Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 06


__ADS_3

Ara yang baru sampai di rumah sakit berbarengan dengan mobil Azmi yang kebetulan juga baru sampai di parkiran rumah sakit.


Ara dan Azmi sama sama keluar dari mobil, tatapan mata mereka bertemu, namun Ara langsung memaling kan wajah nya dan memasang wajah jutek nya.


Azmi sendiri langsung tersenyum kecil melihat wajah Ara yang jutek saaat melihat diri nya.


Ara langsung berjalan ke ruangan nya, semua dokter dan suster yang berpapasan dengan Ara menyapa Ara dengan sopan, dan dokter lelaki yang lebih banyak menyapa Ara karena kagum melihat kecantikan Ara, sementara Azmi yang melihat itu semua memandang tak suka pada semua yang menegur Ara.


Saat Ara mau masuk ke dalam ruangan nya, Azmi menarik tangan Ara sehingga Ara langsung berbalik menatap Azmi.


" Apaan sih? kenapa main tarik tarik?" ucap Ara langsung melepas kan pegangan tangan nya dari pegangan tangan Azmi.


" Kamu dokter baru di sini, jadi kamu harus bekerja dengan baik, jangan hanya bisa tebar pesona di rumah sakit ini" ucap Azmi dengan wajah datar nya.


Ara yang mendengar perkataan Azmi langsung menatap Azmi tidak suka, tatapan nya seperti ingin memakan Azmi hidup hidup.


" Lo barusan bilang apa? gue tebar pesona di sini" ucap Ara dengan geram.


" Iyaa....kenapa? gak terima?" ucap Azmi memandang Ara.


Ara menarik nafas dalam dalam sambil menatap Azmi, " kalau gue mau tebar pesona juga itu bukan urusan Lo" ucap Ara kemudian langsung berbalik meninggal kan Azmi dan membanting pintu ruangan nya tepat di depan Azmi.


Azmi terkejut karena Ara membanting pintu di depan nya.


" Qiara..Awas aja kamu" ucap Azmi langsung meninggal kan ruangan Ara menuju ruangan nya sendiri.


Ara sendiri di dalam ruangan nya sudah seperti cacing kepanasan karena mengingat kata kata Azmi tadi.


" Sialan banget si tu orang, enak banget bilangin aku tebar pesona di sini, uda tau aku di sini emang serius kerja, kalau emang orang orang negur ya itu basa kali, emang dia yang sebelas dua belas seperti mumi, kaku" ucap Ara dengan kesal.


Azmi sendiri entah kenapa selalu saja terbayang bayang melihat wajah Ara saat sedang marah pada nya tadi.


"Kenapa aku jadi suka mengerjai dia ya? ngelihat wajah nya yang kesal itu jadi hiburan buat ku" ucap Azmi dengan senyuman di wajah nya.

__ADS_1


" Dan jantung ini....jantung ini kenapa berdebar sama seperti saat aku masih berhubungan dengan wanita ular itu" ucap Azmi memegang dada nya.


" Gak...gak mungkin aku jatuh cinta pada nya" ucap Azmi kembali mengingat wajah Ara.


Setelah melamun mengingat wajah Ara, Azmi di kejut kan dengan ketukan pintu ruangan nya.


" Masuk"  ucap Azmi sambil menatp laptop di hadapan nya


Seorang sustrer masuk menghadap Azmi.


" Pagi Dok, hari ini dokter ada jadwal operasi pukul 09.00 dan siang nya dokter ada seminar di UI fakults kedokteran" ucap suster memberi tahu jadwal Azmi.


" Siapa yang menemani saya operasi nanti?" tanya Azmi masih memandang laptop nya.


" Dokter Kayla dok" sahut suster memberi tahu.


Azmi menarik nafas dalam dalam, bukan nya dia tidak mau mengoperasi pasien nya dengan dokter kayla, tapi Azmi malas karena kayla lebih memanfaat kan untk bisa berdekatan dengan nya.


