
Semua mata tertuju pada pintu yang mulai terbuka, keluar lah satu wanita dengan memakai gaun berwarna hijau tiska, tubuh nya yang menyerupai Ara tentu nya.
" Nah tuan Azmi, menurut tuan siapa kah wanita yang berdiri di sana, wanita pujaan hati tuah kah atau bukan? karna kalau tuan salah menebak maka pasangan itu yang akan menajdi tunanagan tuan haru ini" ucap Mc
" Jangan dong, wanita pujaan saya tidak bisa tergantikan di hati saya" sahut Azmi yang langsung dapat sorakan dari para tamu dan Mc.
Keluarga Atmaja dan Nugroho hanyabisa tersenyum melihat kelucuan yang di buat Mc dan Azmi di atas panggung.
" Oke..okee..silah kan di tebak tuan Azmi" ucap Mc.
Azmi melihat ke arah wanita yangberdiri di depan pintu, dengan senyuman mengembang di bibir nya, Azmi langsung menggeleng kan kepala nya, " wanita itu bukan wanita pujaan saya" ucap Azmi dengan yakin.
" Benar kah tuan seyakin itu?" tanya Mc.
" Yakin 1000%" sahut Azmi mantap.
Mc pun langsung menyuruh wanita yang berdiri di depan pintu membuka selendang yang menutupi kepala nya, dan ternyata benar, wanita itu bukan lah Ara melain kan Silvy, sahabat Ara di rumah sakit.
Tepuk tangan langsung di sambut oleh para tamu dan Mc tentu nya karena jawaban Azmi tepat.
" Baru satu tuan Azmi, jangan senang dulu, okehh kita lanjut wanita selanjut nya" ucap Mc.
Keluar lah wanita yang memakai gaun berwarna pink, gaun yang begitu indah, dengan tubuh yang benar benar hampir mirip dengan tubuh Ara, Azmi melihat nya dengan seksama, namun lagi lagi dia tersenyum sebelum menjawab.
" Wanita yang kedua ini juga bukan wanita pujaan hati saya, melain kan dia adalah wanita pujaan hati calon adik ipar saya, saya gak berni dekati dia, bisa bisa saya di mutali sama dia sebelum saya menikah kalau saya mendekati wanita pujaan hati nya" ucap Azmi menatap ke arah RAja.
Semua tamu tertawa mendengar ucapan Azmi, " Emang siapa wanita yang berdiri di sana tuan? apakah tuan mengenali nya" tanya Mc.
" Kamu bisa tanya pada adik ipar saya yang duduk di sana" ucap Azmi menujuk ke arah Raja yang mentap nya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Mc pun langsung menelan saliva nya dengan susah, " Wahh kalau itu saya juga ga berani tuan, okeh lah tuan Raja, silah kan di jemput sendiri pujaan hati nya" ucap Mc menyuruh Raja menjemput Cahaya.
Yaahh,,wanita kedua yang keluar dari pintu adalah Cahaya, Raja oun berjalan ke arah Cahaya dan menjemput Cahaya yangberdiri di depan pintu.
Lagi lagi para tamu tepuk tangan dengan begitu meriah, dan kini wanita ketiga yang sudah keluar.
Azmi mengamati nya dengan begitu teliti, dan kali ini senyuman mengembang di bibir nya.
" Dia wanita pujaan hati saya" ucap Azmi dengan mantap.
" Tuan yakin" tanya Mc.
" Sangat yakin" sahut Azmi.
Dan Azmi pun di suruh berjalan ke arah dimana wanita itu berdiri, dan Azmi di suruh membawa wanita tersebut ke atas panggung, namun Azmi gak boleh langsung membuka penutup kepala yang menutupi kepala wanita tersebut.
" Kalau ternyata tan salah bagaimana?" tanya Mc.
" Saya yakin saya gak salah, karena saya tahu benar calon istri saya" sahut Azmi.
" Baik lah kalau begitu mari kita suruh buka penutup kepala nya ya, dan kita hitung sama sama sampai tiga ya, silah kan tuan Azmi buka penutup kepala nya sampai kita selesai menghitung" ucap Mc.
Satu
Dua
Ti.....ga
Azmi pun langsung membuka penutup kepala wanita yang ada di hapdapan nya, dengan wajah senyuman, Ara mencul dengan senyuman manis nya menatap ke arah Azmi dan malu malu melihat ke arah para tamu undangan yang hadir.
__ADS_1
Azmi pun tak kalah senyum nya dari Ara, dia begitu terpana melihat kecantikan Ara yang berada di depan mata nya.
" Tepuk tangan dulu buat tuan Azmi, seperti nya tuan Azmi punya indra keenam ya, bisa tahu dengan tepat wanita yang menajdi calon istri nya" ucap Mc yang disambut tawa oleh para tamu.
Cahaya juga tersenyum senang saat melihat Ara dan Azmi berada di depan panggung, Raja yang melihat Ara tersenyum di samping nya merasa tidak suka senyuman Cahaya di lihatin oleh para tamu laki laki di sana.
" Jangan tersenyum seperti itu, aku gak suka lihat nya, lihat lha mereka seperti ingin memakan mu" ucap Raja dan menujuk ke arah laki laki yang berada di sana.
Cahaya pun langsung terdiam dan melihat ke arah Raja,ditatap nya Raja yang sudha melihat nya tak suka, Cahaya pun mengelus tangan Raja dengan lembut.
" Biar kan mereka melihat ke tersenyum, yang penting senyuman ku hanya buat kamu saja, jangancemberut begitu" ucap Cahaya dengan lembut.
" Kalau mereka bisa melihat senyuman mu, itu arti nya kamu sudah berbagi senyuman mu dengan mereka" ucp Raja yang langsung membuat Cahaya terdiam dan tidak tersenyum lagi.
Haikal, Ratu, dan Andra yang berada di dekat mereka hanya bisa menggeleng kan kepala mereka karena mendengar ucapan Raja.
Acara pun berlanjut, Kini Ara di beri kesempatan unuk berbicara di atas panggung untuk meminta izin pada kedua orang tua nya, dan setelah itu bergantian oleh Azmi.
" Mama..papa..terima kasih sudah melahir kan kakak dan membesar kan kakak sampai kakak sudah menjadi seorang wanita dewasa sekarang, kalian begitu sabar dalam mengurus kakak, dari rewek nya kakak, cerewet nya kakak, kalian berdua selalu tersenyum saat menghadapapi kakak" ucap Ara dengan suara bergetar ingin menangis.
" Di sini dan hari ini kakak meminta restu pada mama dan papa yang kakak sayangi, yang paling kakak cintai, untuk merestui kakak melanjut kan ke jenjang yang lebih serius menuju halal nya dengan pria yang kakak cintai, pria yang membuat hati kakak merasa selalu bahagia, dan pria yang bisa membuat jantung kakak berdebar" ucap Ara memandang ke arah Azmi yang tersenyum menghadap ke arah nya.
" Kakak gak minta apa apa, kakak cuma minta doa restu dari seluruh keluarga kakak, agar ibadah yang mau kakak jalan kan ini akan menjadi ibadah kakak selanjut nya untuk menuju halal nya kami berdua nanti nya, dan menajdi kan kami keluarga yang sakinah,mawaddah dan marahman sampai maut memisah kan kami seperti cinta mama dan papa tentu nya" ucap Ara yang sudah merebes air mata nya.
Begitu juga dengan Anita yang sudah berlinang air mata saat melihat putri nya sudah sebesar itu dan menita izin untuk meminta doa pada nya munuju halal nya.
bersambung.
__ADS_1