Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 135


__ADS_3

Kia sedang duduk di kamar setelah menjalan kan kewajiban nya, yaitu sholat magrib, di elus nya perut buncit nya dan Kia merasa tendangan dari calon anak nya dari dalam perut.


Kia pun tersenyum merasakan pergerakan bayi yang ada di dalam perut begitu lincah.


" Sayang pasti kamu kangen kan sama Daddy, sabar ya nak, gak lama Daddy pasti akan segera pulang" ucap Kia sambil mengelus perut buncit nya.


Kia mengambil ponsel nya, mengecek apakah ada kabar dari suami nya, tapi sampai jam segini belum ada kabar juga dari suami nya.


" Mas Pandu kemana ya, kenapa belum ngabari aku sama sekali, apa belum sampai, tapi dari Jakarta ke Palembang kan tidak butuh waktu lama saat di pesawat" ucap Kia berbicara sendiri.


Karena merasa sedikit cemas karena belum ada kabar dari suami nya, Kia pun turun ke bawah menemui kakak ipar nya.


" Kak apa kakak sudah mendapat kabar dari kak Bima?" tanya Kia.


"Belum dek...kakak juga dari tadi nyoba nelpon tapi belum aktif sampai sekarang" sahut Anita memberi tahu.


" Ya Allah, kenapa sampai jam segini belum ada kabar ya kak, Kia jadi cemas" ucap Kia yang merasakan benar benar tidak enak pada diri nya.


" Mungkin pesawat mereka delay nak, kita tunggu saja sebentar lagi" ucap papa Ridwan berusaha menenang kan menantu nya, padahal papa Ridwan pun merasakan sedikit cemas.


" Lagian ini juga salah Pandu Pa, kenapa dia tidak mau memakai jet pribadi aja tadi, kalau begini kita kan jadi khawatir" ucap Anita sedikit kesal dengan sikap adik nya tadi.


Memang sebelum berangkat, papa Ridwan menyaran kan agar Pandu dan yang lain nya menaiki jet pribadi keluarga Atmaja saja, tapu Pandu tidak mau, karena dia tidak mau terlalu mencolok dengan rekan bisnis nya yang ada di kota Palembang.


Jadi Pandu dan yang lain nya menaiki pesawat kelas bisnis saja, dan berangkat pukul 04.10 Wib, yang seharus nya Pandu dan rombongan nya sudah sampai, karena ini sudah lewat magrib, tapi sampai sekarang belum ada kabar sama sekali.


Kia terus saja berdzikir untuk menenang kan diri nya, mama Dewi slalu setia duduk di samping menantu nya untuk memberi kan ketenangan.

__ADS_1


Sementara di sebuah kota yang tidak begitu besar, namun sangat nyaman dan indah, Pandu, Aldi dan Bima sedang berada di kantor cabang yang ada di kota Palembang.


Sejak turun dari pesawat, dan mereka sudah di tunggu oleh supir yang menjeput mereka, Pandu dan yang lain nya langsung menuju kantor cabang nya, itu semua Pandu lakukan karena ingin segera menyelesai kan masalah yang ada di perusahaan nya.


Saat sudah sampai di kantor, orang kepercayaan Pandu langsung menyambut nya dan setelah masuk ke dalam ruangan Pandu, Orang kepercayaan Pandu yang bernama Dimas langsung memberi kan informasi semua nya pada Pandu, Aldi dan Bima.


" Maaf tuan, ini semua laporan yang sudah saya cari tahu mengenai masalah yang kita hadapi saat ini" ucap Bima memberikan laporan yang sudah di salin oleh Dimas menjadi satu dalam Map.


Pandu, Aldi dan Bima melihat laporan itu, dan membaca nya dengan seksama.


" Jadi sekarang kerja sama kita di alih kan dengan perusahaan Prastya Group?" tanya Pandu pada Dimas.


" Benar tuan, dan masalah kerja sama kita dengan perusahaan yang lama di ambil alih oleh Prastya Group dan mereka juga yang mengganti rugi semua kerugian yang di alami oleh perusahan sebelum nya yang menjalan kan kerja sama dengan kita" sahut Dimas menjelas kan.


