Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 09


__ADS_3

Deg


Deg


Deg


Jantung Raja langsung berdetak saat melihat Cahaya yang ada di hadapan nya dan tersenyum pada nya sambil membawa kue yang di pesan oleh Ratu tadi siang.


" Selamat malam, saya dari Aya'Bakery mau ngantar pesanan kue atas nama Ratu" ucap Aya sambil menyodor kan kue yang ada di tangan nya pada Raja.


Namun Raja tidak menerima kue itu sama sekali, dia measih menatap Aya dengan begitu seksama, wajah yang mengingat kan dia dengan wanita yang dia cari selama empat tahun ini, dan suara lembut nya mengingat kan pada diri nya yang begitu baik dan langsung meninggal kan Raja saat itu juga.


Cahaya yang tidak di gubris oleh Raja sama sekali merasa heran, dia kembali memanggil Raja sedikit kuat sehingga membuat Raja tersentak kaget.


" Tuan...tuan" panggil Cahaya yang membut Raja terkejut.


" Ehkk iyaa ada apa?" tanya Raja masih menatap Cahaya.


Cahaya menarik nafas nya dalam dalam, dia menatap Raja yang entah kenapa merasa tidak asing di mata Aya, tapi dia tidak memikir kan kapan pernah bertmu atau bertegur sama dengan Raja, yang di fikir kan Aya saat ini adalah untuk segera menyerah kan kue yang ada di tangan nya pada pemilik kue yang sudah memesan nya.


" Saya mau mengantar kue pesanan Ratu Tuan, apa tuan bisa mengambil kue ini terlebih dahulu, karena masih ada lagi kue yang dipesan Ratu di mobil  saya tuan" ucap Aya memberi tahu.


Saat Raja hendak mengambil kue dari tangan Aya, tak sengaja mata Raja menatap bekas luka yang ada di tangan Aya membentuk koloiig.


Raja teringat bekas luka yang ada di tangan Aya, itu tangan yang sudah menolong nya saat empat tahun lalu.


Lagi lagi Raja menatap Aya, wanita yang sedang di cari cari nya, dan sekarang wanita itu ada dihadapan nya.


" Tuan bisa kan lebih cepat sedikit, tangan saya sudah pegal memegang kue ini dari tadi" ucap Aya ahkir nya bersura.


" Ahhk iyaa" sahut Raja dengan gugup.


Ratu yang melihat kakak nya grogi di depan Cahaya langsung tertawa kekeh, Kia yang hendak mau ke kamar melihat putri nya yang mengintip Raja dari balik tembok.


" Sayang...sedang apa kamu di sini?" tanya Kia yang langsung mengangget kan Ratu.

__ADS_1


" Mama" ucap Ratu sambil memegang dada nya karena terkejut.


" Kamu lagi ngapain? bukan nya ke taman belakang, ini kok malah ketawa sendirian di sini, lagi liatin apa sih? tanya Kia yang hendak melihat ke arah depan, namun langsung di cegah Ratu agar mama nya tidk melihat kakak nya.


" Gak lihat apa apa kok Ma, mama mau kemana?" ucap Ratu yang langsung menarik mama nya untuk kembali ke taman.


" Mama mau ke kamar sayang, mau ganti baju, tadi tidak sengaja ketumpahan saus" ucap Kia memberitahu.


" Yasudah mama ganti baju dulu deh, Ratu mau menyusul kakak" ucap Ratu yang mencium pipi Kia dan berlari meninggal Kia yang tersenyum melihat putri nya sudah besar tapi masih seperti anak kecil saja.


Raja sendiri yang sudah menerima kue spesial pesanan adik nya masih berdiri mematung di depan pintu, Aya yang langsung kembali ke mobil membiar kan Raja yang terdiam di depan pintu memegangi kue yang baru saja di beri kan Cahaya.


" Kak Raja mana kue nya? kenapa lama sekali?" tanya Ratu yang pura pura tidak tahu.


" Ini" ucap Raja yang langsung mneyerah kan kue itu pada Ratu.


" Kamu bawa kue nya ke dalam, nanti kakak nyusul oke" ucap Raja lalu pergi menyusul Cahaya untuk mengambil kue di mobil nya.


