
Pesawat mendarat dengan sempurna di bandara Soekarno Hatta, begitu pintu pesawat di buka dengan cepat Anita dan Bima langsung keluar terlebih dahulu agar bisa cepat menuju pintu keluar dan langsung pergi menuju rumah sakit.
Saat akan mau masuk ke mobil, Anita mengurungkan niatnya untuk naik dan berbalik arah menemui Kia yang sedang menuntun Oma Dewi di belakang.
"Kia kamu temani mama ya di rumah, kasian mama kalau harus ke rumah sakit lagi, nanti kalau Ara sudah lahiran kakak langsung kabari kamu" ucap Anita yang langsung di jawab anggukan serta senyuman di wajah Kia.
Kini mobil mereka terpisah, dua mobil pergi ke rumah sakit, dua mobil lagi pulang ke kediaman Atmaja.
Jangan di tanya Sabrina pulang kemana, Ia dan Karin justru mengekor kemana perginya Wisnu karena Sabrina memang sudah ada someting dengan Wisnu.
Wisnu sendiri juga jengah karena Sabrina terus-terusan mengikuti dirinya kemana pun dia pergi.
Kembali lagi ke rumah sakit, Azmi begitu pengertian dengan kondisi Ara, kini Ara sudah masuk ke pembukaan 7, dan air ketuban juga sudah pecah, Azmi dengan setia menemani sang istri agar bisa memberikan dan menyalurkan kekuatan untuk istri tercintanya.
"Sayang kamu harus kuat, sebentar lagi kita mau ketemu neng geulis, tarik nafas sayang" tak bosan-bosan nya Azmi terus mengucap kan kata kata itu.
" Kamu Uma yang hebat sayang, neng geulis pasti bangga punya Uma seperti kamu sayang" sambung Azmi sambil mengelus pinggang Ara untuk mengurangi rasa sakit yang luar biasa.
Tapi yang namanya mau lahiran normal ya memang harus sakit yang di cari, gimana sih Azmi ini.
Saat sedang meringis menahan sakit, Tiba-tiba pintu ruangan bersalin terbuka, dan masuk lah Anita ke dalam ruangan dengan wajah yang begitu panik.
Sedangkan Bima, Andra, Tiara, dan Haikal menunggu di luar bersama Pandu, Cahaya dan papa Nugroho.
" Kakak maafin mama nak, di saat kamu sedang berjuang mama malah tidak ada di samping kamu" ucap Anita saat sudah sampai di brangkar Ara dengan wajah sedikit menyesal.
Ara yang mendengar suara mama Anita langsung membuka matanya, air matanya langsung menetes seketika.
Ara langsung merentangkan tangannya untuk di peluk, dengan cepat mama Nita memeluk anaknya, Ara semakin tak kuasa menahan tangisnya, Azmi dan mamanya hanya bisa mengusap punggung Ara untuk menenangkan.
Satu jam sudah berlalu, pembukaan Ara masih pembukaan sembilan, rasa sakit yang di rasakan Ara semakin luar biasa di rasakannya.
Azmi begitu setia menemani istrinya agar Ara tidak merasa sendiri saat melahirkan buah cinta mereka.
" Aby sakit banget, Ara uda gak tahan" ucap Ara di sela sela menahan rasa sakit.
" Sabar sayang, itu rasa sakit gelombang cinta yang di buat anak kita, hehe" sahut Ara malah membuat lelucon agar Ara bisa tertawa dan lebih rileks.
Bukannya marah Ara malah tersenyum mendengar ucapan sang suami, tapi karena tidak tega melihat istri tercinta nya terlalu lama merasakan rasa sakit.
__ADS_1
Dengan perlahan Azmi mendekat kan wajahnya tepat di perut Ara untuk mengajak calon anak mereka berbicara.
" Anak Aby dan Uma yang cantik, kerja sama sama Uma ya sayang, biar kita bisa segera kumpul bersama sayang, ayo sayang tunjukan kemampuan mu agar kamu bisa cepat lahir kedunia, Aby sama Uma udah gak sabar lihat kamu sayang" ucap Azmi sambil mengelus perut Ara.
Dan dalam sekejab setelah Azmi berbicara, tendangan dari dalam perut Ara begitu kencang, detik kemudian Ara merasakan rasa sakit yang luar biasa.
Di genggamnya tangan sang suami untuk menahan rasa sakit yang luar biasa ia rasakan.
