
"Jangaaaaaaan" teriak Tiara sambil membuka pintu.
Semua yang ada di dalam langsung melihat ke arah Tiara yang malah mematung di depan pintu.
Deg
Jantung Tiara mendadak berhenti seketika.
Tiara hanya bisa berdiam diri menatap semua orang yang ada di ruangan itu, keringat langsung keluar dari keningnya, bahkan untuk menelan air liurnya saja Tiara sudah tidak mampu.
Tiara menarik nafas dengan dalam kemudian mengeluarkannya dengan pelan juga.
Dengan langkah berat Tiara berjalan ke arah dimana semua sedang berdiri menatap ke arahnya.
" Tu..tuuan Pandu" ucap Tiara dengan tubuh gemetar dan air mata yang sudah hampir keluar dari matanya.
Andra yang melihat Tiara begitu ketakutan langsung bertanya tanya ada hubungan apa Tiara dengan orang yang sudah di tahan di hadapannya ini.
Ada hubungan apa Tiara dengan pria berambut gondrong ini, gak mungkin kan mereka pacaran, batin Andra menatap Tiara dan lelaki gondrong yang mengaku sudah menabrak Cahaya.
" Kamu bukannya adik dari orang yang pernah buat masalah dengan anak saya dulu kan?" tanya Pandu berusaha mengingat wajah Tiara.
Tiara menggangguk kan kepalanya begitu mendengar ucapan Pandu.
" Ada apa? dan apa hubungan kamu dengan lelaki ini? apa kalian bekerja sama untuk mencelakai putra ku dan calon menantu ku?" tanya Pandu menatap Tiara.
Tiara langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat saat mendengar ucapan Papa Pandu.
" Lalu" tanya Pandu lagi saat melihat reaksi dari Tiara.
__ADS_1
Tiara menatap Andra dan Haikal sejenak, setelah itu ia melihat suruhan kakaknya, setelah itu Tiara kembali melihat Papa Pandu dan papa Aldi yang masih menatapnya menunggu penjelasan yang keluar dari mulut Tiara.
" Maafkan kakak saya tuan" ucap Tiara ahkirnya walau air mata langsung keluar dari mata nya.
Semua yang ada di sana langsung terkejut mendengar perkataan Tiara, tetapi mereka masih diam untuk mendengar kelanjutan dari mulut Tiara.
" Sekali lagi tolong maaf kan kakak saya Tuan, kakak saya lah orang yang menyebabkan Cahaya sekarang berbaring di rumah sakit, kakak saya lah yang menyuruh orang ini untuk bermaksud menabrak Raja namun Cahaya lah yang menjadi korbannya" ucap Tiara memperjelas ucapannya.
Andra langsung menarik nafas dengan dalam setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Tiara, sementara Haikal langsung menggepal kan tangannya dengan kuat saat mendengar ucapan Tiara.
Papa Pandu masih diam dengan wajah dinginnya ingin tahu apa kelanjutan cerita dari Tiara.
" Saya tahu hukuman tetap akan berjalan, tapi saya mohon ringan kan lah hukuman untuk kakak saya tuan, hanya dia yang saya punya sekarang" ucap Tiara dengan memohon dan mengatup kan tangannya di depan dada dengan air mata yang mengalir begitu deras.
" Kenapa malah kamu yang memohon pada saya, kenapa bukan kakak kamu yang meminta maaf pada saya" tanya Papa Pandu.
" Saya kira tadi kakak saya lah yang ada di dalam, tapi ternyata bukan, saya mohon tuan, ringan kan lah hukuman untuk kakak saya" jawab Tiara dengan kembali memohon.
" Saya tidak bisa melakukan apa yang kamu minta, pihak yang berwajib lebih tahu hukuman apa yang pantas untuk kamu, dan sebaiknya bukan kamu yang minta maaf, melainkan kakak kamu sendiri lah yang minta maaf, dan itu bukan pada saya, tapi pada anak saya dan calon menantu saya" ucap Pandu kemudian langsung pergi dari ruangan itu di ikuti oleh Aldi.
Haikal dan Andra masih berada di sana dan masih menatap Tiara yang menatap kepergian Papa Pandu dan juga papa Aldi.
" Mungkin dulu Wisnu bisa selamat dari hukumannya karna Raja dan Cahaya bisa selamat saat masuk jurang, tapi mungkin kali ini hukuman itu tetap berjalan semana mestinya" ucap Haikal dengan wajah dingin yang membuat Tiara langsung menatap ke arahnya.
Tiara hanya bisa menagia setelah mendengar ucapan Haikal. Ia menatap Andra yang hanya berdiam dan berdiri sambil menatap dirinya.
" Ndra aku" ucap Tiara terputus karena di potong Haikal kembali.
" Aku harap kamu tidak membela kesalahan kakak mu kali ini, karna kelakuan Wisnu kali ini begitu fatal" ucap Haikal kemudian langsung meninggalkan Tiara yang kembali menangis.
__ADS_1
Andra menatap kepergian Haikal sesaat, kemudian Ia kembali melihat Tiara yang menangis tersedu sedu.
" Lebih baik kamu pulang dan istirahat, serahkan semua nya pada pihal yang berwajib, percuma kamu memohon sampai nangis darah sekali pun, keluarga ku pasti akan tetap menghukum Wisnu atas apa yang sudah dia lakukan pada Cahaya" ucap Andra menatap Tiara dengan iba.
Tiara hanya bisa diam, Ia hanya bisa menangis karena akan berpisaj dengan kakaknya bertahun tahun atau malah berpuluh tahun.
Entah apa yang akan di lakukannnya sendiri tanpa kakaknya dan bagaimana dengan peruasahaan peninggalan orang tuanya nanti kalau kakaknya di penjara.
" Ayo aku antar kamu pulang, wajah mu begitu pucat" ajak Andra yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Tiara.
******
Dua hari sudah berlalu, Raja begitu setia menemani Cahaya yang belum terbangun dari tidurnya, berkali kali Raja bertanya pada kak Azmi, namun Azmi selalu berkata ini hal wajar karena Cahaya baru saja mengalami benturan keras, mungkin dalam waktu dekat ia akan sadar.
Dan pada saat Raja mengaji agar Cahaya bisa cepat sadar, benar saja, Cahaya menggerakkan tangannya dan samar samar mendengar suara Raja yang mengaji di sampingnya.
Raja yang merasakan pergerakan dari tangan Cahaya, langsung menghentikan mengajinya dan menatap wajah Cahaya yang sudah hampir membuka mata.
" Sayang kamu sudah sadar, Alhamdulillah" ucap Raja begitu senang.
Cahaya berusaha membuka matanya dan kembali menutup matanya.
" Aii" ucap Cahaya begitu mendengar suara Raja.
" Iyaa sayang, Alhamdulillah ahkirnya kamu siuman juga, sebentar aku panggil kan kak Azmi dulu" ucap Raja namun gerakan tangan Raja terhenti saat Raja mau mengambil ponselnya.
" Ja kenapa di sini gelap sekali" tanya Cahaya yang langsung membuat Raja terdiam seketika.
Deg
__ADS_1
Bersambung.
Kabuuuuuur ahk, pasti di serbuu sama readers niii 😀😀😀