
" Raja tadi kakak liat kamu ugal ugalan di jalan sambil bawa wanita? siapa wanita itu? dan kenapa kamu kencang kencang tadi? malah bawa mobil butut kalian itu?" ucap Ara yang sudah marah pada Raja.
Azmi yang melihat Ara marah marah langsung mengerut kan alis nya, Azmi berfikir, gak di rumah sakit, gak di rumah gak di mana mana kenapa hobi nya marah aja.
" Ada maslah kecil aja tadi" ucap Raja dengan santai.
" Maslah kecil kamu bilang, kalau kamu sampai nabrak gimana, dan itu anak orang sampai kenapa napa? lagian siapa sih tu cewek, seperti nya dia anak baik baik, kakak lihat dari kaca mobil kamu" ucap Ara sekaligus bertanya.
" Wanita itu pemilik toko kue yang ada kakak makan tadi kak, adek kenal sama kak Aya, dia wanita yang baik, mirip banget sama mama lemah lembut, adek lebih setuju kak Raja sama kak Aya dari pada sama wanita yang rambut nya seperti buntuk kucing itu tadi, di warna warna tidak jelas, entah kenapa selera oma menurun sekarang" ucap Ratu yang keal dan duduk di sebelah Haikal sambil memakan kue yang ada di hadapan nya karena kesal.
Azmi yang melihat tingkah adik adik nya Ara merasa gemas sendiri, menurut nya Ratu sama seperti Ara yang judes tapi tetap cantik, dan Raja Cs yang dingin seperti tidak tahu dengan keadaan apa pun, dia merasa kalau Raja cs seperti dir nya.
" Nama nya Aya?" tanya Ara yang mengambil kue dan di letak kan di piring kecil yang ada di atas meja buat Azmi.
" Iyaa kak, nama nya Cahaya, penerang kak Raja dari kegelapan yang nama nya cinta" ucap Ratu sambil terkekeh melihat kakak nya yang tersenyum kecil mendengar ucapan adik nya.
Begitu juga dengan Lain nya tertawa karena mendengar ucapan Ratu.
" Sama seperti ku" ucap Azmi tanpa sadar.
" Emang kakak kenapa?" tanya Ratu yang tidak begitu mengenali Azmi, hanya tahu nama nya saja saat Azmi di pukul saat insiden kakak nya pulang malam tanpa kabar dan mengheboh kan seisi rumah.
Semua yang ada di sana menatap Azmi yang sedang menikmati kue pemberian Aya, Azmi yang sadar di lihatin pun langsung meletak kan kembali kue yang di pegang nya dan balas menatap semua orang yang saat ini menatap diri nya.
"Ada apa? kok natap aku nya begitu banget?" ucap Azmi yang pura pura tidak tahu.
__ADS_1
" Haiiis...kenapa semua orang dewasa mendadak pikun begini sih" ucap Ratu yang langsung mendapat tatapan dari kakak kakak nya.
Andra memandang Azmi yang sesekali mencuri curi pandang saat Ara memain kan ponsel nya.
" Kakak ada rasa sama kak Ara?" tanya Andra langsung.
" Kalau iya kenapa? gak boleh?" ucap Azmi dengan tatapan serius.
" Boleh boleh aja sih kak, asal kakak tahan aja sama tu kanjeng mami" menunjuk ke Ara dan Ratu yang msuk ke dalam rumah.
Azmi memandang Ara yang berjalan ke dalam rumah bertujuan untuk mengambil minum, karena minuman yang ada di meja mereka saat ini kurang.
" Jadi julukan itu buat kanjeng Ara" tanya Azmi yang langsung mendapat anggukan kepala dari tiga pria tampan di hadapan nya.
" Cocok sih buat dia" ucap Azmi langsung di sambut senyuman dari ketiga pria tampan, di tambah Azmi jadi empat.
" Dan kak Ara tidak pernah pacaran dan berdekatan dengan pria mana pun, karena setiap ada lelaki yang endekati nya, kita pasti turun tangan" ucap Andra yang langsung di angguki kepala oleh Raja dan Haikal.
" Terus kenapa sekarang kalian tidak turun tangan saat aku mendekati Ara?" tanya Azmi.
" Karena kakak memang laki laki yang sudah di pilih kan oleh keluarga kita, dan satu lagi papa sudah tahu bagaimana kakak dan keluarga kakak" Kali ini Haikal yang berbicara.
" Iyaa benar, entah kenapa kalian bisa ketemu, padahal kak Ara saat pembicaraan itu tidak begitu suka, dan mungkin saat tau kalau kakak yang di jodoh kan dengan nya pasti dia senang banget tu" ucap Andra dengan kekehan nya.
Azmi yang mendengar ucapan Andra langsung menunduk kan kepala nya, dia mengingat kejadian siang tadi saat Ara hampir saja jatuh dari gedung rumah sakit.
__ADS_1
Raja yang menyadari perubahan dari wajah Azmi langsung bertanya, " Ada apa kak? kenapa kaka berubah jadi murung begitu" tanya Raja.
Azmi menatap Raja Cs dan menghela nafas nya sebelum mencerita kan kejadian tadi siang di gedung rumah sakit.
" Yang kalian ucap kan tadi salah kalau Ara senang saat tahu kalau kakak yang dijodoh kan dengan nya, dia seperti tidak ada rasa sama kakak, apa lagi saat dia tahu kakak pernah patah hati dan menjadi pria kejam saat melihat wanita" ucap Azmi mencerita kan pada Raja Cs.
Raja langsung menatap Azmi dengan wajah sedih nya, dia pun langsung berpindah duduk dan menepuk punggung Azmi layak nya seoarang adik pada kakak nya.
" Aku yakin kalau kak Ara pasti ada rasa sama kakak, cuma saat ini dia masih memikir kan kisah masa lalu kakak" ucap Raja yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Azmi.
" Emang kalau boleh tahu kenapa dengan masa lalu kakak" tanya Andra.
Azmi menhembus kan nafas nya, " sebenar nya kakak gak mau mengingat kisah yang begitu pahit bagi kakak, tapi karena kalian calon adik ipar ku, jadi biar aku cerita kan pada kalian bagaimana kisah cinta ku yang gagal dulu" ucap Azmi yang langsung di angguki oleh ketiga nya.
Tanpa mereka sadari Ara dan Ratu dari tadi mendengar kan percakapan mereka, Ara senagaja mengajak Ratu untuk menguping pembicaraan mereka karena Ara juga ingin mengetahui kisah masa lalu Azmi yang begitu gelap sehingga Azmi tidak mau mengenal yang nama nya wanita kembali, dan menjadi pria yang berhati dingin bak salju.
Sedang kan Ratu yang tidak tahu apa apa hanya duduk di sudut tembok sambil memain kan ponsel nya dan memakan kue yang sempat ia comot dari dapur tadi saat selesai menyiap kan minum.
Ratu tidak mau negurusi kisah percintaan orang Dewasa, bagi nya itu terlalu rumit, dia hanya mau di cintai oleh seseorang yang tulus nanti nya, dan kalau kakak nya, dia akan mati matian mempersatu kan Raja dengan Cahaya, karena menurut nya hanya cahaya yang bisa membuat kakak nya tersenyum.
Bersambung
__ADS_1