Sang dokter yang melihat reaksi dari wajah Ara langsung dengan sigap memeriksa Ara, dan dengan senyuman mengembang sang dokter langsung mengarah pada Azmi.
" Pembukaan sudah sempurna dokter Azmi, sudah waktunya Dokter Ara untuk mengeluarkan bayi cantiknya" ucap sang dokter yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Azmi.
Para perawat langsung mempersiapkan kan semua peralatan di dekat tempat tidur, Ara juga sudah di siap kan untuk waktunya mengejan, Azmi dengan setia mendampingi di atas kepala Ara dan tak lupa memberikan ciuman serta berdoa agar istri dan anaknya sehat setalah melahirkan.
" Ayo sayang kamu pasti bisa, dalam hitungan menit kita akan ketemu dengan neng geulis sayang" ucap Azmi memberikan semangat.
Ara hanya menjawab dengan anggukan kepala, Ara juga sudah bersiap siap untuk mengejan setelah di beri tahu waktunya oleh sang dokter.
" Ayo dokter Ara hitungan ke tiga langsung mengejan ya" ucap sang dokter memberi intruksi.
Ara hanya menganggukan kepalanya menjawab ucapan sang dokter.
1
2
3
" Mengejan dok" ucap sang dokter.
Dengan segera Ara mengejan sekuat tenaga nya sesuai intruksi. Namun belum berhasil, neng geulis belum mau keluar.
" Tahan sebentar dok, tarik nafas dokter Ara, ambil tenaga kembali, sabar yaa kita usap usap dulu perutnya biar nya tegang kembali" ucap sang dokter menjeda agar Ara berhenti sesaat.
" Ayo bersiap dokter Ara, neng geulis uda bereaksi kembali, hitungan ke tiga kembali mengejan sekuat tenaga ya dokter"perintah dokter organ Ara.
1
2
__ADS_1
3
" Ekkgeeeeeeemmm" Ara mengejan dengan sekuat tenaga.
Daan di detik kemudian Ara dan Azmi ahkirnya bisa unboxing neng geulis yang sudah 9 bulan lama nya di nanti nanti.
Oekkkkk.... oekkkkkk... oekkkkkk
Suara nyaring neng geulis terdengar begitu nyaring di telinga Ara dan Azmi.
Ara langsung bernafas lega, dada nya bergetar mendengar suara anak nya untuk pertama kali.
Air mata bahagia langsung keluar di mata Ara dan Azmi.
" Terima kasih sayang sudah memberikan Aby putri yang begitu cantik, Terima kasih yang sudah mau melahirkan anak anak Aby, Terima kasih sudah mau menjadi ibu dari keturunan Aby, I love you sayang, I love you" ucap Azmi di telinga Ara dan semakin membuat Ara terisak dengan kata kata yang di berikan oleh Azmi.
Setelah tapi pusat di potong, dengan segera sang dokter meletakkan neng geulis tepat di dada Ara untuk segera di peluk.
Bayi mungil yang langsung menerima genggaman tangan Ara, bayi yang masih ada sisa darahnya di tubuh mungilnya.
Ara dan Azmi kembali menangis bahagia saat sang bayi berusaha untuk membuka kelopak matanya.
Setelah selesai mengeluarkan sisa ari-ari di dalam perut Ara, sang bayi kembali di ambil oleh perawat untuk segera di bersihkan dan di timbang serta di ukur panjang tubuhnya dan tak lupa memeriksa kesehatan sang bayi oleh dokter spesialis anak.
Ara juga masih di tindak lanjuti untuk menjahit yang sedikit robek akibat mengeluarkan neng geulis.
" Kita jahit semua atau mau di tinggali dikit dokter Azmi" ucap sang dokter dengan senyuman di bibir nya yang membuat Azmi salah tingkah.
" Semua saja dok, biar saya buka perawan lagi" jawab Azmi dengan wajah datarnya.
PUK
Ara langsung menumpuk bahu Ara walau dirinya masih begitu lemas dan di sambut tawa oleh dokter dan perawat yang ada di sana, sedangkan Azmi hanya bisa tersenyum cengir melihat istrinya yang sudah naik tanduknya.
Bersambung.
Ahkirnya neng geulis uda di unboxing juga ya readers tercinta.
Tinggal Cahaya dan Raja ni, tapi masih lama tu, kita fokus ke pernikahan Haikal dan Ratu ya setelah ini.
__ADS_1