Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 159


__ADS_3

Kabar tentang kehamilan Cahaya sudah terdengar oleh selurh keluarga Atmaja, Oma Dewi yang mendengar kabar cucu menantunya hamil begitu bahagia, namun saat mendengar kabar kalau kandungan Cahaya dalam bahaya karena ada miom saat ini di rahim Cahaya membuat oma Dewi langsung sedih.


Dan di kamar inilah Ratu dan mama Nita sedang menemani Oma Dewi, karena mama Kia sedang kerumah sakit mengantar pakaian Raja, sedang kan papa Pandu pastinya sudah ke kantor.


" Tan, apa kandungan kak Aya tidak bisa di selamatkan?" tanya ratu penasaran.


" Bisa Adek, kita akan memberikan banyak vitamin dan penguat kandungan untuk Aya, dan kita harus mengontrol kandungan Aya setiap minggu" jawab mama Nita.


" Bukannya kalau wanita yang menghidap menyakit Miom atau kista akan sulit hamil ya Tan, seperti Bunda Widya, tapi kenapa kak Aya bisa hamil" tanya ratu lagi.


" Adanya kista atau miom bukan alasan seorang wanita tidak bisa mengandung sayang, itu semua tetap letak pada rahim dan kesehatan rahimnya, dan kenapa Aya bisa hamil, itu berarti rahim Aya memang sehat, namun saat ini di ingung telur Aya ada penyakit, nah penyakit itu lah yang di naman kan miom, kita hanya bisa melihat perkembangan janin yang di kandung Aya saja,kalau ternyata miom nya yang lebih besar, mau gak mau kita harus mengeluarkan janin yang ada di rahim Aya, karena kalau di biar kan akan membuat nyawa aya bahaya, dan kasian juga bayinya tidak bisa berkembang karena akan terhimpit oleh besarnya miom" ucap mama Nita menjelaskan.


" Tapi kalau janin nya besar, atau sama besarnya sama miomnya, itu tidak begitu masalah" lanjut mama Nita yang membuat Ratu mengangguk anggukan kepalanya.


" Jadi kenapa Bunda tidak bisa hamil lagi Tan, setelah melahir kan kak Haikal?" tanya Ratu semakin penasaran.


" Itu karena kista yang ada di rahim Bunda sudah sangat besar, dan untuk di pertahan kan pun waktu itu pasti akan sangat bahaya, makanya kita suruh bunda buat operasi, dan karena letak kista bunda tepat di rahim, jadi rahim bunda sedikitnya pasti terkena sayatan, dan kalau rahim sudah luka, untuk proses kehamilan akan semakin susah" jawab mama Nita yang lagi lagi hanya di jawab anggukan kepala oleh Ratu.


" Adek sudah paham kan?" tanya mama Nita.


Ratu cengegesan saat mendengar pertanyaan tantenya, " Sedikit Tan, hehe" jawab Ratu.


Mama Nita hanya menggelengkan kepalanya saja melihat keponakan lucunya itu, Oma Dewi sudah istirahat kembali setelah selesai makan dan di beri vitamin oleh mama Nita.


Mereka pun langsung meninggalkan kamar Oma Dewi dan melanjutkan tugas masing masing.


Di rumah sakit, Raja yang selalu menemani Cahaya yang sampai saat ini masih belum sadar, ada rasa khawatir di raut wajah Raja karena Cahaya tak kunjung sadar.

__ADS_1


Terdengar pintu terbuka, di lihatnya mamanya datang sambil membawakan pakaian dan juga makanan untuk Raja dan juga Cahaya.


" Kamu mandi dulu gih, setelah itu serapan, biar mama yang gantian jagain Aya" ucap mama Kia dan di jawab anggukan kepala oleh Raja.


Saat Raja mandi, Cahaya menggerakkan tanganya dan tak lama matanya terbuka, samar samar Cahaya mendengar suara orang mengaji, di lihat nya ke arah suara yang begitu merdu di telinganya, ternyata mamanya lah saat sedang mengaji di samping tempat tidurnya.


" Ma" panggil Cahaya dengan suara begitu pelan karena masih lemas.


Mama Kia langsung menghentikan ngajinya dan melihat Cahaya yang sudah membuka mata, " Alhamdulilah kamu sudah sadar sayang. mama ambilkan minum dulu ya" ucap Kia yang langsung mengambil air hangat di atas nakas sebelah tempat tidur Cahaya.


Dengan telaten Kia membantu Cahaya untuk minum, dan saat baru selesai minum Raja keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah segar, senyum tanpan Raja mengembang saat di lihatnya istri tercintanya sudah sadar.


