
Di lihat nya sekeliling ruangan, dia tidak tahu berada dimana, di lihat nya baju nya sudah terganti dengan kemeja lelaki, dan di rasa kan nya kalau kepala nya tidak tertutup hijab, perlahan Bela mengangkat tangan nya untuk memastikan apakah dia memakai hijab atau tidak, saat tangan nya menyentuh rambut nya, Bela langsung melotot kan mata nya, jantung berhenti mendadak, dan air mata nya langsung keluar dari mata nya.
Bayu yang masih masih menyimpan obat nya kembali di nakas sebelah tempat tidur yang di tidurin Bela tidak memperhatikan kalau Bela sudah menangis tanpa bersuara.
" Aaaaaaaaaahh ibu maafin Bela, Bela tidak bisa menjaga diri Bela sendiri, Bela sudah kotor bu, Bela sudah kotor" tiba tiba Bela berteriak sambil mengusap ngusap kasar seluruh tubuh nya.
Bayu yang terkejut mendengar Bela berteriak langsung memegang tangan Bela agar tidak melukai tubuh Bela, Niko yang tidur di sofa apertemen Bayu juga ikut terkejut dengan teriakan Bela, dan dia langsung masuk ke dalam kamar yang di tempati Bela.
" Bela kamu tenang dulu, kamu tidak apa apa Bel, Kamu suci lihat aku Bel" ucap Bayu sambil memegang tangan Bela.
" Aki sudah kotor, aku malu dengan diri ku sendiri, lepas kan aku" sahut Bela terus berteriak dan berontak.
Niko yang masuk ke dalam terkejut melihat Bela yang histeris, Bayu melihat kedatangan Niko langsung menyuruh nya keluar lagi dengan mengkode kan kepala nya, itu semua agar Bela tidak semakin histeris saat melihat Niko juga.
Niko pun langsung keluar dan kembali duduk di sofa, Bela tetap saja menangis mengira diri nya sudah kotor.
" Bela dengar aku, kamu masih suci, kamu masih gadis, aku sudah menyelamat kan mu" ucap Bayu dengan suara sedikit keras.
Bela langsung terdiam memandang ke wajah Bayu, Air mata masih mengalir di pipi Bela walau pun Bela tak bersuara.
" Kamu sudah aman Bel, aku sudah menghajar para preman itu, bahkan mereka sekarang sudah di bawa ke kantor polisi" ucap Bayu pelan.
" Terus dimana aku sekarang, kenapa baju ku sudah ganti, dan kenapa aku tidak memakai hijab ku" tanya Bela dengan suara parau nya.
" Kamu sekarang berada di apertemen ku Bel, semalam kamu pingsan, aku tidak tahu dimana alamat rumah mu, maka nya aku bawa kamu ke sini, dan baju kamu semalam basah, jadi kamu sekarang makai kemaja ku" ucap Bayu memberi tahu.
Mendengar perkataan Bayu kalau sekarang diri nya memakai kemeja Bayu, Bela langsung melotot kan mata nya, di lepas kan genggaman tangan nya dari tangan Bayu, Bela langsung menarik selimut sampai ke leher nya, dan menggeleng kan kepala nya dengan perlahan.
Bayu yang melihat Bela seperti memikir kan sesuatu langsung sadar kalau Bela pasti berfikir diri nya lah yang mengganti kan baju Bela.
__ADS_1
" Kamu tenang Bel, semua gak seperti yang kamu fikir kan, bukan aku yang mengganti baju kamu, tapi bibi yang setiap hari membersih kan apertemen ini, tadi malam aku menelpon nya untuk menyuruh nya mengganti kan baju mu, dan kenapa kamu memekai baju kemeja ku, karena di sini tidak ada baju wanita" ucap Bayu menjelas kan pada Bela agar tidak terjadi salah paham.
Bela bernafas lega mendengar semua ucapan Bayu, dia sedikit malu karena sudah berfikir tentang Bayu.
" Aku minta maaf karena tanpa seizin mu langsung membawa mu ke sini" ucap Bayu lagi.
Bela langsung mengangguk kan kepala nya tanda mengerti dengan kekhawatiran bayu pada diri nya, sesaat Bela diam sedang memikir kan sesuatu, dan dia langsung menatap Bayu kemudian melihat sekeliling ruangan seperti mencari seseorang.
