Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 186


__ADS_3

Hari begitu cepat berlalu, Kia yang yang dalam satu minggu ini terus mengajari keponakan cantik nya untuk belajar bernayanyi ahkir nya hari ini Qiara akan tampil bernyanyi di acara sekolah nya dan akan berduet dengan Kia.


Selama belajar, Ara selalu memohon pada Kia agar mau menjadi teman duet nya, ahkir nya Kia pun menyetujui nya agar Ara bisa senang.


Acara yang di tunggu tunggu pun tiba, murid murid dari kelas nya Qiara masing masing sudah menampil kan bakat nya di atas panggung.


" Nah sekarang giliran untuk Qiara Anindira Ardinata, mari silah kan tepuk tangan nya semua" ucap ibu guru Ara untuk memanggil Ara naik ke atas panggung.


" Semangat sayang" ucap Anita dan Bima secara bersama.


" Cucu nenek harus bisa tampil dengan sempurna" ucap Mama Dewi.


" Iya nek, semua nya doain Ara ya" sahut Ara dan mendapat senyuman manis dari ssmua nya.


" Ayo sayang kita naik ke atas panggung" ajak Kia karena sudah di tunggu.


Kia dan Ara berjalan menuju ke atas panggung, sampai di atas panggung, Ara sedikit takut karena banyak sekali orang yang melihat diri nya.


Kia yang melihat ada ketakutan di dalam diri nya Ara, Kia pun langsung duduk menyama kan tinggi nya dengn Ara dan memberi semangat untuk Ara.


" Sayang kita tidak boleh takut untuk menampil kan bakat kita di depan umum, kalau Ara masih takut, Ara berdoa dan minta sama Allah kekuatan agar Ara bisa menampil kan penampilan Ara dengan baik.


Ara pun langsung menutup mata nya dan berdoa seperti yang di kata kan Kia, dan setelah berdoa Ara langsung membuka mata nya dan tersenyum pada Kia.


" Ara siap tante" ucap Ara dengan semangat.


Kia pun langsung tersenyum dan mengajak Ara untuk ke tengah panggung, Kia langsung duduk sambil memain kan gitar nya, sedang kan Ara berdiri di samping Kia dan memegang mik nya dan tersenyum.


Bima langsung mengirim pesan pada Pandu untuk melihat penampilan Kia dan Ara di IG Anita secara Live.


Musik pun berbunyi, Kia memain kan gitar dengan begitu merdu mengikuti alunan musik yang mengiringu suara gitar nya.


( Kia yang nyanyi)


Awan awan menghitam


Langit runtuh kan bumi


Saat aku tahu kenyataan menyakit kan


( Ara yang nyanyi)


Mengapa semua menangis


Padahal ku slalu tersenyum


Usap Air mata mu


Aku tak ingin ada kesedihan


(Kia yang nyanyi)


Angin terbang kan rasa sedih


jemput bahagia di hari nya

__ADS_1


Beri kan dia hidup


( Ara yang nyanyi)


Tuhan terserah pada mu


Aku ikut mau Tuhan


Ku catat semua cerita ku


Dalam harian ku


Intro...


Semua yang mendengar lagu yang di nyanyi kan Kia dan Ara menetes kan air mata, begitu merdu dan lagu nya juga menyentuh hati yang mendengar nya.


Pandu yang melihat penampilan yang di istri dan keponakan nya tersenyum bangga karena begitu banyak yang like dan menonton di IG kakak nya.


" Kamu memang slalu bisa sayang, aku bangga punya istri seperti kamu" ucap Pandu terus melihat penampilan Kia dan Ara dari ponsel nya.


( Ara yang nyanyi)


Mengapa semua menangis


Padahal ku slalu tersenyum


Usap air mata mu


Aku tak ingin ada kesedihan


(Kia yang nyanyi)


Angin terbang kan rasa sedih


Jemput bahagia di hari nya


Beri kan dia hidup


( Ara yang nyanyi)


Tuhan terserah pada Mu


Aku ikut mau Tuhan


Ku catat semua cerita ku


Dalam harian ku


(Kia yang nyanyi)


Tuhan terserah pada Mu


Aku ikut mau Tuhan


Ku catat semua cerita ku

__ADS_1


Dalam harian ku


Ara dan Kia selesai bernyanyi, semua penonton tepuk tangan begitu riuh setelah penampilan Kia dan Ara selesai, bahkan guru guru Ara pada berdiri dan bertepuk tangan.


