Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 81


__ADS_3

Acara pernikahan semakin meriah di karenakan dengan kehebohan yang di buat oleh Raja Cs dan kedua pengantin, tak lupa Ratu yang juga bernyanyi duet bersama dengan Haikal.


Dari sudut ruangan yang megah, Kayla tersenyum sinis menatap Ara yang saat ini berada di samping Azmi dan Azmi sedang memeluk pinggangnya dengan mesrah.


" Aku gak nyangka kamu bisa segila ini juga ternyata Ja, aku kira kamu lelaki yang dingin dan susah tersenyum" ucap Cahaya yang saat ini duduk bersama dengan Raja dan yang lainnya setelah acara joget tiktok bersama di atas pelaminan.


Raja tidak menjawab, ia hanya tersenyum sambil menatap wajah cantik Cahaya yang semakin cantik di sinari oleh cahaya lampu.


Setelah itu Raja kembali menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya dengan berat, Cahaya yang melihat tingkah Raja langsung mengerut kan alisnya.


" Ada apa Ja? apa yang kamu fikirkan?" tanya Cahaya


Lagi lagi Raja menatap wajah Cahaya yang bersinar bagaikan rembulan malam, entah kenapa rasanya ia begitu merasa berat untuk meninggalkan Cahaya saat dirinya akan pergi ke Jerman dalam waktu yang cukup lama seminggu lagi.


Karena tidak mendapatkan jawaban dari Raja, Cahaya kembali memanggil Raja dan sontak membuat Raja tersadar dari lamunannya yang masih menatap wajah Cahaya.


" Ja" panggil Cahaya.


" Emmm,,,aku gak apa apa Ya, aku hanya sedikit lelah" ucap Raja berbohong.


Cahaya tidak menjawab, ia langsung berdiri dan berjalan meninggalkan tempat duduk yang saat ini di dudukinya, namun baru beberapa langkah Raja memanggil Cahaya.


" Ya mau kemana?" tanya Raja.


" Ambilkan kamu minum, katanya kamu lelah kan" ucap Cahaya yang langsung di balas anggukan serta senyuman manis dari bibir Raja.


Setelah kepergian Cahaya, Haikal yang dari tadi sebenarnya memperhatikan Raja langsung berpindah duduk di sebelah Raja.


" Ada apa Ja? aku tahu kamu sedang memikirkan sesuatu" tanya Haikal langsung.


Lagi lagi Raja menarik nafas nya dalam, " Entah lah Kal, aku ngerasa begitu berat meninggal kan Cahaya dalam waktu yang cukup lama, di tambah Wisnu yang masih menganggu Cahaya sampai saat ini, jujur aku takut Cahaya kenapa napa saat aku tidak berada di samping nya" ucap Raja sambil menundukkan wajahnya.


Haikal mengerti perasaan Raja saat ini, namun Ia tidak bisa membujuk om dan tante nya untuk segera menikah kan Raja dan Cahaya saat ini juga mengingat saat ini Raja dan Cahaya belum tamat kuliah.


" Ja aku yakin Cahaya aman, Om PAndu pasti akan menjaga calon menantu nya dengan baik, dan kita juga sudah menyuruh orang orang suruhan kita untuk selalu menjadi bayang bayang dimana Cahaya berada kan" ucap Haikal agar Raja merasa tenang.

__ADS_1


" Ingin Rasanya aku menikahi Cahaya saat ini juga Ja, dan membawa Cahaya ke Jerman" ucap Raja tanpa sadar.


" Itu sih maunya kamu kali Ja, pengen cepat cepat halalin Cahaya" sahut Haikal sambil menimpuk lengan Raja tanpa sadar yang langsung mendapat tatapan tajam dari Raja.


Glek


" Reflek doang Ja" ucap Haikal dengan cengiran di wajahnya.


Pesta pun ahkirnya selesai juga, setelah di tutup dengan lemparan bunga dan yang mendapat kan lemparan bunga dari kedua mempelai adalah Cahaya, sontak membuat Cahaya malu dan juga bahagia, sedang kan Pandu yang melihat Cahaya yang mendapat kan bunga dari kakak sepupunya hanya bisa tersenyum dari kejauhan.


****


Saat ini Ara sedang membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi hotel, Ara dan Azmi malam ini menginap di hotel keluarga Ara, dan seluruh keluarga Atmaja dan kedua orang tua Azmi langsung pulang ke rumah mereka masing masing.


Sedangkan Cahaya pastinya langsung di antar pulang oleh Raja dan di ikuti oleh Haikal dan Andra di belakang mobil Raja.