" Sus tolong dokter Kayla di ganti dengan dokter Qiara saja, dia dokter baru di sini, dan saya ingin melihat cara kerja dia" ucap Azmi memerintah.


" Baik dok, tapi bagaimana dengan dokter Kayla sendiri?" tanya Suster.


" Nanti biar saya yang beri tahu pada dokter Kayla" ucap Azmi dan langsung mendapat anggukan oleh Suster yang bername take Tika.


" Satu lagi, seminar nanti saya juga mau di temani dengan dokter Qiara ya" ucap Azmi yang langsung di jawab anggukan oleh Suster Tika.


Setelah mengetahui jadwal nya, Azmi langsung beranjak dari kursi nya menuju ruang operasi.


Ara sendiri yang mendapat kabar tiba tba dari dokter suster Tika langsung menuju ruang operasi dimana sudah ada Azmi dan para suster yang ada di dalam ruangan itu.


" cepat sedikit kalau bertindak, ini nyawa pasien, tidak bisa main maian" ucap Azmi dengan wajah datar nya.


Ara hanya bisa menarik nafas dalam dalam, ia merasa bekerja di rmah sakit ini akan sering menerima ucapan ucapan yang btidak menyenang kan dari pemilik rumah sakit tempat Ara bekerja.

__ADS_1


Setelah bersiap Ara langsung berdiri di hadapan Azmi, oerasi pun di mulai setelah semua nya selesai berdoa, Azmi memperhatikan Ara mengopersi pasien nya dengan begitu lihai, senyuman nya langsung terbit di balik masker hijau yang saat ini ia gunakan.


Tidak hanya cantik, ternyata dia juga pintar dan berkompeten...jantung ku...kenapa lagi lagi berdetak saat aku selalu menatap nya, gumam Azmi menatap sekilas wajah Ara yang lagi fokus membedah pasien.


*****


Sementara di sekolah SMA PELITA, Ratu, Karin dan Sabrina sedang berjalan ke luar gerbang menuju toko roti yang paling enak di ujung jalan sekolah mereka.


" Aku kira kamu gak bakalan di  izinin sama om Pandu Ra, soal nya Om pandu kan gak mau kalau sampai anak gadis nya kenapa napa" ucap Karin sambil terkekeh.


" Iya benar" sahut Sabrina membenar kan ucapan karin.


" Papa emang izinin aku, tapi pulang nya aku tetap akan di jemput sama kak Raja, kalian tahu sendiri kan kalau papa dan mama aku gak biarin aku naik taksi kalau pulang" ucap Ratu dengan kesal.


" Ya gak apa apa dong, kan biar aman, kita kan juga di jemput, walau pun pakai supir" ucap Sabrina di benar kan oleh Karin.


Saat sedang asik berjalan di trotoar, ketiga gadis cantik itu di kejut kan dengan suara wanita yang sedang duduk di dalam mobil mewah.


" Tumben jalan kaki, kenapa? uda jatuh miskin bokap kalian" ucap Manda, gadis yang satu kelas dengan ratu dan sangat membenci Ratu, Karin dan Sabrina karena dia merasa tersaingi dengan kecantikan ratu tentu nya.


" Bukan Urusan Elo" ucap Karin tak suka.


" Sudah biar kan saja Rin, gak usah kamu ladeni, entar juga capek sendiri" ucap sabrina pada Karin.


" Iya Rin, diami aja" ucap Ratu membenar kan.


" Mulut nya itu loh, pengen banget aku sumpel dengan kaus kaki ku" ucap Karin sedikit melirik ke arah Manda yang masih menertawa kan Ratu, Karin dan Sabrina.


" Awas hitam kulit Lo Lo pada, entar cantik nya luntur" ucap manda kemudian langsung melaju kan mobil nya dengan kencang karena sudah puas mengejek Ratu dan lain nya.


Ratu hanya menggeleng kan kepala nya melihat manda yang selalu saja ak suka pada diri nya, entah karena apa penyebab nya, yang jelas Ratu selalu diam saat di ejek oleh Manda dan geng nya.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2