Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 249


__ADS_3

"Begitu lah wanita kalau mau melahir kan Ndu, jadi kamu sebagai lelaki jangan tahu enak nya saja, kamu harus kuat juga untuk menyaksikan persalinan istri kamu" ucap Anita yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan persalinan.


Pandu hanya diam saja mendengar ucapan kakak nya, tapi dia tetap merenung kan apa yang di kata kan kakak nya benar juga, Pandu teringat dari pertama dia melakukan hubungan suami istri dengan Kia, Kia mengalami sakit hingga koyak dan berdarah, setelah itu Kia hamil dan mengalami muntah di awal awal kehamilan nya, saat kandungan Kia sudah besar, Kia dengan sabar membawa bayi yang ada di dalam perut istri nya kemana mana, dan saat sudah mau medekati persalinan, Kia kurang tidur karena bolak balik harus ke toilet untuk buar air kecil, semua kejadian itu terigat di memori otak Pandu.


tanpa terasa Pandu menetes kan air mata nya mengingat kejadian demi kejadian yang menimpa istri nya, Kia yang melihat Pandu menangis langsung mneghapus air mata yang menetes di pipi suami nya.


" Mas jangan nangis, malu sama calon anak kita" ucap Kia dengan senyuman yang di paksa di bibir nya karena menahan sakit yang luar biasa.


Pandu melihat wajah Kia yang sedang tersenyum pada nya walau dengan wajah dan bibir yang begitu pucat.


Dengan perlahan Pandu mendekat kan wajah nya ke wajah Kia, dengan lembut Pandu mencium kening Kia dengan lembut, Kia yang mendapat kan ciuman yang lembut di kening nya merasa kan ada kekuatan yang di salur kan dari suami nya ke diri nya.


Sementara semua orang yang menyaksikan perbuatan pandu pada Kia hanya bisa terharu. terutama Dokter dan suster yang membantu Kia dalam persalinan.


" Ssssssssttt" desis Kia.


Tiba tiba saja Kia mengalami kontraksi kembali, dan kontraksi kali ini begitu sakit di rasa kan oleh Kia, sampai Kia meremas tangan Pandu begitu kuat.


Pandu yang merasakan cengkraman tangan Kia begitu kuat langsung terkejut, karena Kia tenaga Kia begitu kuat saat mau melahir kan.


Anita begitu sabar menenang kan adik ipar nya untuk menuju persalinan sampai bukaan sepuluh.


Sementara di luar persalinan mama Dewi dan papa Ridwan terus berdoa agar menantu dan cucu nya selamat saat persalinan, mama Dewi dan papa Ridwan di temani dengan Bima, Aldi dan Widya.


Widya awal nya mau masuk ke ruang persalinan, tapi Widya di larang oleh Anita di karena kan Widya juga sedang hamil muda saat ini, Anita tidak mau mengambil resiko kalau Widya melihat Kia kontraksi maka akan ikut kontak dan mengalami kontraksi juga, maka nya Widya menunggu di luar menemani mama Dewi.


Pandu dengan sabar menunggu Kia di dalam, walau pun tangan Pandu sudah merah karena remasan tangan Kia dan berdarah akibat cakaran dari kuku Kia, padahal pendek, tapi entah kenapa Pandu merasa kalau istri nya menjadi garang saat mau melahir kan.


" sayang kamu hars kuat, demi anak kita" ucap Pandu menyemangati Kia.


Dokter dengan telaten melihat bsudah bukaan keberapa, Ricki melihat dekat jantung calon anak Kia dan Pandu dari mesin yang ada di samping tempat tidur Kia.


" Sudah bukaan delapan nona Kia, sabar ya, sebentar lagi" ucap dokter yang baru saja melihat Kia sudah bukaan berapa.


" kenapa lama sekali Dok, dari bukaan lima ke bukaan delapan butuh waktu hampir dua jam, kamu bisa membantu istri saya melahir kan" ucap pandu emosi yang sudah tak tahan karena melihat Kia terus meringis karena kesakitan.

__ADS_1


" PANDUUUUUU" bentak Anita karena tidak suka dengan ucapan adik nya.


