
Seorang pria tampan duduk di sebuah kafe seorang diri sambil menyesap rokoknya, helaan nafas berkali-kali ia keluarga berharap agar rasa sesak dan fikiran langsung kembali tenang.
Hembusan asap rokok yang di keluarkan dari mulutnya begitu di pandanginya dan saat asap tersebut menghilang ia kembali melanjutkan hisapan rokoknya dan melakukan hal yang sama.
Dari jauh, Andra langsung mendatangi sang kakak ipar yang menurutnya galau malam ini.
" Ck, segitu galaunya kakak ipar gue malam ini" canda Andra yang langsung duduk di kursi kosong di hadapan Wisnu.
Sejak pulang dari rumah sakit setelah selesai acara pernikahan Arti dan Yusuf. Andra melihat ada yang tidak beres dengan kakak iparnya, hingga Andra langsung menghubungi Tiara untuk tidak langsung pulang melainkan mengikuti Wisnu. Dan di sinilah malam ini mereka duduk, di sebuah kafe yang tak jauh dari rumah besar Atmaja.
" Katakan lah apa yang ingin kamu katakan kak, aku siap menjadi teman curhatmu, agar apa yang kamu rasakan bisa lebih berkurang sedikit" ucap Andra sambil menyesap capucino yang sudah di pesannya sedari tadi.
__ADS_1
Wisnu menatap Andra sejenak kemudian langsung membuang pandangannya ke arah lain sambil menghela nafas dengan dalam.
" Tidak ada yang mau di bicarakan, aku ke sini karena mau santai sejenak, Tiara akan melarang aku buat ngerokok, jadi aku mampir ke sini mau ngerokok sejenak sambil minum kopi, ahkir-ahkir ini di kantor lagi banyak kerjaan, jadinya numpuk dan membuat aku jarang santai" sahut Wisnu langsung mematikan rokoknya dan meminum kopi hitam yang ada di hadapannya.
" Yakin" ucap Andra dengan tatapan menelisik.
Wisnu langsung menganggukkan jawabannya dengan mantap. Andra sendiri melihat minuman yang di minum Wisnu langsung memicingkan alisnya sebelah.
" Lagi pengen aja" ucap Wisnu yang kemudian menyesap kopi hitam di hadapannya.
" Aku tahu apa yang kamu rasakan, cinta bertepuk sebelah tangan itu gak enak, ibarat nahan kentut yang bakalan jadi sakit perut ujung-ujungnya. Tapi kalai di paksa juga gak baik, takutnya jadi buat masalah di kemudian hari" ucap Andra ahkirnya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Wisnu.
__ADS_1
" Jangan marah dulu, kalau emang itu gak terjadi sama hati mu, kamu gak perlu marah, tapi yang pasti jangan memendam perasaan yang sudah pasti dia bukan milik kamu, dia sudah jadi milik orang lain, jadi aku harap kamu move on dan lupakan dia, dan sambut lah cinta yang memang nyata untuk mu sekarang" lanjut Andra.
Wisnu yang mendengar ucapan Andra langsung menudukkan pandangannya dan memainkan mancis yang ada di tangannya.
" Aku gak tahu perasaan ku sama dia itu hanya sebatas kagum atau emang benar cinta, dulu aku merasa biasa saja dengannya, namun saat Yusuf mengatakan perasaannya tepat di acara pertunangan kalian, aku merasa hati ini sesak, walau pun aku bisa menerima Arti dan Yusuf" ahkirnya Wisnu membuka keluh kesahnya.
" Tapi tadi saat Yusuf mengucapkan ijab kabulnya, hati ini kembali nyeri melihatnya, namun saat ini aku sudah berjanji pada seorang wanita kalau aku akan terus menjadikan dirinya milikku, walaupun aku gak tahu bagaimana perasaan ku saat ini padanya" sambung Wisnu.
" Apa wanita itu Sabrina?" tanya Andra.
Wisnu menjawab dengan anggukan kepala tanpa menatap wajah Andra yang terkejut melihat jawaban Wisnu.
__ADS_1
Bersambung.