Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 74


__ADS_3

Raja langsung mengepal kan tangan nya saat mendapat kan informasi dari calon kakak ipar nya Azmi, dia pun langsung menghubungi orang orang nya dan menyuruh untuk berjaga jaga di toko kue Cahaya dari kejauahan agar tidak membuat Cahaya dan para pengunjung yang akan membeli ke toko kue Calon isti nya tidak takut.


" Aku harus bertemu dengan Wisnu, agar dia tidak selalu seperti ini pada ku" ucap Raja dan langsung mengambil kunci mobil nya yang berada di atas nakas.


KIa yang kebetulan baru selesai sholat Ashar, begitu keluar dari kamar nya terkejut melihat putra nya yang jalan dengan terburu buru.


" Sayang kamu mau kemana? kenapa terburu buru begitu?" tanya Kia yang sukses menghenti kan langkah kaki Raja.


" Raja ada urusan bentar ma, dan ini harus di selesai kan sendiri" ucap Raja.


" Haikal dan Andra kemana? biasa nya juga kalian selalu bersama kalu lagi ada masalah, lagian boleh mama tahu apa masalah yang kamu hadapi saat ini?" tanya Kia mentap wajah putra nya.


" Kali ini harus Raja sendiri ma, nantik bakalan Raja kasih tahu sama mamam kalau masalah nya sudah selesai" ucap Raja dan langsung mencium pipi Kia dan langsung pamit.


Kia merasa cemas melihat kepergian Raja, Raja meiliki sifat emosi sama seperti Pandu, karena takut terjadi apa apa, ahkir nya Kia langsung menghubungi Haikal dan Andra agar mengikuti Raja.


Dengan cepat Kia mengambil ponsel nya dan menlepon Haikal mau pun Andra, tapi entah kenapa anak dua itu tidak ada yang mengangkat telpon nya dari Kia saat Kia sedang membutuh kan mereka.


Kia langsung berjalan ke arah kamar Ratu untuk menanyakan dimana keberadaan Haikal atau pun Andra.


" Sayang" panggil Kia saat sudah sampai di depan pintu kamar Ratu.


" Iya ma...ada apa?" tanya Ratu yang sedang belajar di atas meja belajar nya.


" Kamu tahu kak Haikal atau kak Andra dimana?" tanya Kia.


" Kak Haikal tadi kata nya sedang ada di bengkel mobil mereka Ma, kalau kak Andra mugkin di sana juga, mama cari kak Raja ya? kalau kak Raja di kamar nya Ma" sahut Ratu langsung menjawab pertanyaan mama nya.


" Bukan sayang, mamam bukan mencari kak Raja, tap mama memang mencari kak Haikal dan kak Andra, mama telpj mereka tapi gak ada yang angkat" ucap Kia dengan wajah yang sudah merasa khawatir memikir kan putra nya.

__ADS_1


" Kan lagi bising di bengkel pasti nya Ma, jadi pasti gak kedengaran, kalau ponsel mereka di letak di dalam ruangan, emang ada apa si Ma?" tanya Ratu yang sudah penasaran.


" Tadi mama lihat kakak kamu pergi dengan terburu buru dan dengan wajah yang sudah begitu emosi, mama takut terjadi apa apa pada kakak kamu, maka nya mama hubungi kak Haikal dan kak Andra, tapi gak ada yang angkat telpon dari mama" ucap Kia memberi tahu.


 Setelah mendengar ucapan dari mama nya, Kia pun langsung mencoba menghubungi Haikal, dan syukur nya langsung di angkat oleh Haikal.


" Kakak dimana? kenapa mama telpon kakak gak angkat?" tanya ratu langsung.


" Kakak baru pegang hape ini dek, ini baru mau telpon balik mama Kia, tadi kakak sholat, ada mama telpon kakak?" tanya Haikal.


Ratu pun langsung memberi kan ponsel nya pada Haikal, dengan cepat Kia memebri tahu kan pada calon menantu nya itu tentang Raja yang pergi dengan terburu buru begitu dan pasti nya dengan wajah emosi, Haikal yang mendengar nya pun langsung mematikan ponsel nya setelah Kia selesai meberi tahu.


