Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 198


__ADS_3

Begitu sampai di rumah, semua keluarga langsung menyambut Cahaya karena masih tidak sadarkan diri.


" Ja bagaimana ceritanya sampai kalian bisa lengah begini? dimana para bodigart yang selalu memantau kalian"tegur papa Pandu.


Raja hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar, begitu juga dengan Azmi.


Waktu masih photo, Cahaya dan Ara meminta agar tidak ada bodigart yang berjaga di sekitar mereka, jujur saja Cahaya merasa iri, sedangkan Ara tidak mau karena Baby Hulya merasa takut saat melihat tampang para bodigart yang ada di belakang mereka.


" Maaf Om, ini semua salah Ara, kalau aja Ara gak ngelarang untuk di jaga sama mereka, mungkin kejadian ini gak akan terjadi" sesal Ara meminta maaf.


Semua yang mendengar ucapan Ara langsung menghela nafas mereka, lagi-lagi para wanita yang tidak mau di jaga oleh para bodigart.


"Sebaiknya bawa Cahaya ke kamar saja Ja, biar mama yang jaga. kalian urus saja paman Cahaya yang ada di kantor polisi" ucap mama Kia yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Raja.


Dengan cepat Raja mengangkat tubuh istrinya agar di bawa ke dalam kamar mereka, sedangkan Ara juga langsung menuju kamar mereka untuk meletakkan baby Hulya yang masih tidur di dalam gendongan Ara.


****


Saat ini di kantor polisi, bibi Cahaya memaki maki paman Cahaya kareba bertindak begitu ceroboh baginya.


" Puas kamu pak, gara-gara kelakuan kamu, sekarang kamu malah di tahan di dalam penjara, bukannya kamu berhasil mengeluarkan anak kita, ini kamu malah mendekam di sini" marah bibi Cahaya.

__ADS_1


Paman Cahaya hanya bisa terdiam tidak menjawab sama sekali, yang ada di pikirannya saat ini bagaimana agar keponakannya itu merasakan kepahitan hidup seperti apa yang saat ini keluarganya rasakan.


" Kau tidak perlu marah-marah sekarang, tugas mu bagaimana caranya agar kau bisa membuat Cahaya menderita sama seperti apa yang kita rasakan" ucap paman Cahaya.


" Ya bagaimana caranya Pak? bapak tahu sendiri bukan, kalau Cahaya itu sekarang hidup dengan orang nomor satu, pastinya banyak yang melindungi dirinya, apa lagi suaminya itu begitu mencintainya" tanya bibi Cahaya.


" Kau culik saja bayinya saat dia melahirkan nanti, aku gak mau tau, kau harus bisa membalas nya dan membuatnya menderita" perintah paman Cahaya langsung berdiri dan meninggalkan bibi Cahaya begitu saja.


Bibi Cahaya hanya menatap suaminya dengan geram karena selalu saja bertindak ceroboh.


Saat akan pergi meninggalkan sel tahanan, bibi Cahaya bertemu dengan Raja dan Azmi di depan pintu masuk, dengan tatapan mata elangnya, Raja menatap bibi Cahaya dengan tajam.


" Sebaiknya kalian urungkan rencana kalian untuk tetap menyakiti istriku, karena kalau sampai itu terjadi, kalian akan menyesal dan kalian sendiri yang akan meminta untuk mengahkiri hidup kalian" ancam Raja yang membuat bibi Cahaya langsung merasa getar getir mendengar ucapan Raja.


Di kediaman Atmaja, Cahaya baru saja membuka matanya, kepalanya merasa pusing akibat pingsan lumayan lama.


Mama Kia langsung msngucap syukur saat melihat menantunya sudah membuka matanya.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar nak" ucap mama Kia yang langsung membuat Cahaya membuka matanya lebih lebar lagi.


Di ingatnya sesaat kejadian yang baru saja ia alami, dan dengan cepat Cahaya langsung meraba perutnya yang masih terasa membuncit.

__ADS_1


Cahaya menghela nafas karena bayi yang ada di dalam kandungannya masih selamat, namun di detik berikutnya dia langsung teringat oleh suaminya.


" Mas Raja" ucao Cahaya dengan suara bergetar dan membuat mama Kia langsung mendekatinya.


Bersambung.


Author mengucapkan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin untuk semua readers tercinta.


Semoga di bulan suci ini kita kembali fitrah ya readers.


Dan author mohon untuk dukungannya untuk selalu like,komen yang positif dan vote semua novel yang author tulis yaa 🙏🙏


-Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan


-La Tahzan jangan bersedih


-Enemy But Married


Mohon untuk singgah dna dukunh ya readers tercinta.


Terima kasih banyak.

__ADS_1


Love You More.


__ADS_2