi.
" Ada apa dengan anak anak nak? apa mereka ada masalah?" tanya mama Dewi dengan raut wajah bertanya tanya.
" Tidak Ma, mereka tidak ada masalah, cuma Kia bermaksud mau menikah kan mereka juga" ucap Kia memberi tahu mama Dewi dengan memejam kan mata nya.
" Menikah? Raja maksud kamu?" tanya mama Dewi.
Kia mengangguk kan kepala nya membenar kan ucapan mama nya, " Lebih tepat nya Raja dan juga Ratu Ma" ucap Kia memperjelas.
" Apa????" Teriak mama Dewi.
" Kamu gak salah Kia, Kamu mau menikah kan adik kakak itu, mereka sekandung Kia" ucap Mama Dewi memegang dada nya salah paham dengan perkataan Kia.
__ADS_1
Kia dan Anita saling tatap mendengar ucapan mama nya, Kia langsung menggeleng kan kepala nya tanda mama nya salah paham.
" Bukan Ma, bukan Raja dan Ratu yang jadi pasangan nya, tapi Raja dengan Cahaya, wanita yang di cintai cucu mama saat ini" ucap Kia menjelas kan.
Mama Dewi yang mendengar langsung menghela nafas lega, " Raja dan Cahaya? siapa Cahaya?" tanya mama Dewi yang tidak mengenal Cahaya.
" Cahaya wanita yang jatuh ke jurang bersama Raja kemarin Ma, dan Kia melihat ada rasa cinta dari tatapan Raja saat Raja melihat Cahaya" ucap Kia memberi tahu.
Mama Dewi mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, ia tidak mempermaasalah kan cucu cucu nya akan menikah dengan siapa, yang penting dia wanita yang baik, sopan dan tidak neko neko, itu sudah cukup bagi mama Dewi.
" Lantas Ratu? kenapa kamu mau menikah kan nya juga? dan dengan siapa kamu mau menikah nya?" tanya mama Dewi.
" Haikal Ma" ucap Kia langsung.
" Haikal?" tanya mama Dewi sedikit terkejut.
Mama Dewi menarik nafas dalam dalam kemudian menghembus kan nya dengan perlahan, di tatap nya menantu kesayangan nya itu dengan tatapan dalam.
" Ma...maafin Kia, Kia tahu mereka masih terlalu muda untuk menikah dan berumah tangga, tapi Kia takut dengan mereka berpacaran, mereka melewati batasan nya, walau pun kita selalu mengajar kan ilmu agama pada mereka, tapi yang nama nya godaan setan siapa yang tahu ma" ucap Kia.
" Kalau untuk Raja dan wanita pilihan nya mama setuju Kia, tapi tidak dengan cucu kecil mama Ratu" ucap Mama Dewi yang membuat Kia dan Anita terkejut.
" Apa kata orang saat mendengar Ratu sudah menikah bahkan usia nya belum 17 tahun, dia saja masih sekolah kelas satu SMU dan baru mau naik kelas dua, jujur mama tidak bisa melihat Ratu menikah muda, pernikahan dini juga tidak bagus untuk mental mereka Kia, terlalu labil untuk cucu mama" sambung mama Dewi.
" Tapi Kia takut Haikal dan Ratu.." belum selesai Kia berbicara suara seseorang langsung membuat ucapan Kia terpotong.
" Kita bisa menyuruh Haikal pindah kuliah dulu, agar mereka tidak saling bertemu" ucap Widya yang dari tadi mendengar ucapan Kia dan mama Dewi.
" Widya" ucap ketiga wanita yang sudah duduk di ruang keluarga.
__ADS_1
Widya tersenyum dan menyalami mama Dewi dengan sopan, " Widya dari tadi mendengar ucapan kalian, dan Widya juga tidak setuju dengan keputusan kamu Kia, mereka masih terlalu dini, kita bisa buat mereka dengan bertunangan terlebih dahulu, tapi tidak menikah, benar kata mama, dunia mereka masih remaja, mereka masih ingin bermain, kalau mereka menikah, pasti rasa cemburu itu ada ketika mereka bermain dengan lawan jenis nya, dan belum lagi kalau Ratu dan Cahaya sampai hamil, pasti mereka tidak memikir kan masa muda mereka lagi, begitu pun dengan Raja dan Haikal" ucap Widya memberi tahu.
" Widya punya solusi, setelah mereka bertunangan, biar kan Raja dan Haikal menempuh pendidikan mereka di luar negeri, sama seperti seperti Ara, jadi untuk kita berfikir mereka melawati batasan itu tidak akan terjadi buka, karena mereka gak pernah bersama" sambung Widya.
Mama Dewi dan Anita mengangguk kan kepala nya membenar kan ucapan Widya, sementara Kia masih ragu dengan solusi yang di beri kan Widya, bukan tidak setuju, apa anak anak nya mau pindah kuliah ke luar negri, itu lah yang di fikir kan Kia saat ini.
*****
Di toko roti, Cahaya melamun sambil mengetuk ngetuk pena yang di pegang nya di atas meja, Arti yang sedari tadi melihat nya hanya bisa menggeleng kan kepala nya.
BUkan Arti tidak tahu kalau Cahaya sedanga ada masalah, di karena kan mata Cahaya bengkak saat pulang dari kampus tadi sore, dan Cahaya juga mengata kan kalau Raja datang tiki kue nya, Cahaya menitip pesan kalau diri nya tidak ada.
" Ya.." panggil Arti yang sudah duduk di depan meja yang di duduki Cahaya.
Cahaya hanya menatap Arti sesaat setelah itu Cahaya kembali menunduk kan wajah nya.
" Apa kamu dan Raja berantem?" tanya Arti pelan agar Cahaya tidak tersinggung dengan pertanyaan.
Cahaya menatap Arti, setelah itu Cahaya langsung menggeleng kan kepala nya tanda apa yang di kata kan Arti tidak benar kalau dia dan Raja tidak sedang marahan atau pun ada masalah.
" Terus kenapa kamu gak mau ketemu sama Raja?" tanya Arti lagi.
Bersambung.
__ADS_1