" Sayang kamu tadi bagus sekali tampil nya, mama bangga banget sama kamu sayang" ucap Anita memeluk dan menciumi Ara saat sudah kembali ke tempat duduk nya.


" Papa juga bangga banget sama kamu sayang, dan papa yakin kamu pasti menang" ucap Bima.


Kia dan mama Dewi hanya tersenyum melihat Ara yang di peluk dan ciumi kak Nita dan kak Bima.


Ahkir nya setelah semua murid selesai menampil kan bakat nya di atas panggung, maka tiba lha saat nya pengumuman untuk mengetahui siapa pemenang nya.


" Baik lha bapak ibu sekalian, sudah kita lihat bersama penampilan yang di beri kan pada anak anak didik kita tadi, dan tiba lha saat nya saya di sini ingin mengumum kan siapa pemenang nya" ucap kepala sekola.


" Baik lha tidak perlu berlama lama, pemenang ke tiga di raih oleh Sukma dengan penampilan membaca puisi, dan juara ke dua di raih oleh Angga dengan penampilan nya bernyanyi dan berduet dengan mama nya, dan tiba lha pemenang kita yang pertama, di raih oleh....Qiara dengan penampilan nya bernyanyi berduet oleh tante nya, kepada seluruh pemenang di harap kan maju ke atas panggung" ucap kepala sekolah.


" Selamat sayang, kita semua bangga sama kamu" ucap Anita sambil mengeluar kan air mata nya.


Setelah pemberian hadiah, semua murid dan wali murid pun bubar dan meninggal kan aula sekolah, Anita dan yang lain nya pun langsung pulang ke rumah karena hari sudah hampir sore.


Setelah sampai di rumah, Mama Dewi menyuruh lara bibi untuk memasak makanan enak, karena mau merayakan kemenangan cucu nya saat lomba oentas seni tadi di sekolah.


Pandu, Aldi dan paoa Ridwan juga langsung pulang setelah di kabari akan mengadakan makan malam bersama kerena meraya kan kemenangan Qaira.


" Assalamualaikum" ucap Pandu, Aldi dan papa Ridwan secara bersama.


" Walaikumsalam" sahut mama Dewi yang kebetulan sedang berada di meja makan.


" Kalian sudah pada pulang, lho Aldi tidak Widya mana kok gak ikut" tanya mama Dewi karena tidak melihat calon istri Aldi.


" Aldi tadi dari kantor langsung ke sini tan, Widya nanti bareng sama Rika dan Ricki ke sini karena mereka dari rumah sakit" ucap Aldi memberi tahu.


Sementara Pandu langsung naik ke atas menuju kamar nya karena sudah tidak sabar ingin melihat istri nya.


Saat Pandu membuka pintu, di lihat nya Kia baru selesai sholat Ashar, Pandu pun langsung memeluk Kia dari belakang dan mengelus perut Kia yang buncit.


" Sayang, kamu hebat banget sih, Mas sampai tak bergedip liat penampilan kamu tadi sayang" ucap Pandu sambil memeluk Kia dari belakang.


" Emang Mas lihat, kan Mas gak bisa datang ke acara pensi di sekolah Ara tadi" tanya Kia.


" Mas lihat dari Live di IG kak Nita sayang, lagu nya bagus banget, kamu ngajari Ara yang terbaik sayang" ucap Pandu dan mencium pipi Kia dari belakang.


Kia hanya tersenyum karena bisa memberi kan yang terbaik untuk keponakan nya yang comel itu.


Bersambung..


di Bab ini kita cerita Ara tampil nyanyi ya.


Jangan lupa untuk slalu Like,Komen dan Vote yang banyak ya Plissss.


Dan kasih point yang banyak untuk karya Author.


Terima kasih.


Love You More

__ADS_1


__ADS_2