
" Apa kakak gak tahu saat ini gimana perasaan adek hahk, kakak emang gak bisa melihat kondisi adek, kakak gak cinta sama adek, kakak bohong sayang sama adek" ucap Ratu sambil memukul mukul dada Haikal sangking geramnya.
" Emang salah kakak apa?" tanya Haikal dengan polosnya.
Gerakan tangan Ratu terhenti saat mendengar ucapan Haikal yang tanpa dosa di pendengaran Ratu. Dengan wajah makin geram, Ratu menatap Haikal begitu tajam.
" KAKAAAAAAAAAAK" Teriak Ratu yang membuat para ibu ibu di bawah langsung terlonjak kaget, begitu juga dengan Haikal yang ada di hadapannya, sungguh telinga Haikal sudah berdengung akibat jeritan Ratu tepat di depan wajahnya.
" Adek tibak bisakan kau kamu llembut sedikit, sumpah kupng kakak berdengung karena teriakan kamu tau gak" ucap Haikal sambil mengusap kedua telinganya.
Ratu semakin geram mendengar ucapan Haikal sama sekali yang tidak peka terhadapnya, Ratu menangis histeris sambil menagkup kedua wajahnya, Haikal hanya mendesah dan membuka tangan Ratu yang berada di wajahnya.
" Cerita sama kakak kenapa hemm? kakak bukan cenayang sayang yang bisa menebak isi hati kamu" ucap Haikal dengan lembut.
Ratu menatap wajah pria yang begitu di cintainya, dengan mengusap air matanya Ratu bergeser duduknya menjadi menyandar ke sandaran tidur, dan di ikuti oleh Haikal di sampingnya.
" Apa kakak tahu apa yang di sibukkan semua orang di rumah ini?" tanya Ratu dengan sesekali isakan.
" Menyiapkan pertunagan Andra" jawab Haikal dengan cepat.
" Nah apa kakak sadar, mereka semua menyiapkan untuk tunangan kak Andra, tapi acara kita kapan, dan kakak juga gak ada peka-pekanya sedikit pun, perasaan kita yang tunangan diluan,kenapa malah kak Andra yang mau nikah dilua, Huwaaaaa" ucap Ratu kembali menangis.
Haikal yang mendengar curhatan Ratu hanya bisa menarik nafas, " Dengarin kakak, kamu yang belum genap 19 tahun sudah memikirkan untuk menikah, kakak saja yang siap menunggu kamu untuk menyelesaikan kuliah kamu, tapi kenapa malah yang tidak sabar untuk menikah" ucap Haikal berusaha menasehati Ratu.
" Emang ada larangan di larang menikah saat masih kuliah dan berumur 18 atau 19 tahun, perasaan di novel-novel benyak yang menikah di bawah umur, adem-adem aja tuh" sahut Ratu sedikit sebal.
" Tapi kakak gak mau nanti kuliah kamu terbengkalai hanya karena pernikahan sayang, kakak gak mau kamu repot ngurusi kakak dan anak-anak kita nanti di saat kamu masih kuliah" ucap Haikal sambil mengelus tangan ratu dengan lembut.
" Tapi Adek juga mau seperti kak Ara dan kak Azmi, kak Raja dan kak Aya, dan seperti kak Andra dan calonnya nanti, mereka sudah sah, jadinya mereka bebas mau ngapain aja, lah Adek cuma bisa pegang tangan doang, sedih banget, padahal semua uda pada tahu kalau Ara gak masalah nikah muda" ucap Ratu mengeluarkan uneg-uneg nya.
__ADS_1
Haikal terkekeh mendengar ucapan Ratu, dengan gemas dia memencet hidung mancung Ratu, " Sudah gak usah di pikiri, sekarang lebih baik kamu bersih-bersih dan istirahat dan jangan lupa belajar yang rajin biar cepat lulus" ucap Haikal kemudian pergi dari kamar Ratu sambil menggelengkan kepalanya.
Sementara Kia dan Widya bersembunyi di balik tembok agar tidak ketahuan dengan Haikal setelah mendengarkan Ratu dan Haikal bercerita masalah pernikahan.
" Sebegitunya Ratu ingin cepat menikah dengan Haikal Wid" ucap Kia yang di jawab senyuman oleh Widya.
" Nanti kita bicarakan, kita bantu kak Nita lagi ya, gak usah di pikiri" sahut Widya menarik tangan Kia.
****
Malam Hari di rumah Aldi dan Widya, saat sudah selesai makan malam, Widya langsung mencegah putra semata wayangnya yang akan segera naik ke lantai atas dimana kamarnya berada.
" Kal Bunda mau bicara sama kamu sebentar" panggil Widya yang langsung menghentikan langkah kaki Haikal.
