
Haiii haiii raeders tercinta, ahkirnya bisa nulis lagi setelah drama mudik.
Mohon maaf ya bari bisa Up, karena balik mudik di perjalanan tidak bisa buat Up. Readers pasti ngerti sendirilah ya gimana kalau sudah mudik, apa lagi ini sudah 2 tahun tidak bisa mudik, jadi jalanan benar-benar padat pool dan saat sudah sampai di rumah ahkirnya semuanya tepar.
Tapi readers tenang saja, ini author sudah hadir kembali dan siap untuk Up agar Readers tercinta bisa kembali gabung bareng author.
Yuuukks langsung saja lanjut baca ceritanya yaa...
lets goooo
***********
Begitu Yusuf melajukan mobilnya, Arti langsung melambaikan tangannya dengan senyuman di bibirnya, saat mobil Yusuf sudah tidak terlihat lagi, dengan semangat Arti langsung masuk ke dalam toko Roti, namun langkah nya terhenti saat ada yang memanggil namanya dan membuat Arti terkejut.
" Kamu" ucap Arti.
Seseorang yang ada di hadapan Arti langsung berjalan mendekati dimana Arti berdiri, sedangkan Arti sendiri celingukan melihat ke sekeliling toko roti.
" Kakak cari siapa sih?" tanya Sabrina yang merasa di cueki.
Arti yang mendengar suara Sabrina langsung tersadar kembali dan menatap Sabrina dengan tatapan bertanya.
" Kamu sama siapa ke sini? sendirian?" tanya Arti.
" Ck, kakak berharap aku ke sini bareng siapa? kak Wisnu?" bukannya menjawab, Sabrina malah kembali bertanya.
__ADS_1
Arti tidak menjawab ucapan Sabrina, dia hanya mengeryitkan alisnya melihat sikap Sabrina.
Saat ini Arti dan Sabrina sedang duduk di salah satu kursi di kafe yang tersedia di toko roti milik Cahaya sambil meminum kofi dan roti.
" Jadi tujuan kamu ke sini buat apa Na? kakak tahu pasti ada yang kamu sampein sama kakak kan?" tanyaArti yang sejujurnya sudah penasaran.
Sabrina mengangguk, dia menatap wajah Arti dengan penuh permohonan, dan itu membuat Arti semakin tidak mengerti.
" Aku ke sini karena pernah mendengar cerita dari Ratu kalau kakak dulu sebelum dekat dengan kak Yusuf awalnya seperti anjing dan kucing. nah karena itu Sabrina ke sini buat minta resep cinta kakak biar kak Wisnu jadi bucin sama Sabrina kak, sama seperti kak Yusuf yang sekarang bucin banget sama kakak" ucap Sabrina memberitahu maksud dan tujuan nya datang menemui Arti.
Bukannya menjawab, Arti malah terkekeh mendengar perkataan Sabrina yang sudah di anggapnya adik sendiri itu. Sabrina yang melihat Arti tertawa langsung memasang wajah kesal.
" Issshhh kak Arti, Sabrina serius kak, ini malah di ketawain" ucap Sabrina sebal.
"Dengar ya Na, kakak gak tahu gimana cara kasih resep agar Wisnu jadi bucin sama kamu, yang bisa kakak kasih ya cuma resep buat roti da kue tradisional" sambung Arti dengan kekehan.
Sabrina yang mendengarnya semakin kesal, dia langsung memakan kue lemper yang ada di hadapannya dengan lahap, namun tiba-tiba kue lemper yang ada di mulutnya langsung tertelan tanpa di kunyah karena mendengar suara seseorang yang begitu mengangetkannya.
"Makan itu pelan-pelan, gak ada manis-manis nya loe jadi cewek" ucap Wisnu yang tiba-tiba sudah nongol di toko roti Cahaya dan mengangetkan Sabrina tentunya.
Arti yang melihat Wisnu datang hanya memberikan senyuman saja dan lucu melihat Sabrina yang langsung terkejut melihat kedatangan Wisnu.
" Hai Wis" sapa Arti dengan ramah.
Wisnu langsung menganggukkan kepalanya dan duduk di kursi yang kosong dan bergabung dengan Arti dan Sabrina.
__ADS_1
"Kakak ke sini buat jempiut aku?" tanya Sabrina dengan PD nya.
" Ck, kurang kerjaan banget buat jemput kamu" jawab Wisnu yang langsung di sambut dengan wajah kesal Sabrina, Arti sendiri hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saja.
" Ar tadi kata Andra mulai besok kamu gak usah ke toko lagi,kan kalian sebentar lagi mau nikah, dan mama Nita nyuruh kamu tinggal di rumah besar mulai ini malam, makanya sekarang aku jemput kamu atas perintah Andra" ucap Wisnu mmeberitahu.
Arti hanya menganggukkan kepalanya karena dia juga sudah mendapat kabar dari Cahaya, Andra dan tentunya mma Nita. Tapi Arti tidak mau pulang ke rumah besar Atmaja dengan Wisnu, dia pasti menjaga perasaan Sabrina karena Sabrina begitu berharap agar Wisnu mencintainya.
" Aku bakalan pulang ke rumah besar Wis, tapi gak sama kamu. Aku takut nanti ada yang marah kalau aku di jemputnya sama kamu" Ucap Arti dengan senyuman sambil melirik Sabrina yang langsung menatap ke arah wajah Wisnu.
" Ck, jangan bercanda deh Ar, kamu tahu kan aku gak punya siapa-siapa dan lagi gak mau mikir itu dulu" sahut Wisnu yang langsung mmebuat Sabrina langsung menudukkan kepalanya mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Wisnu.
Arti yang mendengar juga merasa tidak enak, dia menatap Sabrina, dan di detik berikutnya SAbrina langsung mengangkat tubuhnya dari tempat duduk yang di dudukinya.
" Lo Na kamu mau kemana?" tanya Arti semakin merasa tidak enak dengan Sabrina.
" Pulang kak" jawab Sabrina dengan wajah sedih.
Dengan cepat Sabrina langsung membalikkan tubuhnya tanpa menatap Wisnu sedikit pun, rasanya sia-sia datang ke toko roti untuk meminta resep cinta agar Wisnu jadi bucin padanya.
" Wis kejar Sabrina, kasian dia" ucap Arti.
Wisnu hanya diam saja sambil menatap kepergian Sabrina, sedangkan Arti berusaha untuk mengejar Sabrina namun Sabrina sudah keburu naik ke dalam Taksi dan taksi langsung melaju meninggalkan toko Roti, Arti hanya bisa menatap kepergian Sabrina dengan perasaan tidak enak, di saat bersamaan mobil Yusuf tiba di toko roti dan Yusuf melihat calon istrinya yang sedang berada di luar dengan wajah penuh kekhawatiran.
Bersambung.
__ADS_1