"Kamu sedang mencari apa Bel" tanya Bayu saat melihat Bela seperti sedang mencari sesuatu.
" Pak sebaik nya saya pulang sekarang, saya gak mau buat bapak dan pacar bapak salah paham karena saat ini saya sedang berada di apertemen bapak, bahkan di kamar bapak" ucap Bela ketakutan.
Bayu yang mendengar perkataan Bela langsung menaut kan alis nya.
" Maksud kamu" tanya Bayu tidak mengerti.
" Pak pasti pacar bapak marah kalau melihat saya ada di sini, saya harus pulang sekarang pak" ucap Bela memperjelas.
Bela yang mendengar terkejut sesaat kemudian langsung tersenyum mengejek.
" Apa bapak amnesia melupakan pacara bapak sendiri, atau saat bapak berkelahi dengan para preman itu, kepala bapak di pukul sama mereka maka nya menyebab kan bapak melupakan pacar bapak sendiri" ucap Bela dengan sedikit mengejek Bayu.
" Tapi aku memang tidak punya pacar Bel, aku masih jomblo" ucap Bayu lebih meyakin kan Bela.
Bela terdiam sesaat, di tatap nya mata Bayu apakah ada kebohongan atau tidak, tapi tidak ada kebohongan di mata Bayu.
" Jadi semalam wanita yang sama bapak siapa? saat pergi ke pesta pak Aldi dan Nona Widya" tanya Bela.
Bayu tertawa ngakak mendengar pertanyaan Bela kalau mengira Yara adalah pacar nya, bahkan suara tertawa Bayu sampai terdengar ke ruang tamu tempat Niko duduk menunggu.
__ADS_1
" Tadi aku mendegar nona Bela berteriak dan menangis histeris, sekarang malah si bos yang tertawa sampai ngakak begitu, memang calon pasangan aneh" ucap Niko kemudian langsung merebah kan lagi tubuh nya di sofa dan memejam kan mata nya kembali karena masih merasa ngantuk.
" Jadi itu alasan nya kenapa kamu tidak menerima bunga dari ku tadi malam" ucap Bayu bertanya pada Bela dengan menatap wajah Bela sambil tersenyum.
Bela hanya mengangguk kan kepala nya saja tanda membenar kan ucapan Bayu.
Bayu kembali tersenyum melihat Bela mengangguk kan kepala nya.
" Kamu cemburu maka nya tidak menerima bunga dari ku" tanya Bayu lagi.
" Kenapa harus cemburu pak, kita kan tidak ada hubungan apa apa, saya tidak menerima bunga pemberian dari bapak, karena saya masih menghargai pacar bapak di sana, saya tidak mau di bilang pelakor pak, itu sangat menyakit kan buat saya dan keluarga saya nanti kalau saya menerima bunga dari bapak" ucap Bela menjelas kan.
" Kalau pun kamu ambil bunga dari ku tadi malam, tidak akan ada yang mengatakan kamu pelakor" ucap Bayu.
" Maksud bapak, saya tidak mengerti" tanya Bela.
" Dan kenapa bapak begitu yakin kalau saya menerima bunga dari bapak tidak ada yang mengatakan saya pelakor? apa karena di pesta itu tidak ada yang tahu kalau bapak dengan wanita itu pacaran, maka nya dengan mudah nya bapak menyerah kan bunga itu pada ku" sambung Bela lagi.
Bayu semakin tertawa mendengar pertanyaan Bela, di dekat kan wajah nya ke wajah Bela, Bela yang melihat Bayi mendekati nya langsung merasakan jantung nya mau copot, Bayu membisik kan sesuatu di telinga Bela.
" Karena wanita yang datang bersama ku tadi malama adalah adik ku" ucap Bayu di telinga Bela.
Bersambung...
Mohon untuk slalu dukung karya Author denga Like,komen dan Vote plisssss ππ
Kasih πΉdan β juga yang banyak plisss ππ
Dukungan kalian lah yang membuat autor semangat buat nulis πͺπͺπͺ
__ADS_1
Terima kasih banyak readers tercinta ππ
Love You More ππβ€β€