Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 221


__ADS_3

Setelah Pandu meminta maaf dan Kia juga memaaf kan karena Kia berfikir kalau mereka sama sama salah di sini, dan itu semua karena salah paham saja.


Pandu dan Kia pun melanjut kan tidur nya karena Kia juga sudah bolak balik menguap, ahkir nya Pandu dan Kia tertidur di ranjang rumah sakit bersama, dengan saling berpelukan.


🌻🌻🌻🌻


Pagi hari menyapa, Kia yang baru bersih bersih sehingga nampak lebih segar, dan Pandu pun saat inij sedang menyiap kan makanan yang tadi di bawa Aldi sesuai pesanan Kia.


Yaaahhh kini Aldi dan Widua sudaj ada di ruangan Kia karena mengantar kan pesanan Kia, dan widya juga lah yang membantu Kia untuk membersih kan tubuh nya, karena kepala Kia masih sedikit pusing.


" sayang sekarang kamu makan dulu ya" ucap Pandu yang sudah duduk di hadapan Kia.


" Nanti saja Mas, Kia belum laper laper banget" sahut Kia sambil tersenyum.


Sementara Aldi dan Widya sedang serapan duduk di sofa yang ada di ruangan Kia, mereka sesekali melirik pasangan yang baru saja berbaikan.


" Tapi kamu harus minum obat sayang, biar kamu segera pulih" ucap Pandu lagi.


" Pokok nya mas gak mau tahu, kamu harus makan sekarang, biar kamu bisa minum obat dan bisa segera pulih lagi, dan kita segera pulang, ayo mas suapi" sambung Pandu lagi langsung menyuap kan sendok ke mulut Kia.


Kia pun langsung membuka mulut nya dan memakan nasi yang di suapi Pandu, Aldi dan Widya yang melihat hanya bisa tersenyum karena Pandu dan Kia sudah baik baik saja.


Pandu begitu talaten menyuapi Kia, Kia pun menerima nya dengan tersenyum karena Pandu begitu tulus dan sabar membujuk nya untuk makan.


" Mas...Kia senang banget kalau mas bisa suapi Kia seperti ini" ucap Kia saat Pandu menatap Kia saat Kia mengunyah makanan nya.


Pandu tersenyum mendengar ucapan Kia, dia langsung merapi kan hijab instan yang di kenakan Kia agar Kia semakin cantik.


" Mas rela setiap hari nyuapi kamu makan sayang, yang penting kamu bisa tersenyum di samping Mas" sahut Pandu sambil menggenggam tangan Kia.


Pandu pun kembali menyuapi Kia makan, tapi sendok nya malah di tahan Kia, dan kembali di arah kan ke arah mulut Pandu.


" Suapan kali ini untuk Mas, karena Mas juga belum makan, Kia juga mau kalau Mas telat makan, dan mas jadi sakit" ucap Kia dengan lembut.


Pandu tersenyum kemudian memasukan kan nasi yang ada di sendok le mulut nya, ahkir nya mereka makan dengan Pandu menyuapi Kia dan kembali menyuapai diri nya hingga nasi yang ada di piring ludes tak tersisa.

__ADS_1


Semua adegan meraka di lihat oleh Aldi dan Widya.


" Ahkir nya Kia dan kak Pandu sudah kembali seperti semula ya Mas, Widy senang lihat nya" ucap Widya dan di angguki Aldi.


Setelah selesai makan, Pandu langsung membersih kan mulut Kia dan memberi kan air dan tak lupa dengan obat Kia yang sudab di berika Ricki.


Kini Pandu duduk di samping Kia sambil memeluk pinggang Kia dari samping, tangan Pandu satu nya memegang tangan Kia yang tidak ada jarum infus nya.


" sayang boleh mas nanyak sesuatu?" tanya Pandu yang masih penasaran siapa laki laki yang memeluk Kia semelam, apa dia orang yang perna dekat dengan Kia dulu, yang ahkir ahkir ini sering mengintai rumah Pandu.


" Mau tanya apa Mas?" tanya Kia balik yang penasaran.


