Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 60


__ADS_3

Saat Kia masuk ke dalam kamar mandi, pandu langsung mengambil ponsel nya yang berada di saku celana nya.


Pandu menghubungi Aldi untuk menyuruh Aldi untuk ke ruang kerja nya.


Tuuut......tuut...tuuut...( bunyi nada sambung di ponsel Pandu ).


" hallo Ndu, ada apa?"tanya Aldi dari sebrang ponsel nya.


" Segera keruangan ku kerja Al, ada yang mau aku bicara kan" sahut Pandu dan langsung mematikan sambungan telpon nya.


Aldi pun langsung beranjak dari sofa yang di duduki nya untuk beranjak ke ruangan kerja Pandu.


Mama Dewi yang melihat Aldi beranjak pun langsung bertanya.


"Mau kemana Al?" tanya mama Dewi.


" Aldi mau keruangan kerja Pandu Om, Tan, Tadi Pandu menyuruh Aldi ke ruang kerja karena ada yang mau di bahas nya" sahut Aldi.


" Oh..yasudah sana cepatan, keburu nunggu si Pandu, yang ada kamu bisa di telan nya hidup hidup entar" ucap Anita dan langsung di sambut tawa kekeh semua yang ada di ruangan itu.


" iya kak" sahut Aldi pada Anita.


" Ayo kak Bima, sekalian kita kasih tau laporan yang kita dapat dari teman kakak tadi pagi" ucap Aldi mengajak Bima.


" ayok" sahut Bima dan langsung beranjak menuju lantai dua dimana terdapat ruangan kerja Pandu.


Sementara di dalam kamar, Kia yang sudah bersih -bersih langsung menuju tempat tidur nya yang di tunggu suami nya.


" Kenapa Mas masih di sini? kata nya tadi mau ke ruang kerja?" tanya Kia.


" mas nunggu Kamu sayang" sahut Pandu langsut membantu Kia untuk berbaring di atas tempat tidur dan menyelimuti istri nya.


" mas keruang kerja dulu ya sayang" Ucap Pandu langsung mencium kening istri nya dengan lembut dan di jawab anggukan kepala oleh Kia.


Pandu langsung beranjak keluar dari dalam kamar nya dan menuju ke ruang kerja nya yang berada tak jauh dari kamar tidur mereka.


Saat Pandu membuka Pintu, Aldi dan Bima sudah menunggu Pandu duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Pandu.


" Maaf nunggu lama, tadi aku nunggu Kia bersih bersih dulu" ucap Pandu.


" Gak Apa apa sanati aja kali ucap Aldi dan di anggukin Bima tanda setuju apa yang di ucap kan Aldi.


" Kia sudah tau mengenai luka yang ada di punggung nya kalau istu bekas tembakan" ucap Pandu langsung.

__ADS_1


Aldi dan Bima terkejut mendengar ucapan Pandu, mereka takut kalau kondisi Kia memburuk karna memikir kan insiden penembakan yang terjadi minggu lalu.


" Jadi gimana kondisi Kia sekarang?" tanya Bima.


" Dia gak apa apa kak, aku sudah memberi tahu nya tidak ada yang perlu di takuti" sahut Pandu dan langsung di anggukin kepala  oleh Aldi dan Bima.


" Gimana hasil nya Al? apa sudah ketemu sama pelaku nya" sambung Pandu langsung menanyakan hasil kerja anak buah mereka pada Aldi.


" Sudah ada kemajuan Ndu?teman kak Bima sudah meretas nomor ponsek yang di gunkan oleh penembak ketika mereka maunghubungi pihak rental mobil" ucap Aldi memberi tahu hasil laporan nya pada Pandu.


" lalu" tanya Pandu kembali.


" Menurut hasil yang di lacak sama teman kakak, kalau nomor ponsel itu sekarang ada di kota Bali, tapi mereka merubah data diri mereka saat meninggal kan kota ini" Sambung Bima menjelas kan laporan nya.


