Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 147


__ADS_3

Setelah Ara dan Azmi selesai memesan kue untuk acara Andra lamaran nanti, Kini Ara dan Azmi sedang menuju ke kantor Atmaja Gruop untuk mengantar Cahaya menemui suaminya, karena satu arah juga ahkirnya Azmi dan Ara langsung mengajak Cahaya bareng.


Di dalam Mobil Azmi yang fokus menyetir hanya bisa mendegar dua wanita yang ada di dalam mobil bererita begitu seriusnya.


" Ya kamu tahu kan kalau mama pasti akan membuat kejutan untuk Andra waktu lamaran nanti" ucap Ara sambil melihat ke belakang dimana Cahaya duduk.


" Iya kak, tapi menurut Aya kali ini kejutan Tante Nita begitu ekstrim, dan jujur sampai sekarang Cahaya juga gak tahu siapa wanita yang akan di jodohkan oleh Andra" jawab Cahaya.


" Jujur kakak sampai sekarang juga gak tahu" ucap Ara.


" Kamu tau By?" tanya Ara pada suaminya.


" Gak tahu sayang, Tiara kali" tebak Azmi.


" Sok tahu kamu By" ucap Ara.


" Kan nebak sayang, kalau salah berarti bukan" ucap Azmi.


Cahaya langsung tersenyum apabila apa yang di katakan kakak iparnya itu benar, kalau Tiara lah wanita yang akan menjadi pasangan Andra nanti saat lamaran.


Dan saat ini mobil sudah terparkir tepat di depan pintu loby, " makasih banyak ya kak Ara, kak Azmi uda kasih Aya tumpangan" ucap Cahaya sebelum turun.


" Iyaa, titip salam sama ketiga mumi datar itu ya, bilang jangan dingin kali jadi laki-laki" ucap Ara tanpa sadar.


Cahaya yang mendengar ucapan kakanya langsung menoleh ke arah Azmi yang sedang menatap ke arah istrinya, dia tersenyum lucu mendengar ucapan kakaknya.

__ADS_1


Perasaan kak Azmi juga sebelas dua belas kayak Raja Cs, tapi kenapa kak Ara gak sadar ya, betin Cahaya yang langsung turun dari dalam mobil.


" By kak, hati-hati di jalan, titip salam sama om dan tante ya" ucap Cahaya sekali lagi sebelum mobil yang di kemudikan Azmi melaju ke rumah Azmi.


Cahaya berjalan sambil sesekali tersenyum ke arah pegawai suaminya, semua karyawan yang melihat Cahaya begitu takjum, karena istri dari bos nya saat ini semakin hari semakin cantik saja.


Saat akan memasuki lift, Raja yang baru keluar dari ruangan meeting yang ada di lantai paling bawah melihat istri cantiknya sedang menunggu lift khusus Ceo.


Raja langsung mmepercepat langkahnya untuk menghmapiri istrinya, begitu dekat, Raja langsung melingkar kan tangannya ke pinggang Cahaya yang langsung membuat Cahaya terkejut dan melihat ke arah raja yang sedang tersenyum ke arahnya.


" Aii, kamu ngagetin tahu gak? kirain tadi siapa tadi" ucap Cahaya sambil mengelus dadanya karena jantungnya berdetak kencang.


Raja tersenyum kemudian langsung mencium kening, pipi kanan, pipi kiri kemudian yang terahkir bibir Cahaya sekilas. Cahaya yang mendapat perlakuan itu dari suaminya langsung melototkan matanya, Ia dengan cepat langsung melihat ke sekeliling dan betapa malunya kalau kelakuan suaminya tadi langsung membuat para karyawan menatap ke arahnya.


" Aii malu, lihat kita di lihatin kan" ucap Cahaya yang langsung masuk ke dalam lift karena pintu lift sudah terbuka.


" Gila tuan Raja hangat banget ya sama istrinya"


" Iya lah, cantik gitu istrinya, ramah lagi"


" mimpi apa gue semalam bisa lihat senyuman tuan Raja, rezeki nomplok ini"


" Romantis banget lagi, jadi pengen"


Itu lah ucapan ucapan yang terlontar dari para karyawan wanita di kantor saat melihat Raja menciumi istrinya.

__ADS_1


Dan di sini lah, di ruangan kerja Raja, Cahaya duduk sambil membawa cemilan kue untuk suaminya, kalau untuk Haikal sudah di berikan sebelum Haikal masuk ke dalam ruangannya.


" Aii mau kue yang mana?" tanya Raja sambil membuka kotak kue yang Cahaya bawa.


Bukannya menjawab, Raja masih asik memeluk tubuh Cahaya dari samping sambil menciumi punggung Cahaya dan bahu Cahaya.


" Aii jangan gini dong, geli aya Aii" ucap Cahaya namun tidak di gubris Raja, malahan Raja semakin jadi.


Raja menarik Cahaya ke hadapannya, dengan cepat Raja langsung mencium bibir Cahaya dengan lembut, di rabanya remot yang ada di atas meja, dan dengan cepat Raja menekan tombol agar pintu terkunci.


Haikal yang tadinya mau masuk heran saat membuka pintu malah di kunci dari dalam.


" Kok di kunci segala sih? ini Raja pasti mau nanam saham ini, heran banget kenapa harus di kantor sih, kayak gak bisa di rumah aja" ucap Haikal sedikit geram dan kembali ke ruangannya.


Sementara di dalam ruangan, Raja sudah menidurkan Cahaya di sofa, dengan sekali tarikan hijab Cahaya sudah terbuka dan menampilkan rambut indah yang begitu enak di pandang mata.


Dan selanjutnya hanya Raja dan Cahaya yang tahu.


Saat ini Cahaya duduk dengan muka di tekuk karena suaminya tak henti hentinya mengaulinya sampai sampai tubuhnya rasa nya remuk.


" Uda dong sayang, masak cemberut terus sih" ucap Raja.


" Kamu jahat banget tau gak Aii, ini itu kantor, kayak gak bisa di rumah tau gak" jawab Cahaya sambil mengunyah kue yang tadi dia bawa.


" Okee, nanti sampai di rumah kita lanjut lagi" ucap Raja yang langsung mmebuat Cahaya tersedak dengan kue yang dimakannya.

__ADS_1


Uhuuuk....uhuuuuk


Bersambung.


__ADS_2