
Setelah Pandu dan keluarga nya mengurus kepulangan mama Iren, kini mama Iren sudah kembali ke lkota Jakarta dan kembali berkumpul dengan Iren, Iren pun di pindah kan ke sel di kota Bandung, karena itu permintaan Iren dan mama nya.
Mama nya ingin melupakan dan membuang kenengan buruk yang ada di kita Jakarta, hingga mereka di tahan di sel yang ada di kota BAndung selama 10 tahun lama nya setelah sidang beberapa hari yang lalu.
Hari ini Pandu dan keluarga nya mengantar Iren dan mama nya untuk berangkat ke kota Bandung.
" Nyonya Dewi, saya minta maaf yang sebesar nya kepada keluarga Atmaja karena kesalahan saya dan anak saya perbuat selama ini, saya juga minta maaf pada Pandu dan Kia karena pernah mau menghancur kan rumah tangga kalian" ucap mama Iren dengan isak tangis nya.
Kia hanya tersenyum kemudian mengusap bahu mama Iren dengan lembut.
" Semua nya sudah berlalu Tan, kami semua sudah memaaf kan tante dan Iren, asal tante dan iren benar benar akan meninggal kan perbuatan yang dapat merugi kan orang lain lagi" ucap Kia.
" Yang di kata kan menantu ku benar, kami sudah memaaf kan kalian berdua, asal kalian benar benar berubah setelah ini" ucap mama Dewi menimpali.
" Pasti kami akan berubah tan, sekali terima kasih" ucap Iren dengan sopan.
Tak lama Iren dan mama nya di bawa ke mobil tahanan yang mengantar kan Iren dan mama nya ke kota Bandung, Iren menatap satu satu persatu keluarga Atmaja, orang yang dulu begitu dengan nya.
Air mata nya menetes mengingat dulu begitu baik nya keluarga Atmaja pada nya, hanya karena terobsesi dengan cinta buta nya pada Pandu, sehingga Iren berbuat jahat pada keluarga Atmaja.
Hingga sekarang penyesalan datang nya terlambat, tapi Iren merasa diri nya masih bersyukur karena saat ini dia masih bisa berkumpul pada mama nya, orang satu satu nya yang dia punya.
Dan Pandu juga akan mengembali kan perusahaan papa nya Iren yang dulu akan perna di akusisi oleh Atmaja Group dan mengembali kan nya pada Iren setelah Iren dan mama nya bebas dari penjara nanti.
Iren melambai kan tangan nya saat mobil tahanan yang membawa diri nya dan mama nya berjalan, hanya Kia yang menyambut lambaian tangan Iren, selebih nya hanya melihat kepergian Iren dan mama nya dengan tatapan biasa saja.
" Ahkir nya si kuman itu insaf juga ya" ucap Firman yang ikut mengantar kepergian Iren dan mama nya.
" Kakak bicara apa sih?" ucap Widya dengan pelototan mata nya.
" Tau ini, harus nya senang karena ada manusia yang insyaf dan mau bertaubat" ucap Aldi menimpali.
Kia dan Pandu hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja mendengar perkataan sahabat sahabat nya.
Kini mereka semua kembali ke rutinitas masing masing, Pandu dan Aldi yang kembali ke kantor, Firman juga kembali ke kantor nya sendiri, Widya dan Rika berangkat bareng ke rumah sakit karena mereka ada jadwal praktek, sedang kan Kia, mama Dewi dan Anita kembali ke kediaman Atmaja karena mama Dewi harus menjalan kan Terapy yang khusus di panggil ke rumah agar mama Dewi tidak merasa capek kalau harus bolak balik kerumah sakit.
__ADS_1
******
Setelah makan malam, Kia dan Anita yang sudah membantu mama Dewi untuk tidur langsung kembali ke kamar mereka masing masing, Anita sempat melihat putr kecil nya yang sudah tidur di ebelah kamar nya.
" Sebaik nya kakak istirahat juga, mungkin sebentar lagi mas Pandu dan kak BIma pulang dari kantor kak" ucap Kia yang melihat kakak ipar nya sudah kelelahan akibat hamil muda.
" Iya Kia, kakak lemes sekali hari ini, efek hamil kakak ini" sahut Anita.
" Yasudah kakak ke kamar ya, kamu juga istirhat, pasti kamu juga lelah ngurus Raja dan mama kan" sambung Anita yang di sambut senyuman pada Kia.
" Iya kak" sahut Kia.
Kini KIa kembali ke atas untuk masuk ke kamar nya, di buka nya pintu kamar nya, pandangan pertama yang di lihat nya adalah putra nya yang saat ini sedang tertidur di dalam box bayi dengan nyenyak.