" Dan sekarang teman kakak lagi mengintai dimana nomor ponsel itu berada sekarang, kerana pelaku masih memggunakan nomor tersebut, Dia cuma merubah data diri nya saja, tapi ponsel dan nomor Hp nya mash di gunakan si pelaku" sambung Aldi.


Pandu yang mendengar hasil kerja orang suruhan nya pun sedikit lega, karena sebentar lagi dia akan mengetahui siapa yang menembak istri nya.


" Baik lha Al, kak Bima sudah mau membantu menyelidi ki kasus ini" ucap Pandu berterimah kasih.


" Santai aja kali ndu, kayak sama siapa aja kamu" sahut Bima dan langsung di anggukin kepala oleh Aldi tanda setuju apa yang di kata kan Bima.


Setelah pembicaraan selesai, Mereka pun langsung ekuliar dari ruangan kerja Pandu.


******


Di tempat lain, Iren yang sudah cantik dan rapi dengan pakaian yang super seksi, menuruni anak tangga untuk pamit pada orang tua nya yang sedang santai duduk di ruang keluarga sambil menonton telivisi.


mama Iren yang melihat anak nya suda rapi pun bertanya.


" Kamu mau kemana lagi sayang? bukan nya kamu baru aja sampai beberapa jam yang lalu? apa kamu tidak capek pergi pergi terus? tanya mama Iren dengan pertanyaan yang beruntun.


" Iren mau menemui Pandu ma" jawab nya santai dan langsung mencium pipi mama dan papa nya secara bergantian.


" Daah mama.. daah papa" pamit Iren melangkah keluar rumah nya.


"Bukan nya Pandu lagi menemani istri nya ya Ma? tanya Papa Iren.


" Iya pa, mungkin Iren mau jenguk Istri nya Pandu kali Pa" sahut Mama Iren yang tdak ambil pusing.


Papa Iren hanya mengangguk kan kepala nya mengerti dan melanjut kan menonton televisi bersama istri nya.


Iren yang sudah sampai di kantor Pandu Pun langsung masuk tanpa memeperdulikan orang orang yang memperhati kan nya.

__ADS_1


Tapi saat Iren melewati meja resepsionit, Ia di henti kan oleh karyawan Pandu.


"Maaf ibu mau kemana? Kantor ini punya aturan, tidak boleh orang asing masuk tanpa permisi" ucap karyawan Pandu yang bernama tag Anggun.


Iren yang mendengar diri nya di sebut orang asing langsung marah besar.


"kamu tidak tau aku siapa hah? berani sekali kamu  memperlukan ku seperti ini, aku mau menemui Pandu" ucap Iren langsung.


" Pak Pandu nya tidak masuk Buk" sahut Anggun.


" Pandu belum Masuk? apa Pandu masih berduka"? tanya Iren pada karyawan Pandu.


Karyawan Pandu yang mendengar kata berduka saling melempar pandang tanda tidak mengerti dengan ucapan wanita yang ada di hadapan mereka.


Saat Anggun mau menjawab, datang aldi dari arah belakang Iren karena mendengar keributan di kantor nya.


" Ada apa ini? tanya Aldi.


Iren langsung membalik kan badan nya menghadap ke arah suara.


" Aldi" sapa Iren.


Aldi yang melihat Iren di depan nya pun langsung memandang wajah Iren tak suka.


" Ngapain kamu kesini? kalau nyari Pandu, dia gak ada?" tanya Aldi dengan suara malas nya.


" Dimana Pandu, aku mau memberi belasungkawa atas meninggal nya istri Pandu.


Aldi yang mendengar perkataan Iren langsung mengeras kan rahang nya dan mengepal kan tangan nya.


" Apa Maksud mu?" Tanya Aldi yang sudah emosi.


 


 


 


Bersambung .........


Jangan Lupa untuk Dukungannya untuk Author dengan cara Like , Komen dan Vote,


Karena dukungan kalian adalah penyemangat Author untuk berkarya.

__ADS_1


Terima Kasih Banyak


__ADS_2