
"ANDRAAA" panggil Raja.
" Ya Allah bakso bakarku" ceplos Andra karena terkejut sehingga hp yang di pegangnya terjatuh ke lantai dan bakso bakar yang di lihatnya tadi langsung tergantikan dengan gambar walpeper dirinya dan Tiara.
"Bakso bakar? jadi dari tadi kamu gak dengarin kita bicara?" tanya Raja yang langsung membuat Andra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Maaf Ja, entah kenapa aku ingin sekali makan jajanan pinggir jalan, melihat saus dan mayonis di jadikan satu, uuuhhhhh" sahut Andra membayangkan bakso bakar dengan bumbu pedas dan saus yang memeleh bersama dengan mayonis, hingga tanpa sadar dia sudah meneguk air liurnya sendiri karena begitu berselera.
Raja dan Haikal saling tatap kembali melihat keanehan yang terjadi pada diri sepupu mereka itu.
" Kamu gak salah bicara kan Ndra? sejak kapan kamu suka dengan jajanan pinggir jalan?bukannya kamu begitu menjaga kebersihan ya?" tanya Haikal.
" Aku gak tahu, yang jelas aku ingin sekali makan makanan itu" jawab Andra.
"Dan bukan itu saja sih, aku mau cilok, siomay, batagor" lanjit Andra kembali melihat gambar makanan yang sedari tadi dia perhatikan.
Raja dan Haikal melototkan matanya mendengar ucapan Andra.
__ADS_1
" Ada yang gak beres ini" ucap Haikal dan di jawab anggukan kepala oleh Raja.
Di rumah besar Atmaja, Tiara meneteskan air mata kebahagian karena melihat dua garis biru yang tertera di tescpak yang di pegangnya.
Tangannya bergetar menatap tascpek yang di lihatnya. Dirabanya perut yang masih rata, air mata kebahagian kembali mengalir membasahi pipi mulusnya.
Di luar Cahaya dan Arti khawatir karena Tiara tak kunjung keluar sedari tadi, mama Kia mencoba menenangkan menantunya yang terlihat kecemasan di wajahnya.
" Sabar sayang, mungkin Tiara belum selesai" ucap mama Kia menenangkan Cahaya.
" Tapi ini sudah terlalu lama Ma, Aya takut terjadi sesuatu di dalam" sahut Cahaya khawatir.
Belum sempat Cahaya ngetuk pintu, Tiara sudah keluar dari dalam dan Cahaya benar-benar terkejut melihat mata merah Tiara yang sudah bisa di tebak kalau Tiara habis menangis.
" Tia kamu gak apa-apa kan? kenapa kamu lama sekali dan begitu keluar kamu seperti nya habis menangis" tanya Cahaya.
Bukannya mendapat jawaban, Tiara langsung memeluk Cahaya yang membuat Cahaya terkejut, untung saja Tiara tidak terlalu kuat menubruk tubuh Cahaya hingga tidak mengenai perut buncit Cahaya.
__ADS_1
" Tiara" panggil mama Nita yang baru saja pulang dari rumah sakit dan melihat Tiara menangis di pelukan Cahaya. Ada rasa khawatir di wajahnya melihat menantunya menangis.
"Kamu kenapa sayang?" tanya mama Nita.
Tiara berpindah ke pelukan mama Nita dan kembali mengeluarkan air mata bahagianya.
"Ma sebentar lagi mama mau punya cucu lagi" ucap Tiara di dalam pelukan mama Nita.
Mama Nita terkejut dan langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh Tiara.
" Sayang kamu hamil?" tanya Mama Nita memastikan.
Tiara menganggukan kepalanya sambil tersenyum walau air mata masih mengalir di pipinya.
"Alhamdulillah" ucap semuanya yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut mama Nita, termasuk para pelayan yang juga ikut mendengarnya.
" Selamat ya sayang, mama ssnang banget mendengarnya, ahkirnya keluarga kita kembali menambah anggota baru" peluk mama Nita dengan rasa syukur yang tiada tara.
__ADS_1
Bersambung.