Di Pandangi nya wajah mungil yang saat ini sedang tertidur dengan nyenyak, wajah yang dominan mirip dengan sang suami, bibir tipis dan alis tebal, wajah yang susah sekali senyum kalau sedang tdak tidur.
Kia tersenyum melihat wajah anak nya saat tiba tiba tersenyum saat tertidur, di elus nya ipi chuby sang anak dengan lembut.
" Mimpi apa kamu sayang, sehingga bisa tersenyum seperti ini" ucap Kia pada Raja yang masih tertidur.
" Tapi untung saja papa mu tepat waktu menyelamat kan mama" lanjut Kia.
" Cobaan mama dan papa tak putus putus saat itu sayang, begitu banyak yang ingin memisah kan mama dan papa, tapi karena cinta mama dan papa begitu kuat, sehingga kami bisa melawati itu semua nya" ucap Kia yang tanpa sadar kalau Pandu mendengar semua ucapan nya.
" Kamu nantikalau sudah besar harus seperti mama dan papa ya sayang, harus selalu ingat pada Allah, dan selalu baik pada orang, mama dan papa akan mengajar kan kamu untuk menjadi anak yang sholeh, anak yang selalu patuh pada orang orang tua dan ajaran Allah" ucap Kia sambil menghapus air mata nya.
" Dan kita berdua yang mengurus anak anak kita nnati smpai besar sayang" ucap Pandu berjalan mendekati Kia.
Kia yang mendnegar suara suami nya langsung berbalik dan tersenyum.
" Kamu sudah dari tadi di sini mas? kok Kia gak tahu?" tanya Kia yang langsung memeluk Pandu saat sudah dekat, Pandu pun langsung membalas pelukan Kia dan mencium kening Kia dengan lembut.
" Bagaimana kamu mau tahu sayang, kamu sendiri sedang fokus mencerita kan kisah kita dulu pada Raja" ucap Pandu yang kini memandangi anak nya yang msih tertidur dengan nyenyak.
KIa pun ikut melihat Raja yang tertidur dan masih dalam pelukan Pandu.
" Berjanji lah untuk selalu menemani Mas apa pun yang terjadi sayang, karena kamu cinta mati nya Mas dunia dan ahkirat, Mas mau kamu menua bersama mas sayang, sampai kita menjadi kakek nenek nanti, dan melihat anak anak kita menikah dan mempunyai anak, hingga maut sama sama menjemput kita bersama" ucap Pandu yang memandang wajah Kia begitu tulus.
__ADS_1
" Iya Mas, Kia akan selalau berada di samping mas apa pun cobaan nya" ucap Kia yang juga menatap Pandu.
" Tidak ada lagi cobaan yang datang ke keluarga kecil kita sayang, yang ada hanya kebahgian yang selalu hadir di keluarga kita" ucap Pandu yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Kia.
Pandu dan Kia menatap Raja yang ikut tersenyum saat mendengar ucapan kedua orang tua nya, sehingga membuat Pandu dan Kia tertawa bersama melihat anak nya yang begitu gemas saat ini.
" Lihat lah sayang, bahkan Raja bisa tahu kalau keluarga kita akan selalu bahagia" ucap Pandu yang masih menatap putra kecil nya.
" Iya Mas, Raja itu seperti kamu banget mas, yang susah kalau tersenyum, tapi akan mudah senyum kalau bersama orang yang di sayang nya" ucap Kia yang langsung medapat kekehan dari Pandu.
" Senyum mas itu mahal sayang, orang orang akan susah melihat senyuman mas mu ini" ucap Pandu sambil menoel hidung mancung Kia.
" Yasudah sekarang Mas mandi dulu ya, biar kita langsung istirahat" ucap Pandu yang lansgung di angguki kepala oleh Kia.
Kia berjalan ke arah jendela saat Pandu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, di tarik nya gorden yang tadi nya menutupi kamar mereka, Kia memandangi bulan purnama yang benar benar indah dari jendela kamar nya.
Semoga keluarga ku selalu dalam kebahagian ya Allah, seperti bulan purnama yang engkau ciptakan begitu indah, bulat semprna tidak ada kekurangan nya, walau pun besok atau lusa bulan pernama akan berubah menjadi bulat sabit, tapi ciptaan mu begitu indah, begitu pun dengan kebahagian keluarga kamu ya Allah, jangan ada lagi masalah atau cobaan yang datang, hamba hanya memohon pada mu ya Allah. Doa Kia.
Setelah Pandu selesai Mandi, Kia dan Pandu langsung istirahat di bawah selimut yang sama, saling mendekap agar merasa hangat dalam tidur mereka, sehingga mimpi indah pun memasuki ke alam mereka.
Kini keluarga Pandu dan Kia sudah tidak ada yang menganggu, dan sahabat sahabat PAndu dan Kia juga sudah bahagia dengan keluarga mereka masing masing.
Tamat..
__ADS_1