Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 65


__ADS_3

Pukul 11.00 malam Pandu sampai di rumah, Pandu langsung masuk kedalam rumah dan melihat ruangan keluarga lampu sudah padam, Pandu langsung naik menuju ke lantai atas, tapi saat baru menaiki anak tangga, langkah Pandu terhenti oleh panggilan seseorang.


 "Pandu"


 Pandu langsung membalik kan badan nya dan melihat siapa yang memanggil nya.


 "kak Nita, kenapa kakak di sini, belum tidur?" tanyak Pandu.


 "kakak  baru dari dapur ambil minum, gimana? benar Iren yang melakukan penembakan Kia?" Tanya Anita langsung.


 Pandu hanya mengangguk kan kepala tanda apa yang di kata kan kakak nya benar.


 "Lantas, apa yang kalian lakukan setelah ini?" tanyak Anita lagi.


 "Biar polisi yang menghukum nya sesuai dengan apa yang di lakukan nya" sahut Pandu.


 Anita hanya diam saja tak menjawab ucaoan Pandu, dia merasa kesal membiar kan pihak polisi yang menangani ini semua, Anita berharap Iren di hukum seumur hidup di dalam penjara.


 Anita melihat ke sekliling ruangan, dia tidak melihat suaminya Bima berada di sana.


 "Ndu kamu pulang sendiri, BIma mana?" tanya Anita yang tidak menemukan suaminya.


 "Kak BIma masih di kantor polisi ngurus Iren kak, aku pulang diluan karna sudah khawatir dengan Kia" sahut Pandu dan di anggukin kepala oleh Anita tanda mengerti.


 "Yasudah kamu masuk kamar gih, tadi sih waktu kakak tinggal Kia, dia belum tidur, tapi kalau sekarang kakak gak tau" ucap Anita.


 "Iya kak" sahut Pandu langsung balik menaiki tangga menuju kamar nya.


 Anita melihat adik satu satu nya berjalan menaiki tangga masuk kedalam kekamar nya.


Aku gak akan biar kan polisi yang mengambil hukuman yang di berikan oleh wanita iblis itu, akan aku pastikan kau menderita di balik jeruji besi Iren, berani sekali kamu bermain main dengan keluargaku. gumam Anita langsung masuk ke dalam kamar nya yang ada di lantai satu dan bermaksud langsung menghubunhi Bima suami nya yang masih berada di kantor polisi.


 Pandu membuka pintu dengan sangat pelan, di lihat nya lampu kamar sudah mati, hanya lampu tidur yang menyala, Pandu melihat Kia sudah tertidur, dengan hati hati Pandu menutup pintu dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih bersih dan mengambil wudhu untuk melaksana kan sholat Isyah.


 Setelah sholat Isyah, Pandu langsung menaiki tempat tidur, ditatap nya wajah istri nya


yang sudah nyenyak di alam mimpinya.


 Hampir saja aku kehilangan kamu sayang, hanya karena perbuatan Iren, aku bersyukur


sekarang kamu masih berada di samping Mas, Mas janji akan slalu menjaga kamu sayang, mas sangat mencintai kamu Kia.gumam Pandu lalu mencium kening Kia dengan lembut.


 Pandu langsung merebah kan tubuh nya di samping Kia, di peluk nya Kia dengan era, dan tak lama Pandu pun menyusul Kia ke akam mimpi.

__ADS_1


 Sementara di kantot polisi, orang tua Iren terutama mama nya Iren sudah menangis mendengar kabar kalau Iren lha penyebab istri nya Pandu tertembak.


 "Nak apa yang sudah ada di pikiran kamu? kenapa kamu lakukan hal bejat ini nak?" tanya mama Iren dengan tangisan nya.


 "Aku gak terima Pandu meninggal kan Aku hanya demi wanita muran itu Ma, apa kurang nya aku sama wanita kampungan itu? sehingga aku di campakkan oleh Pandu, aku gak terima di perlakukan seperti ini Ma, makanya aku ingin membunuh istrinya, agar pandu kembali lagi padaku" sahut Iren tanpa ada penyesalan di wajah nya.


 Bima dan Aldi yang mendengar ucapan Iren hanya menggeleng kan kepala nya.


 "Aku kira dengan ada nya kamu disini kamu merasa menyesesal karna perbuatan mu, tapi ternyata kami salah" ucap Aldi tiba tiba.


 "Mungkin kamu memang pantas berada di sini, dan kami tidak segan segan memberi hukuman agar kamu mmbusuk di dalam jeruji besi ini" sambung Bima.


 Papa Iren yang mendengar ucapan Bima dan Aldi merasa malu dengan sikap anak nya, ia merasa gagal telah mendidik anak nya sehingga bisa melakukan hal yang begitu memaluka.