Azmi yang sedang menunggu Ara di balkon hotel sedikit tersenyum mengingat kalau dirinya saat ini sudah menjadi suami sah dari wanita yang begitu dicintai nya.


Azmi mengingat bagaimana pertemuannya pertama kali dengan Ara yang bertengkar karena Ara menabrak mobilnya, dan hari hari Ara yang begitu kesal karena selalu merasa di repotkan terus menerus oleh Azmi.


Ara yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai jubah mandinya dan menggosok gosok kan rambutnya dengan handuk lain menatap sekeliling kamar mencari keberadaan suaminya.


Namun saat ingin mengambil cream malamnya, mata Ara melihat pintu balkon kamarnya yang terbuka, Ara langsung mengurungkan niatnya untuk memakai cream malamnya, ia malah berjalan ke arah balkom hotel.


Dan benar saja, Ara melihat suaminya sedang berdiri menatap cahaya bulan dengan senyuman di bibirnya.


" Hubby" panggil Ara dengan suara lembutnya.


Azmi langsung tersadar dari lamunannya yang membuatnya tersenyum dan melihat ke arah istri tercinta nya.


Glek


Azmi terkejut melihat Ara yang hanya memakai jubah mandinya, Azmi melihat rambut Ara yang panjang bergelobang dengan masih sedikit basah, di tambah jubah yang panjangnya di atas lutut Ara.


" Sayang" panggil Azmi dengan nafas yang sudah sesak dan saliva yang begitu sulit di telannya.

__ADS_1


" Hubby kenapa? kok jadi merah padam gini wajahnya, kamu sakit" tanya Ara saat melihat perubahan wajah Azmi.


" Tidak panas kok, mungkin kamu lelah sayang, ayo masuk, Ara sudah nyiapin air hangat buat hubby mandi" ajak Ara menarik tangan Azmi untuk masuk ke dalam kamar.


Namun langkah Ara terhenti saat Azmi menarik tangan Ara dengan kuat hingga Ara berbalik dan menabrak dada bidang Azmi dan Azmi langsung memeluk pinggang Ara.


Ara terkejut mendapat perlakuan Azmi padanya, dengan meletakkan tangannya di dada bidang Azmi agar dirinya tidak begitu menempel dengan tubuh Azmi.


" Hubby apa yang kamu lakukan" tanya Ara sambil mencoba melepaskan pelukannya dari tubuh Azmi.


" Apa yang aku lakukan? kenapa kamu malah nanyak sayang" ucap Azmi kembali mengulang ucapan istrinya.


" Hahk" Ara yang tidak mengerti maksud ucapan Azmi kembali menatap wajah tampan suaminya.


" Apa kamu tidak sadar dengan penampilan mu ini sayang, dengan hanya memakai jubah saja dan rambutmu yang tergerai indah, itu sudah cukup kalau kamu mengingat kan aku kalau malam ini adalah malam yang spesial buat kita berdua" ucap Azmi tepat di telinga Ara.


Deg


Jantung Ara langsung mendadak berhenti, Ia tersadar dengan apa yang saat ini di pakainya.


YA Allah, kenapa baru aku sadar kalau aku belum memakai pakaian ku, dan malah menemui mas Azmi, apa malam ini aku dan mas Azmi akan benar benar melakukannya, apa mas Azmi tidak lelah setelah acara pernikahan tadi,batin Ara yang sudah merutuki kebodohannya.


Azmi sudah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ara, tinggal beberapa centi lagi bibir mereka bertemu, Ara langsung menutup mulutnya dengan tangannya sehingga yang Azmi cium bukan bibir Ara melainkan telapak tangan Ara.


Azmi langsung menjauh kan wajahnya dari wajah Ara namun masih tetap memeluk Ara dengan sedikit posesif.


" Kenapa di tutup sayang" tanya Azmi.


" Hubby bau, belum mandi" ucap Ara berbohong dan masih menutup mulutnya dan hidungnya.


Azmi langsung membulatkan matanya dan melepaskan pelukanya setelah mendengar ucapan istri tercintanya, dan kesempatan itu langsung di ambil Ara untuk segera kabur meninggal kan Azmi.


Azmi yang merasa di kerjai oleh istrinya langsung tersenyum dan mengejar Ara masuk ke dalam kamar.


" Sayang awas kamu ya, sudah berani mengerjai aku" ucap Azmi mengejar Ara.

__ADS_1


 


Bersambung.


__ADS_2