Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 54


__ADS_3

Mobil yang di kenderai papa Bima sudah sampai di hotel tempat di adakan acara ulang tahun Nugroho hospital.


Ara keluar dari mobil dan melihat begitu mewah nya acara ulang tahun di selenggarakan, papan bunga sudah tersusun rapi di pinggir jalan.


" Ayo sayang" ajak Anita saat melihat Ara hanya terdiam melihat sekeliling hotel.


" Pa kenapa pemilik rumah sakit ini mengadakan acara nya d hotel Om Pandu, bukan nya mereka juga dari keluarga terpandang" tanya Ara saat tahu hotel yang di pijak dia saat ini adalah milik keluarga Atmaja, lebih tepat nya milik om nya sendiri.


" Papa tidak tahu sayang, sudah jangan di fikir kan" ajak Bima yang mengandeng anak gadis nya.


Pak Nugroho yang kebetulan melihat Keluarga Atmaja sudah datang langsung menyambut nya begitu hangat.


" Selamat datang Pak Pandu, Pak Bima dan Pak Aldi" ucap Pak Nugroho yang tak lain adalah papa Azmi.


" Selamat malam juga pak Nugroho" sambut Pandu.Bima dan Aldi.


Sementara para istri istri mereka langsung saling berpelukan, mata mama Azmi langsung tertuju pada gadis yang berdiri tepat di samping Kia dan Anita.


" Ini..." tunjuk Wulan, mama Azmi lebih tepat nya.


" Qiara mam,putri dari om Bima dan tante Anita" ucap Azmi yang tiba tiba nongol dan memberi tahu wanita yang di tunjuk mama nya.


Mama Azmi langsung tersenyum saat tahu siapa wanita cantik yang di tunjuk nya itu, sedang kan papa Nugroho hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat tingkah anak nya yang begitu bersemangat memberi tahu wanita yang saat iniada di hati nya pada mama nya.


" Jadi dia wanita nya, mama senang sekali sayang" ucap mama Wulan yang lansung mendekati Ara.


Ara hanya bisa tersenyum kemudian mencium tangan mama Wulan dan papa Nugroho, dengan sopan.


" Selamat malam tante, Om" ucap Ara.


" Mama gak sabar kamu segera menikah dengan Ara sayang" bisik mama Wulan dan langsung membuat Azmi tersenyum begitu senang.


Sedang kan yang lain hanya bisa tersenyum saat mendengar bisikan mama Wulan yang masih terdengar, tapi tidak dengan Ara yang berdiri agak jauh.


Ara yang bergabung dengan teman teman sesama doker di rumah sakit Nugroho Hospital berbincang bincang sesekali tertawa, Hingga acara pun di mulai.


Acara yang di buat oleh pemilik rumah sakit begitu meriah,  sampai sampai acara door prize di lakukan, namun saat acara berlangsung, tiba tiba ditempat acara mati lampu, Ara yang takut dengan kegelapan langsung memegang tangan Silvy yang kebetulan duduk di sebelah nya, namun sebelum itu terjadi, lampu sudah menyorot diri nya terlebih dahulu.


Semua mata langsung tertuju pada Ara, Ara yang di terangi lampu sorot ke arah diri nya hanya bisa diam sambil melihat sekeliling, karena semua mata tertuju pada nya, Ara ingin berbalik dan duduk di sebelah Kia.


Namun saat Ara ingin berjalan mendekati Kia, suara musik langsung berbunyi dan Ara melihat Azmi yang sedang duduk sambil bermain gitar menghadap ke arah nya.


" Selamat malam semua nya, di sin saya ingin menyampai kan sesuatu, saya begitu mencintai seseorang, yang saat ini juga sedang berada di ruangan ini, dan kebetulan saya dan dia belum lama bertemu, kita baru dekat sekitar satu bulanan, tapi karena saya begitu ingin dia menjadi milik saya, di sini saya akan menyanyi kan sebuah lagu, khusus untuk wanita yang saya cintai" ucap Azmi sambil menatap wajah Ara, sedang kan Ara yang mendengar Azmi berkata seperti itu, jantung nya mendadak berdetak lebih cepat dan Ara susah sekali untuk menelan saliva nya.


 


Di ujung cerita ini


Di ujung kegelisahan mu


Ku pandang tajam bola matamu


Cantik dengar kan lah aku


Aku tak setampan don juan

__ADS_1


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini ku tak ragu


Ku sungguh memintamu


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak anak ku


Membuka mata dan tertidur di samping ku


Aku tak main main


Seperti lelaki yang lain


Satu yang ku tahu


Ku ingin melamar mu


Aku tak setampan don juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini ku tak Ragu


Ku sungguh mencintamu.......


Jadilah pasangan hidupku


membuka mata dan tertidur di samping ku


Aku tak main main


Seperti lelaki yang lain


Satu yang ku tahu


Ku ingin melamar mu


Semua bertepuk tangan begitu mendengar suara Azmi menyanyi kan lagu dengan suara yang begitu merdu, Ara sendiri tak menyangka diri nya akan di naynayi kan oleh Azmi, dan Ara mendengar di ujung lagu nya kalau Azmi melamar nya.


Air mata Ara langsung mengalir begitu saja, antara senang dan malu karena kejutan yang begitu indah yang pernah Ara dapat kan.


Sedang kan keluarga Atmaja, lebih tepat nya Anita begitu terharu anak nya mendapat kejutan dari Pria yang begitu mencintai putri kesayangan nya.


" Pa...mamam bahagia sekali melihat putri kita di beri kejutan seperti ini" ucap Anita sambil menghapus air mata nya.


Sedang kan Dokter Ricki yang kebetulan berada di sana tak menyia nyiakan kesempatan untuk merekam kejadian yang di lakukan Azmi saat menyanyi kan lagu buat Ara, dak tanggung tanggung, dokter Ricki langsung membuat nya secara Live, sehingga Raja dan yang lain nya bisa melihat dari rumah karena Sabrina yang memberi kabar kalau papa nya saat ini sedang Live tentang kak Ara.


Azmi berjalan mendekati Ara yang masih berdiri mematung, dan memberi kan gitar nya pada grop band yang masih mengiri lagu untuk azmi bernyanyi.


 


Ohhh,,,hoooo..hooo

__ADS_1


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak anak ku


Membuka mata dan tertidur disampingku


Aku tak main main


Seperti lelaki yang lain


Satu yang ku tahu


Oh satu yang kumau


Ku ingin melamar mu


Setelah lagu selesai. Azmi langsung berjongkok di depan Ara yang masih mematung sambil menatap Ara.


" Qiara Natasya Bimantara WILL YOU MARRY ME" ucap Azmi sambil memegang tangan Ara dan menatap Ara begitu dalam.


Semua yang ada di tempat acara mendadak menahan nafas menunggu jawaban yang keluar dari mulut Ara, termsuk keluarga Azmi dan juga keluarga Atmaja.


Sedang kan di kediaman Atmaja, Ratu meremas lengan Haikal karena greget menunggu jawaban dari kakak yang begitu di sayangi, Haikal hanya bisa menahan sakit dengan remasan dari tangan wanita yang juga Haikal cintai.


Sementara Raja dan Andra yang melihat Haikal meringis hanya bisa tertawa kecil mengejek sepupu nya yang menderita.


 


Bersambung.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2