Dengan cepat Haikal melhat dimana keberadaan Raja saat ini melalui Gps dari ponsel Raja, alangkah terkejut nya Haikal saat melihat Raja sedang berjalan ke arah  perusahaan milik Wisnu.


Dengan cepat Haikal menyambarkunci mobil nya dan mneyerat Andra yang baru saja masuk ke dalam ruangan setelah menyelesai kan sholat Ashar nya.


" Ada apa?" tanya  Andra yang terkejut karena langsung di tarik oleh Haikal.


" Mkasud nya bahaya gimana? Raja jago bela dii loh?" tanya Andra yang berlari kecil mengikuti Haikal masuk ke dalam mobil Haikal.


Setelah masuk ke dalam mobil, Haikal pun memberi tahu pada Andra, Andra begitu terkejut dan langsung bertanya tanya ada apa dengan Raja, kenapa dia ingin menemui Wisnu di perusahaan milik keluarga Wisnu.


Mobil yang di kendarai Raja sudah sampai di kantor Wisnu, dengan langkah cepat Raja langsung masuk ke dalam kantor Wisnu.


Namun langkah Raja langsung di cegah oleh security, " Maaf pak..bapak mau bertemu dengan siapa?" tanya sang security dengan sopan.


" Bos kamu, saya mau bertemu dengan bos kamu" ucap raja menatap Security dengan ata elang nya.


" Maaf sebelum nya pak, apa sudah buat janji?" tanya sang security lagi.

__ADS_1


"Saya tidak perlu membuat janji pada bos kamu yang tidak tahu diri itu" ucap Raja langsung melangkah kan kai nya kembali, tapi lagi lagi di cegah oelh security dan malah membuat keributan.


Wisnu yang kebetulan baru selesai meeting dengan orang kepercayaan papa nya langsung melihat ke arah keributan di depan lobi kantornya.


Wisnu yang melihat kedatngan Raja langsung terenyum smirk dan berjalan ke arah Raja di ikutiorang orang kepercayaan papa nya.


" Tuan Raja BUMi Atmaja, suatu kebanggan buat saya melihat tuan datang ke kantor saya yang hanya seperti kandang ayam ini buat Tuan" ucap Wisnu.


Raja yang mendengar ucapan Wisnu langsung menatap nya dengan tatapan tajam.


" Wisnu..berapa kali aku sudah kata kan pada mu, jangan ganggu Cahaya, dia tidak ada hubungan nya dengan adik kamu Tiara" ucap Raja menatap Wisnu dengan tatapan tajam nya.


Wisnu tersenyum mendengar ucapan Raja, " Benar kah...tapi karena wanita itu kamu menghindari adik ku bukan" sahut Wisnu.


" Sebelum aku bertemu dengan Cahaya, aku juga tidak pernah memberi harapan pada adik mu, dan adik mu saja bisa menerima nya kenapa kau tidak" ucap Raja.


" Karena aku tidak suka melihat adik ku selalu menangis hanya karena lelaki bejat seperti mu" ucap Wisnu menatap Raja dengan tatapan yang sudah emosi.


Raja diam dan mengepal kan tangan nya, di tatap nya mata Wisnu dengan mata elang nya, " Kalau aku lelaki bejat, kenapa kau malah mau menyatu kan aku dengan adik mu?" ucap Raja bertanya pada Wisnu.


" Karena aku mau terbaik untuk adik ku, walau pun aku tidak suka melihat wajah mu, yang terpenting bagi ku adalah kebahgian adik ku Tiara" sahut Wisnu.


" Tapi aku tidak mencintai nya Wisnu, seharus nya  kau sadar, kalu aku bersatu pun sengan Tiara, itu akan menyakit kan hati nya, karena aku tidak pernah bisa membuat nya bahagia" ucap Raja dengan meninggi kan suara nya.


" Aku tidak perduli, yang aku mau sekarang adalah kehancuran kau dan Cahaya, sama seperti kalian menghancur kan adik ku Tiara" ucap Wisnu dengan suara yang tak kalah tinggi.


" Cukup kak" teruak Tiara dari depan pintu lobi dengan wajah yang sudah merah dan air mata yang sudah berlinang di pipi nya.


Bersambung.

__ADS_1


 


 


__ADS_2