Cahaya yang sedang mengambil kue di dalam mobil terkejut saat berbalik sudah ada Raja di hadapan nya.


" Tuan mengaget kan saya, untung saja kue kue ini tidak terjatuh" ucap Aya menujuk kan kue kehadapan Raja.


Raja langsung mengambil alih kue yang ada di tangan Aya. di panggil nya security yang menjaga di depan rumah mereka.


" Iya tuan muda" ucap security yang sudah berada di hadapan Raja.


" Tolong bawa semua masuk kue kue ini, beri kan saja pada kak Ara, kata kan pada nya kalau ini kue pesanan Ratu" ucap Raja memberi kan semua kue yang ada di tangan nya.


Setelah security membawa semua kue yang ada di tangan Raja, Aya mau menutup pintu belakng mobil nya, namun langsung di tahan oleh Raja.


Aya langsung berbalik menatap Raja yang saat ini sedang menatap diri nya begitu dalam.


" Ada apa tuan? apa ada yang tertinggal?" tanya Aya dan kembali melihat ke dalam mobil nya mana tau memang ada kue yang terselip, tapi mobil nya kini sudah kosong tidak ada kue sama sama sekali.


" Ahkir nya aku menemukan mu?" ucap Raja menatap Aya begitu dalam.

__ADS_1


" Maksud nya?" tanya Aya yang tidak mengerti dengan perkataan Raja.


" Seorang wanita hebat yang sudah menolong lelaki yang saat itu di keroyok preman, sehingga tangan nya terluka akibat terkena besitan pisau" ucap Raja mengingat kan kejadian empat tahun lalu pada Aya.


Aya langsung mengingat kejadian empat tahun lalu sambil menelan ludah nya, bukan tragedi itu yang diingat nya, melain kan kepergian kedua orang tua nya karena dia tidak sempat memberi kan obat menawar racun untuk kedua orang tua nya.


" Kamu kah lelaki itu, syukur lah kamu tidk apa apa" sahut Aya dengan suara parau nya.


Raja yang melihat perubahan dari wajah Aya langsung mendekati nya dan menatap wajah Aya yang sedang melihat ke atas langit.


" Kamu langsung mengingat nya? tapi kenapa wajah mu sedih? apa kamu tidak ikhlas menolong ku saat itu" tanya Raja.


Cahaya langsung menggeleng kan kepala nya, dia berbalik dan menutup pintu belakang mobil nya.


" Kue kue nya sudah di antar semua bukan, aku pamit pulang dahulu, dan selamat ulang tahun pernikahan buat orang tua kamu, permisi" ucap Aya yang hendak masuk ke dalam mobil nya, namum pintu nya langsung di tutup Raja.


Entah kenapa Raja tidak mau di tinggal begitu saja oleh Aya, dia masih ingin bersama Aya, dia ingin tahu kenapa tiba tiba Aya berubah wajah nya saat Raja mengingat kan kejadian empat tahun lalu.


" Maaf tuan ada apa? kenapa pintu mobil saya di tutup kembali? saya ingin pulang" tanya Aya yang tidak mengerti dengan sikap Raja.


" Kenapa kamu tiba tiba berubah saat aku mengingat kan kejadian empat tahun yang lalu pada mu? apa kamutidak mengingat ku sama sekali?" tanya Raja.


Cahaya menaut kan alis nya mendengar ucapan Raja.


" Maaf tuan, untuk apa saya mengingat ingat anda, sementara yang harus aya urus saja sudah banyak, dan lagi pula kita tidak saling mengenal bukan, kejadian empat tahun lalu itu hanya sebetas menolong sesama manusia saja" ucap Aya yang membuat hati Raja tiba tiba berdenyut.


Cahaya yang melihat Raja terdiam langsung membuka kembali pintu mobil nya dan pamit untuk pulang.


" Permisi tuan, saya mau kembalike toko kue saya" ucap Aya dan langsung menutup pintu mobil nya dan tak lama melaju kan mobil nya meninggal kan kediaman Atmaja.


Raja melihat kepergian Aya begitu saja, dan hal itu juga dilihat oleh Ratu sang adik yang masih membawa kue untuk kedua orang tua nya.


Bersambung.


 

__ADS_1


 


__ADS_2