" Ini benar benar sabotase Ndu? sudah jelas mereka sedang maij main dengan Kita" ucap Bima memberi tahu.


" Tapi apa motif mereka melakukan ini pada kita, secara mereka mengeluar kan kerugian yang begitu besar untuk mengganti semua kerugian dengan perusahaan awal yang bekerja sama dengan kita" sahut Pandu.


" Tapi sampai sekarang kita belum tau siapa yang memegang kendali dalam proyek ini yang di percaya kan oleh Perusahaan Prasetya Gruop tuan, saat ini hanya asisten nya saja yang melihat kan wajah nya, tidak degan bos mereka" sambung Dimas memberi tahu.


" Dan kita juga sudah mendapat kabar, kalau malam ini Bos dari Prasetya Group mau bertemu langsung dengan Tuan" jelas Dimas memberi kan informasi pada Pandu dan yang lain nya.


Pandu, Aldi dan Bima yang mendengar nya begitu geram.


" Ndu, seperti nya mereka memang ingin kita datang ke sini, sebaik nya kita menyusun rencana Ndu, aku tidak mau sampai kita lengah dan mereka dengan mudah menghancur kan kamu dan keluarga kamu" ucap Aldi memberi saran.


" Baik lha kita sekarang nyusun rencana agar kita tidak terkecoh nanti" sahut Pandu.

__ADS_1


" Kakak akan menghubungi semua anak buah kita agar mereka bersiap" ucap Bima dan di angguki oleh Pandu dan Aldi.


" Dimas dimana mereka ingin bertemu?" tanya Pandu


" Mereka ingin bertemu di hotel Angkasa tuan, dan tadi saya dapat informasi dari orang suruhan kita, kalau bos dari Prastya Group sudah datang, dan saat ini sedang berada di hotel Angkasa" sahut Dimas.


" sebelum kita bertemu dengan Prastya Group, sebaik nya kita bertemu dulu dengan perusahaan awal yang bekerja sama dengan kita, Agar kita tau apa motif dari lawan kita sekarang" ucap Pandu memberi tahu.


Dimas yang mendengar ucapan bos nya langsung menghubungi sekretaris dari perusahaan sebelum nya yang menjalan kan kerja sama dengan perusahaan Atmaja Group.


Sedang kan Aldi mencari profil dari perusahaan Prasetya Group dengan teliti, siapa sebenar nya perusahaan Group ini.


Dan dari yang Aldi baca, Prasetya Group adalah bukan perusahaan yang begitu besar, dan saat ini Aldi belum tau siapa yang memegang perusahaan itu, karena profil nya di sembunyikan.


" Ndu, kak Bima, aku melihat profil perusahaan Prasetya Group, dan perusahaan ini bukan lha perusahaan besar, hanya perusahaan nomor urut 8 di Asia, sangat jauh dari Atmaja Group yang berdiri di nomor satu, tapi kenapa mereka begitu berani mengeluar kan uang begitu banyak hanya untuk mau menjalin kerja sama yang sudah di pegang oleh perusahaan lain selama hampir setahun ini" ucap Aldi menjelas kan.


" Aku rasa menjalin kerja sama dengan kita bukan misi dari mereka Ndu, tapi ada misi lain yang kita tidak tau itu apa, karena setelah mereka bisa mengalih kan kerja sama itu, mereka malah tidak melanjut kan pembangunan jembatan itu kan" sambung Aldi.


Pandu dan Bima berfikir dengan apa yang di katakan oleh Aldi.


Siapa kira kira mereka, kenapa mereka tiba tiba mengusik perusahaan ku, apa keluarga Iren yang lain, tapi gak mungkin, perusahaan mereka sudah akusisi, dan mereka tidak mungkin sanggup mengganti rugi dengan jumlah sebesar itu, siapa kira kira orang itu, batin Pandu.


Bersambung...


Jangan lupa tinggal kan jejak ya gaeeees, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak, Plissssss 🙏🙏


dan kasih Author hadiah ya gaeees, dan vote yang banyak, kasih koin untuk karya Author juga.

__ADS_1


karena dukungan kalian sangat berarti buat Author, terimah kasih banyak.


I Love You More 😊😊


__ADS_2