Sementara Aldi hanya menatap istri dan anaknya secara bergantian, " Bunda mau bicara apa? serius banget kelihatannya?" tanya Ayah Aldi penasaran.
" Iya Bun, mau bicara apa?" ucap Haikal menimpali.
Dengan patuh Haikal langsung duduk di meja makan sambil melihat Ayah dan Bunda nya bergantian.
" Tadi siang Bunda gak sengaja mendengar pembicaraan kamu dan Adek, kenapa kamu malah menggantung Adek Kal, dia berharap untuk segera kamu nikahi dan kamu halalkan secepatnya" ucap Bunda WIdya menatap putra semata wayangnya.
Ayah Aldi yang mendengar perkataan istrinya langsung menatap wajah anaknya, " bener begitu Kal?" tanya Ayah Aldi.
" Bunda menguping pembicaraan Haikal?" Haikal malah balik bertanya ucapan Bundanya.
" Jawab saja pertanyaan Bunda Nak, tidak usah kamu balikkan menjadi pertanyaan lagi" ucap Bunda Widya menatap putranya.
Haikal menarik nafas sejenak kemudian mengeluarkannya dengan kasar, " Haikal juga gak mau kayak gini Bun, Hakial juga mau sama seperti Raja dan Andra, bahkan Haikal sudah siap untuk berumah tangga, tapi Adek masih kecil Bun, Haikal gak mau egois, dia masih ingin mengejar karir nya untuk menjadi sebuah pelukis terkenal,Haikal gak mau mebuat Adek menjadi terbebani setelah kami menikah nanti" ucap Haikal menjawab pertanyaan Bunda nya.
__ADS_1
" Itu bisa di bicarakan nak, kamu gak kasian sama Adek, di saat dia berharap penuh pada mu, tapi kamu malah menggantungnya, apa kamu tidak takut kalau suatu saat nanti Adek malah memilih pria lain karena kamu tidak serius di matanya" ucap Bunda Widya yang langsung membuat Haikal menatap Bundanya dengan tatapan tajam.
" Adek itu cantik Haikal, sama seperti tante Kia, begitu banyak yang ingin mendekati Adek, dan kamu malah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di minta oleh Adek sendiri, Bunda gak akan membela kamu kalau justru suatu saat nanti Adek yang akan memilih untuk pergi meninggal kan kamu" sambung Widya kemudian langsung pergi meninggalkan Haikal dan juga Ayah Aldi begitu saja.
Haikal hanya bisa meremas rambutnya setelah mendengar perkataan Bundanya, Ayah Aldi hanya bisa menatap putranya dengan helaan nafas.
" Sebaiknya kamu fikirkan baik-baik Kal, sebelum semuanya terlambat, Ayah rasa apa yang di katakan Bunda kmu benar, tidak ada masalahnya kalau menikahi Adek di saat dia masih kuliah, dan Ayah rasa kamu bisa berfikir mana yang terbaik untuk diri kamu dan juga hubungan kamu dengan Adek" ucap Ayah Aldi kemudian langsung menyusul istrinya masuk ke kamar.
Haikal hanya terdiam mematung mendengar semua perkataan Ayah dan Bundanya, dengan perasaan berkecamuk ia langsung menaiki tangga menuju dimana kamarnya berada.
Sementara di kamar lain, mama Kia duduk termenung mengingat ucapan putrinya sore tadi, Papa Pandu yang melihat istrinya melamun pun langsung menghampiri istri tercintanya.
Cup
Papa Pandu mencium pipi mama Kia dan membuat mama Kia terkejut dan langsung tersenyum menatap wajah suaminya.
" Ada apa? sepertinya ada yang kamu fikirkan?" tanya Papa Pandu menatap wajah istrinya.
" Ini tentang putri kita Mas, tadi sore tidak sengaja Mama mendengar Adek dan Haikal yang membahas masalah pernikahan, Adek bilang ke Haikal kalau Haikal tidak peka karena sampai saat ini mereka belum menikah" ucap mama Kia menceritakan.
Papa Pandu tersenyum mendengar ucapan istrinya, "nanti kita bicarakan pada Haikal ya, kenapa sampai sekarang dia belum membicarakan pernikahan untuk Adek" ucap Pand.
" Mama Rasa Haikal belum menikahi Adek karena ada alasannya Pa, tapi mama belum pasti" sahut mama Kia.
" Makanya tadi kita tanya kan sama Haikal ya" Ucap papa Pandu yang langsung di jawab anggukan kepala oleh mama Kia.
Haikal yang uring-uringan setelah mendengar perkataan Bunda dan Ayahnya langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Ratu.
Namun baru deringan pertama, Ratu langsung merijek panggilan telpon Haikal dan mebuat jantung Haikal serasa berhenti mendadak.
__ADS_1
Deg.
Bersambung.