" Tolong di jaga ucapan kamu, memang seperti ini orang mau melahir kan, yang di cari sakit nya, kamu kalau tidak tahu diam saja dan semangati Kia, kamu jangan tahu buat nya saja tapi saat istri akan melahir kan kamu marah marah tidak jelas gini" sambung Anita.


Ricki, para Dokter dan suster yang mendengar ucapn Anita hanya bisa menahan senyum, sedang kan Kia sudah tidak bisa melerai suami dan kakak ipar nya karena dia merasa begitu sakit di perut nya.


Dokter terus memeriksa begitu talaten bukaan demi bukaan, hingga kini saat nya Kia akan melahir kan calon anak yang selama ini dia kandung.


Dokter mengangguk pada Anita dan Ricki dan dokter lain nya saat waktu nya Kia megejan untuk mengeluar kan bayi yang ada di dalam perut Kia.


Anita yang melihat anggukan dari para Dokter langsung menegelus kepala Kia yang tertutup hijab.


" Dek kamu harus kuat, ikuti instruksi dokter ya, kakak yakin kamu pasti bisa" ucap Anita tepan di depan wajah Kia.


Kia hanya bisa mampu mengangguk kan kepala saja karena dia sudah tidak sanggup untuk mengeluar kan suara nya, keringat dingin menetes dari kening Kia, hingga hijab yang di gunakan nya pun basah.


Ricki langsung keluar dari ruang persalinan saat Kia akan mengejan, bukaan nya dia tidak mau berada di sana, tapi Pandu yang tidak mau ada Ricki di dalam ruangan itu.


" Ayoo nona Kia, saya kasih aba aba ya" ucap dokter mengintruksi.


" 1....2....3 doroong" sambung sang dokter.


Pandu yang melihat istri nya mengejan untuk mengeluar kan anak nya tak sampai hati, tak terasa air mata nya mengalir di atas kepala Kia sambil terus berucap berdoa agar istri nya di beri kan kekuatan.


" Sekali nona" ucap sang dokter.


" 1...2...3 dorong kuat nona" ucap sang dokter.


" Eeeeeemmmmmmmmm"


" Oeeeek...oeeek..oeekk"


terdengar tangisan bayi laki laki yang keluar dari perut Kia, Kia langsung menangis mendengar suara anak nya, begitu pun dengan Pandu, dia langsung menciumi selurih wajah Kia saat anak nya lahir keduani dengan selamat.


" terima kasih sayang sudah memberi kan kebahagian untuk Mas, Mas sangat mecintai mu sayang, sangat sangat mencintai mu" ucap Pandu tanpa terasa air mata nya terus mengalir di wajah nya.

__ADS_1


Anita pun tak kuasa menetes kan air mta melihat kebahagiaan adik nya dan adik ipar ya.


Selamat ya dek, semoga kalian bahagia selama nya, dan tidak ada lagi musibah yang akan mengusik rumah tangga kalian. batin Anita saat melihat Pandu memeluk Kia dengan tangisan bahagia.


Bayi Pandu dan Kia masih di bersih kan. begitu juga dengan Kia, para Dokter dengan telaten menjahit bekan persalinan Kia dengan rapi, karena kalau tidak bisa hancur karir mereka detik itu juga.


Sementara di luar ruangan langsung tersenyum mendengar tangisan suara bayi dari dalam ruangan persalinan, mereka awal nya saling pandang, tapi sesaat kemudian mereka langsung bersyukur karena bayi Kia sudah lahir dengan selamat.


" Alhamdulillah Pa....cucu kita sudah lahir dari Pandu dan Kia" ucap mama Dewi.


" Iya ma..kita tinggal nunggu anak mereka laki laki atau peremuan" sahut papa Ridwan yang memang belum mengetahui cucu nya laki laki atau perempuan.


 


Bersambung.....


Hallo readers tercinta...


Author uda balik lagi ini, terus pantengin cerita nya dan tunggu Up nya.


jangan lupa untuk selalu dukung karya Author denfan LIke,Komen dan Vote yang banyak plisssssss.


Kasih bunga dan kopi juga yang banyak yaa...biar rating cerita author meingkat.


Kasih komentar yang positif ya, karena dukungan kalian lha yang membuat author semangat buat nulis.


Ini uda authir sempatin up untuk readers tercinta nya author, tapi jangan lupa dukungan nya yaa....


Terima kasih banyak.


Love you More.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2