
Setelah kepulangan nya kuliah di luar negeri, kini Ara langsung bekerja di salah satu rumah sakit besar yang ada dikota jakarta, bukan nya Ara tidak mau bekerja dirumah sakit milik keluarga nya, tapi Ara tidak mau menerima fasilitas langsung, dia hanya ingin berusaha sendiri dengn usaha nya untuk bekerja di rumah sakit lain.
" Kakak sudah mau berangkat?" tanya Anita pada Ara yang sudah cantik dengan setelan celana kulot berwarna putih dan baju kemeja berwarna pink di paduka blezer kotak kotak berwarna hitam putih dan pashmina berwarna pink.
" Iya Ma, ini hari pertama Ara bekerja di rumah sakit, doain ya semua nya semoga Ara lancar" ucap Ara sambil mengunyah serapan nya.
" Pasti dong, cucu oma kan pintar pintar semua" ucap oma Dewi dengan senyuman di wajah nya yang sudah sedikit berkerut.
" Di antar sama siapa Kak?" tanya Bima yang langsung membuat Ara menghenti kan serapan nya.
" Pa pliiiis....izin kan Ara bawa mobil yaa" ucap Ara memohon.
" Tapi kamu kan belum begitu mahir nyetir kak, nanti kalau kenapa napa dijalan bagaimana? kalau hanya mobil penyok tidak masalah kak, tapi kalau kakak nya yang kenapa napa, atau nabrak orang gimana?" ucap Bima.
" Pa Ara udah mahir kok nyetir nya, waktu kuliah disana, Ara selalu bawa mobil, kenapa di sinitidka boleh" bantah Ara.
" Di sna itu beda kak, di sini orang orang tidak ada aturan kalau bawa kendaraan, jadi kalau tidak hati hati bisa bahaya" ucap Pandu menimpali.
" Pokok nya Ara tidak mau tahu, Ara mau bawa mobil, kalau tidak di baisa kan gimana mau lancar, kan ada pepatah tuh... Asal bisa karena biasa" ucap Ara dengan senyuman di wajah nya, membuat lesung pipi nya jadi kelihatan.
" Bilang aja mau tepe tepe nantidi rumah sakit" ucap Andra yang langsung mendapat tatapan dari Ara.
Andra hanya bisa tersenyum kekeh melihat kakak nya yang sudah mau marah lagi.
Saat sedang asik serapan, Haikal datang menjemput Raja dan Andra.
" Assalamualaiku, pagi semua nya" ucap Haikal.
" Walikumsalam" sahut semua nya.
"Kamu sudah serapan Kal" tanya Kia saat melihat Haikal yang langsung duduk di kursi sebelah Raja.
" Sudah Tan di rumah" sahut Haikal hanya duduk sambil menunggu Raja dan Andra serapan.
Saat sudah selesai, Raja Cs langsung beranjak dari meja makan untuk pergi ke kampus.
" Ma, Pa Raja pergi dulu yaa" ucap Raja yang langsung mencium tangan Pandu dan Kia.
" Iya sayang, hati hati ya, dan jangan lupa sholat" ucap Kia mengingat kan.
__ADS_1
" Pasti Ma" sahut Raja langsung pergi setelah menyalami semua orang tua yang ada di sana.
Begitu juga dengan Andra dan Haikal, mereka langsung menyusul Raja setelah menyalami para orang tua.
" Ara juga mau gerak, Assalamualakum semua nya"ucap Ara yang langsung lari keluar setelah bersalaman.
Oma yang melihat cucu cucu ny sudah pada besar hanya bisa tersenyum senang, begitu pun pada Pandu dan Kia, dan juga Anita dan Bima.
" Gak terasa ya, mereka sudah sebesar itu, dulu nya yang masih sering berantem karena berebut mainan" ucap oma Dewi.
" Iyaa Ma, mereka sekarang sudah pada gak mau di kasih tahu" sahut Bima yang di sambut tawa oleh Oma.
Tapi seketika Oma Dewi langsung terdiam mengingat cucu nya yang selalu sja diam dan datar dimana pun berada.
" Ndu apa kamu tidak berniat untuk menjodoh kan Raja" ucap Oma Dewi yang langsung membuat Pandu dan Kia menatap Oma Dewi.