 "Papa gak bisa bantu kamu Ren, biar lha keluarga Atmaja memberi kan hukuman kepada mu sesuai dengan apa yang kamu lakukan" ucap papa Ridwan.


 "Apa yang ppa katakan? walau pun begini dia tetap putri kita satu satu nya Pa" ucap mama Iren dengan terus menangis.


 "Apa yang harus papa lakukan Ma, apa mama tidak tau siapa kelaurga Atmaja, mau kita sewa pengacara handal sekali pun, Iren tetap tidak bisa keluar dari penjara,kecuali mereka sendiri yang berbaik hati mencabut tuntutan nya" ucap papa Iren langsung.


 mama Iren yang mendengar ucapan suami nya langsung menagis dengan sedih, sementara Iren bersikap biasa saja, dia berfikir tetap akan menghancur kan kehidupan Kia nantinya.


 Aku harus bertemu dengan istri nya Pandu, aku melihat kalau istri nya Pandu wanita baik, dia pasti mau memaaf kan perbuatan Iren, gumam mama Iren.


 papa Iren hanya menaganggukan kepala nya, sementara mama Iren diam saja tak menjawab, apalagi dengan Iren, melihat wajah Aldi dan Bima saja dia tak mau.


 Setelah kepergian Aldi dan Bima, Iren kemabli di masuk kan ke dalam sel, mama dan papa


Iren hanya bisa melihat anak nya sudah berada di jeruji besi.


 Sidang keputusan Iren akan di adakan lusa, setlah surat surat dan bukti bukti dari


kepolisian selesai.


*********


Tak terasa suara Adzan subuh terdengar di kediaman Atmaja, Kia yang mendengar suara adzan langsung terbangun, Kia merasa ada benda berat yang menimpa pinggang nya.


 Dilihat nya kesamping, ternyata suami nya sudah berada di samping nya tertidur dengan pulas nya dan memeluk diri nya.


 "jam berapa Mas Pandu pulang ya, kenapa gak bangunin aku" ucap Kia sambil memandangi wajah suaminya yang sangat tampan.


 Kia pun langsung mengangkat pelan tangan Pandu yang ada di pingganya agar tak menganggu tidur suaminya, dengan perlahan Kia bangkit dari tempat tidur nya dan berjalan ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.

__ADS_1


 Tak lama Kia sudah selsai dengan mandi nya, dia pun langsung membangun kan suaminya agar melakukan sholat subuh berjamaah.


 "Mas bangun, sudah subuh" panggil Kia sambil mengelus pipi suami nya.


 Pandu yang mendapat elusan di pipinya segera membuka mata nya perlahan, setelah mata nya terbuka lebar, Pandu langsung tersenyum melihat wajah istri nya yang begitu cantik.


 "mas kok malah bengong, buruan ambil wudhu nya, biar kita sholat berjamaah" ucap Kia lagi.


 "Iya sayang" sahut pandu langsung ke kamar mandi dan mengambil wudhu.


Tak lama Pandu selesai mengambil wudhu nya dan langsung melaksanakan sholat berjamaah, setelah selesai sholat, Pandu melanjut kan tidur nya kembali, sementara Kia pergi ke dapur untuk membuat serapan pagi.


 Setelah selesai membuat serapan, Kia kembali naik ke kamar nya untuk membangun kan suami nya.


 "Mas bangun, Uda jam set tujuh mas, mas gak  kantor hari ini" panggil Kia sambil mengelus lengan tangan Pandu.


 "Lima menit lagi sayang" sahut pandu dengan suara serak nya.


 "yasudah kalau gak mau bangun, Kia langsung turun ke bawah saja ya"


ucap  Kia dan langsung beranjak dari tempat tidur mereka.


 Pandu yang mendengar ucapan Kia langsung menarik tangan Kia dan terjatuh di pelukan Pandu.


 "Mas kamu menyakiti bekas luka ku" ucap Kia yang merasa sedikit nyeri karna terkena tangan Pandu.


 Pandu langsung melepas kan tangan nya karena terkejut.


 "Maaf sayang, Mas lupa" sahut Pandu.


 "Tidak apa apa Mas, gak begitu sakit kok, cuma sedkit nyeri" ucap Kia agar Pandu tidak merasa bersalah.


 "Yasudah Mas cepat mandi, Kia mau nyiap kan pakaian kerja Mas" sambung Kia lagi.


 


 


Bersambung....


Jangan lupa slalu dukungan nya ya Readers untuk Like, KOmen dan Vote.


Terimah Kasih Bnayak.

__ADS_1


Salam sayang Author untuk kalian semua.


__ADS_2