" Sayang" Panggil Raja sambil berjalan ke arah tempat tidur Cahaya.


" Aii" sahut Cahaya dengan senyuman manisnya.


" Alhamdulillah kamu ahkirnya sadar juga sayang, Aii begitu khawatir sama kamu" ucap Raja sambil memeluk Cahaya dari samping.


" Kamu lupa kalau kamu tadi malam pingsan sayang, Aii begitu khawatir tadi malam, dan saat di periksa kamu mau tahu apa hasilnya" ucap Raja.


Cahaya terdiam dan menggelengkan kepalanya, ada rasa takut di diri Cahaya kalau dia mempunyai penyakit yang mematikan, karena melihat raut wajah suaminya yang begitu serius.


" Kata dokter, di sini ada" ucapan Raja sengaja di gantung.


Cahaya mengikuti arah tangan Raja yang menyentuh perutnya, namun Cahaya belum mengeluarkan suaranya karena jantungnya merasa degdegan takut mendengar bahwa dia mempunyai penyakit kronis yang mematikan.


" Ada calon Raja junior sayang, kamu hamil" ucap Raja dengan senyuman mengembang.

__ADS_1


Cahaya melototkan matanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, air mata yang adi sudah menggenang di ujung matanya kini langsung tumpah saat mendengar kalau saat ini dia sedang hamil, mengandung hasil buah cintanya pada suaminya Raja.


" Aii serius, Aya saat ini sedang hamil?" tanya Cahaya memastikan sengan suara bergetar.


" Iya sayang" jawab Raja kemudian langsung memeluk Cahaya dengan erat.


Raja tidak bisa melihat wajah bahagia istrinya, ada rasa sakit di hatinya bahwa saat ini kandungan Cahaya sedang ada masalah dan akan di lihat saat empat bulan ke depan, Raja hanya berdoa dan berharap kalau Allah mengizinkan calon anak mereka nanti bisa sehat dan bisa lahir kedunia dengan sehat dan selamat.


Mama Kia tersenyum melihat anak dan menatunya, ia pun ikut memeluk keduanya, " Sekarang kamu harus selalu hati hati ya sayang, karena ada satu orang lagi yang harus kamu jaga, dan karena kandungan kamu sedikit lemah, jadi kamu tidak boleh capek dan harus makan yang banyak biar kamu dan bayinya sehat"  ucap mama Kia memberi tahu.


" Iya ma" sahut Cahaya dan memeluk Kia dari samping.


" Tugas kamu juga makin bertambah Ja, karena kamu harus menjaga Cahaya extra saat ini" ucap mama Kia lagi.


" Pasti Ma, Raja akan menjaga Aya dan calon kita dengan baik" jawab Raja.


Mama Kia menganggukan kepalanya mendengar ucapan Raja, " Sayang kamu sering sering ngaji dan baca surat Yusuf dan juga maryam ya, ini bagus sekali buah wanita yang sedang hamil, dan minta sama Allah untuk selalu memberikan kesehatan untuk kamu dan calon cucu mama" ucap Kia lagi dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.


" Yasudah sekarang kamu makan dulu ya sayang, biar mama suampin, Raja kamu juga makan ya" ucap mama Kia.


" Iya ma, Biar Raja aja yang suapi Aya Ma, mama istirahat saja, kita biar makan sepiring berdua" sahut Raja.


" Baiklah" ucap Kia dan menyiapkan makanan untuk anak dan menantunya.


Raja begitu telaten menyuapi Cahaya, setelah itu Raja juga ikut makan dengan sendok yang sama, Kia yang melihat keromantisan anak dan menantunya tersenyum hangat, Ia mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, saat ia sedang hamil Raja, dirinya begitu mengalami mual yang berlebihan dan begitu sabarnya Pandu menjaganya, di tambah lah cobaan yang begitu kejam untuk nya saat dia di culik dan siksa saat hamil Raja.


Tanpa terasa air matanya mengalir mengingat itu semua, dan syukurnya Raja yang berada di dalam kandungannya begitu kuat dan sehat, tidak kenapa napa sampai dirnya melahirkan.

__ADS_1


Semoga anak kalian juga kuat sama seperti kamu nak saat kamu masih di dalam kandungan mama, mama yakin kalian bisa melewati ini semua, batin Kia yang langsung menghusap air matanya agar tidak di ketahui anak dan menatunya kalau dia sedang menagis.


Bersambung.


__ADS_2