" Siapa lelaki yang memeluk kamu semalam, mas lihat dari wajah kamu kalau kamu begitu terkejut saat melihat wajah nya" tanya Pandu sambil menatap wajah Kia.


Kia yang mendengar nya langsung menunduk kan wajah nya jantung nya berdetaj karena takut Pandu marah lagi.


Aldi dan Kia saling pandang saat Pandu bertanya seperti itu dengan Kia, mereka takut kalau Pandu akan emosi kalau Kia memberi tahu siapa lelaki itu.


" Sebenar nya dia it...." ucapan Kia terputus saat pintu di buka dengan kasar.


Dan tiba tiba....


PLAAAAAAAAAK


Bunyi tamparan yang begitu nyaring terdengar di ruangan Kia.


" Mama" ucap Kia dan melihat suami nya yang sudah memegan pipi nya karena bekas di tampar oleh mama mertua nya.


" Apa yang kamu lakukan sama menantu mama Ndu. kenapa Kia bisa sampai masuk rumah sakit" teriak mama Dewi karena sudah tak tahan menahan arah dari tadi malam saat me dapat kabar dari Anita.


" Ma..." ucap Kia tapi langsung di potong dengan perlakuan papa Ridwan yang memukul wajah suami nya.


Buuuk


" Mas Panduu....." Teriak Kia saat Pandu di pukul dan bibir Pandu mengeluar kan darah.

__ADS_1


" Om sudah Om, Jangan pakai kekerasan" lerai Aldi.


Bima, Anita, dan Ricki hanya bisa diam saja melihat kemarahan papa Ridwan, mama Dewi menatap murka ke arah Pandu, sedang kan Kia menangis melihat suami nya di pukul seperti itu.


" Papa gak habis fikir sama kamu Ndu, kamu seperti anak ABG yang baru merasakan jatuh cinta, dan cemberu yang berlebihan pada Kia, sampai sampai kamu membuat Kia masuk rumah sakit karena kebodohan kamu" ucap papa Ridwan.


Pandu hanya diam saja, karena semua yang di kata kan papa nya benar.


" Maaf Pa...semua itu di luar kendali Pandu saat itu, karena Pandu tidak bisa berfikir apa apa" ucap Pandu sambil menunduk kan kepala nya.


" Tapi kelakukan kamu itu membuat Kia bahaya Ndu" kali ini Anita yang berbicara.


" Maaf kan aku" ucap Pandu dengan lirih.


Kia semakin menangis tanpa suara melihat Pandu, Firman dan Rika yang kebetulan datang menjenguk Kia di buat bingung saat ruangan Kia begitu ramai dan tegang.


" Tapi sikap kamu benar benar salah Ndu, kamu seperti anak kecil" ucap Ricki menimpali.


Pandu yang mendengar ucapan Ricki langsung menahan emosi nya, dia memendang semua orang yang saat ini sedang menatap ke arah nya.


" Yaaah kalian benar, aku memang seperti anak kecil, aku cemburu terlalu berlebihan pada Kia, sampai aku membuat Kia masuk rumah sakit karena ulah ku" ucap Pandu dengan manahan emosi.


Semua yang ada di ruangan itu hanya diam saja mendengar Pandu berbicara.


" Tapi kalian tau aku berbuat seperti iti karena aku ada alasan nya, dan aku yakin kalau posisi kalian sama seperti aku, pasti kalian melalukan apa yang aku lakukan" sambung Pandu.


" Apa....apa alasan kamu sampai kamu melakukan ini pada Kia...Apaa?" tanya Anita.


" Aku takut kehilangan Kia , Aku gak sanggup kalau Kia pergi ninggalin aku, aku gak mau kalau cinta Kia berpaling dari aku, aku gak sanggup,jujur aku bisa gila kalau Kia pergi ninggalin aku" ucap Pandu sambil menetea kan air mata nya.


Bersambung...


Mohon maaf semalam author gak up, karena Author lagi sibuk banget semalam, tapi hari ini insya allah author Up lagi.


Jangan luoa untuk selalu dukung karya author ya readers tercinta, dengan Like, komen yang positif, dan vote.

__ADS_1


Terima kasih banyak, dan salam sayamg author untuk readera tercinta 😊😊


__ADS_2