
Saat ini Ara berada di luar untuk mengantar Azmi ke depan karena Ami akan pulang, setelah membahas masalah adik adik nya selesai, dan mambahas acara untuk lamaran Ara dan Azmi juhga sudah selesai, Azmi pun permisi pulang karena hari juga sudah malam.
" Kakak pulang ya sayang, jangan tidur sebelum kakak sampai rumah" ucap Azmi dengan suara manja.
" Emang nya kenapa?" tanya Ara dengan wajah polos nya.
" Ko di tanya lagi si sayang, ya setidk nya kamu tunggu kabar kakak dulu kalau kakak sudah sampai rumah dengan selamat" ucap Azmi dengan wajah kesal nya.
Ara hanya bisa terkekeh melihat kekesalan di wajah Azmi, " Yasudah hati hati ya calon suami ku, jangan ngebut ngebut di jalan, kabari Ara begitu sudah sampai rumah" ucap Ara.
Azmi yang mendegar ucapan Ara langsung tersenyum senang, dia pun menyentuh kepala Ara yang masih tertutup hijab dengan gemes.
" Gemes banget sih, jadigak sabar buat cium" ucap Azmi.
" Ingat belum sah, jangan macem macem, ingat lho orang ketiga itu setan" ucap Andra berdiri sambil di depan pintu sambil memasuk kan kedua tangan nya ke dalam kantung celana nya.
Ara dan Azmi sama sama menoleh ke arah Andra yang selalu nongol tiba tiba, " Iya emang benar, yang ketiga nya itu setan, dan setan nya ya elu" ucap Ara yang langsung membuat Azmi terkekeh.
" Yasudah kakak pulang, Assalamualaikum bidadari kakak" ucap Azmi kemudian langsung melangkah kan kaki nya masuk ke dalam mobil.
Setelah Mobil Azmi keluar dari gerbang rumah besar Atmaja, Ara berjalan ke arah pintu masuk yang masih ada Andra berdiri di depan pintu.
Sebelum melangkah masuk, lagi lagi Ara berucap pada Andra yang menatap nya dengan wajah dingin nya.
" Ingat loh, yang ketiga itu setan" ucap Ara langsung ngacir masuk ke dalam.
Andra yang sadar di bilang setan langsung berbalik dan melihat Ara sudah jauh dan sudah mau menaiki tangga.
" KAK ARAAAAA" teriak Andra dari luar pintu.
Mama Anita dan papa Bima yang mendengar suara anak nya berteriak hanya bisa mengelus dada nya.
" Ya Ampun mas, anak anak kamu selalu saja buat ulah, padahal ini sudah malam" ucap Anita yang sudah berada di atas tempat tidur bersama dengan Bima.
" Ya begitu lah anak anak, maka nya kita buat adik saja untuk mereka, biar mereka tidak seperti itu lagi kelakuan nya" ucap Bima yang langsung dapat pukulan dari Anita.
__ADS_1
" Mas mau anak kita nanti sama besar nya sama anak nya Ara, terus anak nya Ara manggil anak kita apan cobaan, gak sadar umur kamu mas"ucap Anita yang langsung menarik selimut dan tidur, sedang kan Bima hanya bisa terkekeh kecil mendengar ucapan istri nya.
******
Siang ini Kia sudah berada di toko kua Cahaya, dengan langkah anggun nya, Kia masuk kedalam toko kue Cahaya.
" Assalamualaikum" ucap Kia dengan sopan.
" Walaikumsalam Nyonya, maaf mau cari kue apa ya" ucap Arti yang kebetulan berada di lantai bawah sedang melayani pengunjung yang membeli kue.
Kia tersenyum sebelum menjawab, " Saya mau bertemu dengan nak Cahaya? Cahaya nya ada?" tanya Kia dengan sopan dan ramah.
Arti yang melihat wanita paruh baya yang masih terlihat cantik walau pun usia nya sudah kepala empat dengan begitu dalam.
Ada apa mama nya Raja ke sini mencari Cahaya, apa mama nya Raja mau memesan kue, tapi kenapa tidak bicara langsung saja, gumam Arti.
" Ada nyonya, Cahaya nya ada di ruangan nya, mari saya antar kan ke ruangan Aya" ajak Arti dengan sopan.
Kia melihat kue kue yang di lewati nya di etalase saat berjalan ke ruangan Cahaya, Kia tersenyum karena merasa kagum dengan wanita yang di cintai putra nya, wanita yang cantik dan lembut, dan pasti nya wanita yang mandiri.
" Ini ruangan Cahaya nyonya, kebetulan cahaya nya sedang tidak enak badan" ucap Arti memberi tahu pada Kia.
Raut wajah Kia langsung terlihat sedih saat mendengar kalau Cahaya sakit, " Apa Cahaya sakit, bisa saya langsung bertemu dengan nya" tanya Kia yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Cahaya.
" Bisa nyonya, ayo masuk" ucap Arti
Kia dan Arti pun masuk ke dalam ruangan Cahaya, Kia melihat Cahaya yang duduk di ujung jendela ruangan nya sambil menatap ke sisi jalan, Arti yang melihat sahabat nya masih diam saja hanya bisa menghela nafas dalam dalam.
Ya ampun Ya, kenapa kamu masih seperti ini terus dari semalam, dan ada apa mama nya Raja ke sini, apa mama nya Raja mau bilang kalau Cahaya tidak boleh dekat dekat dengan Raja lagi, karena Raja mau menikah, ya Ampun Ya malang benar nasib mu, batin Arti melihat Cahaya.
Arti berjalan ke arah Cahaya untuk memanggil Cahaya yang masih melamun, Kia hanya menatap Cahaya dari depan pintu yang seperti sedang ada masalah.
Ada apa dengan Cahaya, kenapa wajah nya seperti sedang sedih begitu, batin Kia.
" Ya ada mama nya Raja yang mau menemui mu" ucap Arti yang langsung membuat Cahaya kaget dan melihat Kia yang sudah tersenyum di depan pintu.
__ADS_1
Cahaya langsung berdiri dan berjalan ke arah mama Kia dan tak lupa langsung mnyalami Kia dengan sopan.
" Aku tinggal dulu ya Ya" ucap Arti yang langsung di angguki kepala leh Cahaya.
" Mari Nyonya" ucap Arti yang di sambut senyuman oleh Kia.
" Mari silah kan duduk Nyonya, maaf ruangan eperti ini, pasti nyonya tidak nyaman" ucap Cahaya.
Cahaya sudah bertanya tanya di dalam pikiran nya, ada apa mama nya Raja menemui nya saat ini.
" Jangan panggil nyonya, tidak enak di dengar nya,panggil tante saja nak" sahut Kia dengan lembut.
Cahaya hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya tanda mengiya kan, " ada apa ya tente ke sini? apa mau pesan kue" tanya Cahaya dengan jantung yang sudah berdetak begitu kencang.
" Ada yang mau tante sampai kan sama kamu nak, ini tentang kamu dan Raja" ucap Kia dengan suara lembut nya.
Deg
Ya Allah apa lagi ini, apa iya mama nya Raja mau menyuruh ku untuk menjauahi anak nya, malang sekali nasib mu Aya, sudah di tinggal nikah, sekarang malah di suruh jauhi anak nya, batin Cahaya yang sudah hampir mengeluar kan air mata nya, namun dengan sekuat tenaga Cahaya menahan nya agar Kia tidak mengetahui kesedihan diri nya.
bersambung.
__ADS_1