Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 189


__ADS_3

Kedua orang Talita tersenyum karena melihat keberanian anak nya, mereka tidak tahu kalau ini akan semakin memperberat hukuman anak nya di dalam penjara.


" Kau jangan terlalu sombong Pandu, kau bisa lihat sendiri kan sehebat apa putri ku" ucap papa Talita menyombong kan diri nya.


" Seharus nya kau tak menolak ajakan anak ku kemarin, karena itu juga menguntung kan diri mu, tapi sekarang sudah terlambat, kau tidak bisa melakukan apa apa karena kepintaran aku ku lebih dari diri mu" sambung papa Talita sambil tertawa mengejek.


Pandu diam saja tidak menanggapi ucapan papa Talita, dia terus memperhati kan Talita yang berjalan ke arah Pandu dan Kia.


Kini Talita mengarah kan pistol nya ke arah Kia, Pandu pun dengan sigap langsung menarik Kia ke belakang tubuh nya.


" Mas" panggil Kia.


" Tenang lha sayang, semua akan baik baik saja" sahut Pandu menenang kan Kia.


" Kenapa Pandu, kenapa kau melindingi istri mu yang tiba bisa memuas kan mu itu, kau takut dia mati" ucap Talita yang sudah beberapa meter berada di depan Pandu.


Bima dan Aldi dengan sigap menghubungi para polisi yang menunggu di luar, Aldi menyuruh mereka untuk memasang taktik agar tidak ada korban nanti nya.


" Sebaik nya kau sabut tuntutan mu Pandu, maka istri mu akan aman" ucap Talita


" Tak semudah yang kau fikir kan, aku tidak akan membiar kan wanita gila seperti mu berada di luaran dengan sesuka hati mu dan menghancur kan rumah tangga orang dengan kelakuan kotor mu" sahut Pandu dengan tatapan mata tajam nya.


" Hahahahaha....mereka bahkan ketagihan, apa yang di rugi kan dari mereka, perusahaan aman dan kepuasan juga di dapat, hanya kau yang bodoh menolak aku" ucap Talita dengan tawa nya.


" Nak sebaik nya kita keluar sekarang, dan kau akan bebas dari ini semua" ucap papa Talita dan di angguki oleh mama nya.


Semua yang ada di ruang sidang hanya bisa memandang jijik dengan kelakuan Talita dan kedua orang tua nya.


Mereka berfikir kenapa anak nya di biar kan memberi kan tubug nya pada semua lelaki yang di ingin kan anak nya, dan hal itu malah di dukung oleh kedua orang tua nya.


" Aku akan pergi setelah dendam ku terbalas kan Pa, setelah aku bisa membuat Pandu dan Istri nya menyesali perbuatan nya karena sudah menolak ku dan membiar kan aku tidur di dalam penjara selama satu minggu lebih" ucap Talita dengan tatapan dendam di mata nya.

__ADS_1


Hakin yang terus di geret oleh Talita merasa ketakutan karena takut di tembak oleh Talita,Para polisi yang di luar juga sudah menyiap kan ancang ancang untuk menangkap Talita dan tidak ada korban.


Firman sudah tiba di pengadilan karena tadi juga di kabari oleh Aldi, Firman mengintip dari balik jendela melihat situasi di dalam.


Orang suruhan Firman sudah berkeliling di luar pengadilan bersiap siap kalau Talita dan kedua orang tua nya kabur, mereka dengan mudah menangkap nya.


Talita sudah berada di depan Pandu, Aldi maju ingin mengambil pistol yang ada di tangan Talita, tapi Talita sudah mengarah kan pistol nya di kepala hakim.


" Satu langkah kau jalan, maka peluru ini akan menembus di kepala nya" ucap Talita.


Aldi langsung menghenti kan langkah nya, hakim yang di todong pistol pun semakin takut dan pucat.


" Gimana Pandu Bumi Atmaja, aku beri kau tawaran, ayo kita pergi dari sini, maka istri mu aman" ucap Talita lagi.


