
Sementara Aldi langsung mengantar Widya pulang menggunakan mobil Widya, Aldi akan mau menghubungi Pandu dimana keberdaan nya sekarang, tapi Aldi mengurung kan niat nya karena berfikir Pandu dan Kia masti sedang menyelesai kan masalah.
Widya yang perasaan nya tidak enak dari tadi memikir kan sahabat nya sekaligus saudara nya, siapa lagi kalau bukan Kia.
" Mas jalan nya pelan pelan saja, hujan nya lebat sekali" ucap Widya memberi tahu pada Aldi.
" Iya sayang" sahut Aldi.
Namun tiba tiba mata Widya langsung terbelalak melihat ke arah pinggir jalan, Widya masih ingat dengan warna baju yang di pakai Kia tadi.
" Mas...Mas berhenti Mas" ucap Widya langsung menyuruh Aldi berhenti mendadak.
Untung saja tidak ada mobil di belakang mereka, kalau ada pasti sudah terjadi kecelakaan.
Aldi ingin bertanya kenapa Widya menyuruh nya berhenti mendadak, tapi saat Aldi melihat Widya yang sudah keluar dari mobil dan langsung menerobos hujan yang begitu lebat.
" sayang kamu mau kemana" teriak Aldi namun tak di gubris Widya.
Mata Aldi mengikuti arah Widya berlari dan langsung terkejut melihat Kia sudah tergeletak di pinggir jalan.
" Kiaa..." ucap Aldi masih tak percaya.
Sementara Widya sudah memangku kepala Kia berusaha membangun kan Kia, namun Kia tak kunjung membuka mata nya.
Aldi pun dengan sigap langsung keluar dari mobil dan berlari ke arah istri nya dan Kia.
" Mas Kia Mas...kita harus bawa ke rumah sakit sekarang" ucap Widya.
Aldi langsung sigap mengangkat tubuh Kia dan membawa masuk ke dalam mobil, Widya duduk di kursi belakang dan memangku kepala Kia.
" Kia apa yang terjadi pada mu, kenapa kamu bisa pingsan di pinggir jalan dan hujan hujanan" ucap Widya mengelus pipi mulus Kia.
Aldi melaju kan mobil nya sedikit menambah kecepatan, sesekali Aldi melihat ke arah belakang dari spion tengah nya.
__ADS_1
" Mas cepetan sedikit, tubuh Kia panas Mas, Widy takut terjadi sesuatu dengan Kia dan bayi nya" ucap Widya yang sudah semakin khawatir dengan Kia.
Sementara Pandu menelusuri jalanan mencari keberadaan istri nya, Pandu merasa sesak di dada nya karena begitu khawatir dengan istri nya.
" Sayang kamu dimana?" ucap Pandu yang sudah mengeluar kan air mata nya.
Sementara di rumah sakit, Ricki begitu terkejut melihat Aldi lari lari dengan menggendong tubuh Kia masuk ke dalam rumah sakit, Ricki yang kebetulan berada di loby terkejut melihat ketiga nya sudah kuyup.
" Al apa yang terjadi dengan Kia, kenapa kalian basah kuyup, dimana Pandu?" tanya Ricki yang sudah beruntun memberi kan pertanyaan.
" Nanti saja kamu bertanya nya, sekarang tarik brangkar nya" ucap Aldi.
Ricki dengan sigab langsung menarik brangkar yang tidak jauh dari tempat dia berdiri.
Kia pun di doronh dan langsung di masukan ke dalam UGD, Widya ikut masuk untuk memeriksa keadaan bayi Kia karena Widya memang spesialis kandungan, sedang kan Ricki memeriksa keadaan Kia.
Aldi menunggu di luar dengan keadaan cemas, dia langsung menghubungi Pandu untuk memberi tahu kalau Kia saat ini ada di rumah sakit.
Pandu yang dapat telpon dari Aldi pun langsung melaju kan mobil nya menuju rumah sakit, persaan nya sudah tak menentu begitu mendengar kabar dari Aldi kalau Kia masuk rumah sakit.
" Al gimana keadaan Kia, kenapa Kia bisa masuk rumah sakit?" ucap Pandu saat sudah di depan Aldi.