" Kenapa mama bicara seperti itu?" tanya Pandu.
" terkadang mama melihat Raja seperti diri mu dulu, tapi dia lebih dingin dari pada kamu, mama takut Raja seperti kamu dulu nya, yang tidak mau mengenal wanita"ucap Oma Dewi.
" Ma...tidak usah memikir kan itu, biar kan Raja yang memilih, Pandu tidak mau hanya karna keegoisan kita, Raja malah tidak nyaman, lagian Pandu yakin, nanti ada juga wanita yang hadir di hati Raja Ma" ucap Pandu meyakin kan mama nya.
" Bener itu Ma, biar kan Raja menimmati masa muda nya dahulu" ucap Anita melanjut kan ucapan adik nya.
" Baik lah, kalau semua yang kalian bilang benar, mama hanya takut saja" ucap oma Dewi dan di sambut senyum dengan yang lain.
******
Sementara Ara yang baru saja tiba di parkiran rumah sakit sedikit kesulitan untuk parkir mobil nya, dengan di bantu para security rumah sakit, pelan pelan Ara memarkir kan mobil nya, tapii kali ini naas untuk diri nya, tidak sengaja Ara menyenggol mobil yang ada di depan Ara saat Ara mau masuk ke parkiran mobil nya.
" Aduuuh mati lah aku" ucap Ara panik.
Security yang membantu Ara parkir tadi pun langsung terkejut dan mengetuk kaca mobil Ara.
" Aduuh Nona ini gimana sih? lihat tuh..mobil Dokter Azmi penyok kan, bisa marah besar panti dokter Azmi non" ucap security yang bernama tag Sholihin.
" Maaf pak, saya tidak sengaja, habis nya sempit banget mau masuk ke situ" ucap Ara yang sudah keluar dari mobil.
__ADS_1
Mendengar ribut ribut, Azmi sang Dokter yang mobil nya di tabrak Ara sekaligus pemilikrumah sakit tempat Ara bekerja sekarang datang.
" Ada apa ini? kenapa ada keributan di rumah sakit, apa kalian tidak tahu kalau kalian bisa menghalangi para pasien nanti nya" ucap Azmi dengan suara datar nya.
Semua yang mendengar suara Azmi langsung memucat, sedang kan Ara hanya diam saja karena tidak tahu siapa orang yang ada dihadapan nya saat ini.
" Ehhmmm...ini Tuan..ini...Mobil.." ucap pak sholihin takut takut mau bicara.
Sementara Azmi yang mendengar kata mobil langsung melihat ke arah mobil nya yang sudah penyok karena ditabrak oleh Ara.
Rahang Azmi langsung mengeras dan wajah nya langsung merah padam begitu melihat mobil kesayangan nya penyok.
" Siapa yang berani menabrak mobil saya pak?" tanya Azmi dengan suara berat nya.
Pak Sholihin tidak berani berkat, dia hanya diam saja sambil menatap Ara, Ara yang melihat eksperesi Azmi marah pun ketakutan dan begitu susah menelan saliva nya.
Azmi yang melihat tatapan pak Sholihin pun langsung menatap Ara, yang tadi nya Azmi sudah mau marah tapi ketika melihat Ara yang ketakutan malah membuat Azmi lucu, tapi Azmi tetap memasang wajah galak nya.
" Jadi kamu yang membuat mobil ku penyok" ucap Azmi yng semakin ingin tertawa ketika melihat wajah Ara yang ketakutan.
Sementara para suster dan security ysng melihat kejadian di parkiran langsung menatap Iba pada Ara, mereka berfikir, habis lah Ara hari itu juga.
" Maaf..aku tidak sengaja" ucap Ara sedikit gemetar.
" Apa kau tidak melihat mobil sebesar ini, sampai samapi kau tabrak saja" ucap Azmi yang masih menatap wajah Ara yang ketakutan, dan semakin lucu di mata Azmi.
" Maaf...tadi aku mau parkir di samping mobil bapak, tapi karena terlalu sempit, aku jadi nya menyenggol mobil bapak" ucap Ara memberi tahu.
Azmi yang di panggil bapak oleh Ara langsung kesal.
" Tadi kau manggil aku apa? bapak? sejak kapan aku menikah dengan ibu mu" ucap Azmi dengan kesal.
bersambung.
__ADS_1