Pandu melirik Aldi dan Bima, mereka mengangguk kan tanda setuju saja saat ini, Kia yang tahu langsung menggeleng kan kepala nya karena tidak terima.


" Mas jangan pergi" ucap Kia sudah menangis.


" Mas jangan lakukan itu" ucap Kia lagi dengan air mata yang sudah mengalir deras.


" Masih seperti ini saja kau sudah menangis seperti itu, bagaimana kalau aku menyuruh mu untuk melihat kami saat sedang bercinta, mungkin kau langsung mati karena serangan jantung melihat suami mu dan aku mengerang karena menikmati percintaan kami" ucap Talita yang melihat Kia menangis tak rela.


Pandu hanya menatap Talita dengan tatapan membunuh, kedua orang Talita tersenyum dan berjalan untuk keluar dari ruangan pengadilan, Talita langsung menyuruh Pandu untuk berjalan mengikuti kedua orang tua nya.


Pandu pun langsung berjalan dan di susul Talita sambil menyeret hakim agar rencana nya berhasil.


Kia sudah menjerit memanggil manggil Pandu karena tidak rela suami nya pergi dengan wanita ular seperti Talita.


" Tenang lha Kiaz tidak terjadi apa apa pada Pandu" ucap Bima menenang kan adik ipar nya.


Saat pintu di buka oleh orang tua Talita, mereka melihat situasi aman, Firman dan para polisi serta anak buah Firman bersembunyi di balik mobil mobil yang terparkir di depan gedung persidangan.

__ADS_1


Saat Pandu dan Talita sudah keluar, mereka menuju mobil yang di kendarai orang tua Talita, tapi saat hendak membuka pintu, Firman langsung mengarah kan pistol nya tepat di kaki Talita dan


DOOOOOR


Suara tembakan terdengar sampai ke dalam ruangan, Kia terkejut aoa yang terjadi di luar, dengan sekuat tenaga Kia berlari melihat kekacuan di luar di dampingi Aldi dan Bima.


Setelah sampai di luar, Kia terkejut melihat Talita yang terduduk di pasir dengan darah yang mengalir di kaki nya, dan kedua orang tua Talita sudah di ringkus oleh para polisi.


" Mas" panggil Kia berlari ke arah Pandu di susul Aldi dan Bima.


" Bagaimana nona Talita, apa masih ingin bercinta dengan Pandu" tanya Bima setelah berada di deoan nya.


" Kau fikir rencana mu akan berjalan lancar, kau tidak mengenal siapa kami nona Talita, dan sekarang aku rasa hukuman mu akan di perberat setelah apa yang kalu lakukan tadi, maka nikmati lha hukuman mu di dalam hotel berbintang bersama dengan kedua orang tua mu yang mendukung kelakuan mu itu" ucap Aldi dengan tersenyum mengejek.


Pandu memeluk Kia dan mencium kening Kia agar ketakutan istri nya berkurang, dan hal itu di lihat oleh Talita.


" Aku hanya akan bercinta dengan istri ku saja Talitaz jadi kau jangan perna bermimpi untuk bisa melakukan itu dengan ku, dan sekarang kau nikmati lha hiduo mu mendekam di dalam penjara" ucap Pandu dengan mata tajam nya.


" Al urus semua nya, aku akan mengantar Kia pulang dulu" ucap Pandu sebelum masuk mobil.


Aldi dan Bima langsung mengurus semua nya, para polisi langsung membawa Talita dan kedua orang tua nya masuk ke dalam mobil untuk di bawa ke penjara yang ada di kota tersebut.


Firman yang melihat kejadian itu hanya menggeleng kan kepala nya dan ikut masuk ke mobil nya mengikuti mobik Pandu di susul oleh anak buah nya.


Bersambung


Jangan lupa tinggal kan jejak ya readers tercintaz dengan Like,komen dan Vote yang banyak plissss 🙏🙏, dan kasih Rete dan point yang banyak juga, author mohon 🙏🙏


Dukungan kalian sangat berarti dan membuat Author semangat buat nulis nya 💪💪


Love you More ❤❤💋

__ADS_1


__ADS_2