Aldi tidak menyahut sama sekali,tatapan mata nya berubah menjadi tajam melihat Pandu, Pandu sendiri yang tidak mendapat jawaban dari Aldi bertanya kembali.
" Al bagaimana keadaan Kia dan calon anak kami, kenapa Kia bisa masuk rumah sakit, apa yang terjadi pada Kia Al?" tanya Pandu lagi.
Bukan nya menjawab, namun Aldi melayang kan pukulan di wajah Pandu.
Buuggggh
" Masih bisa kamu bertanya Ndu, setelah apa yang kamu perbuat pada istri mu" ucap Aldi yang sudah emosi.
" Al...kenapa kamu malah memukul ku" tanya Pandu terkejut dengan pukulan Aldi.
__ADS_1
" Itu pantas untuk mu Ndu, karena kamu tidak pernah sadar dengan kecerobohan mu, sudah berapa kali aku berkata pada mu, kalai kamu harus mengurangi rasa cemburu mu pada Kia, kamu tahu sendiri kalau Kia iti wanita cantik dan lembut hati nya, semua lelaki pasti terpikat pada nya, tapi yang terpenting Kia selalu mencintai kamu, kenapa kamu selalu meragukan cinta dan sayang nya Ndu, sampai sampai kamu membiar kan Kia pingsan di pinggir jalan dan hujan mengguyur tubuh nya" bentak Aldi yang sudah tidak tahan melihat sikap Pandu.
Deg
Jantung Pandu mendadak berhenti saat mendengar Kia pingsan di pinggir jalan dalam keadaan hujan deras, air mata Pandu menetes perlaham di wajah nya, dia mengakaui kalau diri nya memang bodoh.
Sementara Aldi yang melihat Pandu terdiam dan menangis langsung mengusap wajah nya kasar.
" Berdoa lah semoga tidak terjadi apa apa pada Kia dan bayi kalian" ucap Aldi langsung duduk kembali di kursi tunggu.
Pandu berjalan gontai menuju pintu UGD, di lihat nya ke dalam dari kaca kecil, terlihat lah tubuh Kia yang terbarik di brangkar rumah sakit dengan tubuh lemah dan di tangani oleh beberapa dokter.
Air mata Pandu menetes dengan deras nya, Pandu mengingat apa yang dia lakukan beberapa jam lalu, kebodohan nya karena cemburu berlebihan membuat istri nya sekarang terbaring lemah di rumah sakit.
Pandu duduk memeluk lutut nya sambil berdoa agar Kia dan Calon anak mereka tidak kenapa napa, Aldi yang melihat Pandu merasa tak tega, tapi Aldi tetap membiar kan agar Pandu bisa berubah dan tidak terlalu cemburu berlebihan.
Tak lama pintu UGD terbuka, keluar lah Widya,Ricki dan dokter jaga di UGD serta Para perawat, Namun dokter jaga dan perawat hanya menunduk kan kepala nya sedikit karena melihat pemilik rumah sakit ada di depan pintu, kemudian mereka langsung melanjut kan kembali langkah mereka meninggal kan ruangan UGD.
Widya dan Ricki berdiri di depan pintu dan melihat keadaan Pandu yang begitu kacau.
" Bagaimana keadaan Kia dan calon anak kami" tanya Pandu yang sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi Kia dan kandungan nya.
" Kia sudah tidak apa apa kak, bayi nya juga tidak apa apa, tadi suhu tubuh nya sempat naik, dan itu sangat tidak baik untuk kandungan Kia, tapi kita sudah kasih obat penurun panas untuk Kia, sekarang Kia sudah tidak apa apa,hanya saja tubuh nya masih lemah, dan Kia juga sudah kita pindah kan ke ruang perawatan" ucap Widya menjelas kan agar Pandu tidak khawatir lagi.
Bersambung...
Mohon untuk selalu dukung karya author ya readers tercinta
Dengan Like,Komen positif, Vote
Kasih bunga dan kopi yang banyak ya plisss 🙏🙏
Dan terimah kasih atas dukungan kalian, karena dukungan kalian lah yang membuat author semakin sangat untuk nulis.
__ADS_1
Salam hangat author untuk reders tercinta 😊😊
Love You ❤💋