
" Kalian semua memang biadap, setelah apa yang kalian lakukan pada ku dan keluarga ku, sekarang kalian juga merampas harta keluarga ku, aku pasti kan kalian akan menyesal" jerit Iren pada Firman.
Firman yang mendengar perkataan Iren terkekeh lucu.
" Hahahaha" ketawa Firman.
" Aku heran dengan mu, bisa bisa nya kamu menyalah kan keluarga Atmaja setelah apa yang kau lakukan pada Kia" ucap Firman.
" Dia memang pantas mendapat kan itu, setelah dia merebut Pandu ku" sahut Iren dengan wajah yang sudah merah karna emosi di tahan.
Firman hanya menggeleng kan kepala nya saja melihat ucapan yang keluar dari mulut Iren.
" Oia karna aku sudah tak tahan berada di tempat ini, begitu sesak dan pengap aku merasakan nya, tapi aku salut sama kamu, karna kamu sangat betah tinggal di sini" ucap Firman dengan senyuman manis nya.
Sedang kan Iren yang mendengar makin meradang emosi nya.
Firman yang melihat wajah Iren makin tersenyum senang.
" Aku ke sini karna ingin menyampai kan pesan dari Pandu, kalau dia ingin mengeluar kan kau dan keluarga mu dari tempat ini" sambung Firman.
Iren yang mendengar kan perkataan Firman sontak terkejut dan langsung menatap Firman, sedang kan Firman menatap Iren dengan tatapan serius dengan wajah dingin nya.
" Mereka sungguh baik bukan, setelah apa yang sudah kau lakukan pada mereka, tapi mereka masih mau mengeluar kan mu dari tempat ini, dan membebas kan mu dari dalam penjara" sambung Firman dengan serius.
Iren yang mendengar ucapan Firman begitu terkejut, dia menatap wajah Firman dengan seksama memastikan apakah Firman berbohong atau tidak, dan Firman mengetahui arti dari tatapan Iren.
" Aku tau kau pasti tak percaya dengan ucapan ku, dan sekarang kau siap kan saja mental mu setelah di keluar kan dari tempat ini" ucap Firman kembali.
Setelah itu Firman langsung menghadap ke arah polisi yanh sedari tadi mengawal Firman ke penjara bawah tanah.
" Segera siap kan semua sesuai yang aku sampai kan tadi, dan pasti kan mereka semua sampai di sana dalam keadaan hidup, dan pasti kan penjagaan ketat di sana" ucap Firman pada salah satu ketua polisi yang akan membawa Iren, mama Iren dan sepupu Iren.
Iren hanya melihat kepergian Firman saja, dia tidak banyak berkata kata lagi, pikiran nya sudah senang karna Pandu sudah membebas kan dari penjara.
Sementara para polisi langsung memborgol tangan Iren beserta mama dan sepupu nya, mereka mengeluar kan Iren dan di giring untuk naik ke mobil tahanan.
__ADS_1
Iren masih belum tau akan di bawa kemana, sedang kan Firman yang melihat Iren sudah berangkat meninggal kan kantor polisi langsung tersenyum kemenangan.
" Tunggu lha kejutan untuk mu Iren, sampai di sana kau pasti akan semakin menderita" ucap Firman dan meninggal kan kantor polisi.
Sebenar nya tanpa sepengetahuan Iren dan keluarga nya, Pandu telah memasang kamera kecil di penjara bawah tanah untuk memastikan apakan Iren akan menyesal setelah perbuatan nya, tetapi karena Pandu melihat tidak ada rasa menyesal di hati Iren, maka Pandu langsung menyuruh para polisi untuk membawa Iren dan yang lain nya ke pelosok dan di kelilingi lautan yang luas, pulau tersebut memang khusus di tempat kan untuk orang orang yang tidak menyesali perbuatan yang telah di lakukan.
Dan mereka di lepas kan di dalam pulau itu tanpa di kasih makan atau pun minum, mereka akan mencari makan dan minum sendiri dan tidur di tempat ala kadar nya seperti gubuk.
Dan pasti nya tempat itu di kelilingi oleh para tentara khusus yang menjaga sekililing pulau tersebut.
Sementara di kediaman Atmaja, Pandu baru saja pulang dari kantor, Ia melihat sekililing rumah kosong.
" Pada kemana ni, kok sepi" ucap Pandu berbicara sendiri.
Pandu melihat Bi Asih sedang menyiap kan makan malam di dapur, Pandu langsung menanyakan pada kemana semua orang.
" Bi kok sepi, mama sama papa kemana bi" tanya Pandu pada Bi Asih.
" Oh..Tuan dan Nyonya besar sedang ke rumah sakit menjenguk sahabat tuan besar Den" sahut Bi Asih.
" Lalu Istri Pandu kemana bi?" tanya Pandu lagi.
Pandu hanya mengangguk kan kepala nya, Ia langsung naik ke atas untuk segera membersih kan badan nya.
Setelah membersih kan badan nya, dan terlihat segar, Pandu langsung turun ke bawah untuk menemui istri tercinta nya.
Kia yang duduk di pendopo didepan kolam Ikan sambil memetik gitar yang di pangku nya, Pandu yang melihat istri nya dari kejauhan hanya bisa tersenyum senang.
Kia terus bernyanyi dengan merdu, Pandu mendekati istri nya dan duduk tepat di belakang Kia, Kia sendiri belum menyadari dengan kedatangan Pandu.
" Seperti nya calon anak kita akan menjadi musisi nanti setelah lahir, karna mama nya hobi sekali bernyanyi ahkir ahkir ini" ucap Pandu yang langsung di dengar Kia dan langsung menghenti kan nyanyian nya dan permainan gitar nya.
Kia pun langsung berbalik dan melihat suami tampan nya sudah tersenyum di belakang nya.
" Mas kok pulang gak ngabari Kia, Mas uda dari tadi di sini?" tanya Kia.
__ADS_1
" Mas baru datang kok sayang, tadi Mas langsung mandi biar segar" sahut Pandu yang langsung mencium kening istri nya.
Kia pun meletak kan gitar nya yang di pangku nya dan langsung memeluk suami nya karena kangen.
" Mas Kia kangen sama Mas" ucap Kia sambil memeluk erat Pandu.
Pandu yang mendengar ucapan istri nya tersenyum senang, memang ahkir ahkir ini Kia semakin manja, mungkin karna bawaan hamil istri nya.
" Masa baru di tinggal beberapa jam sudah kangen si sayang nya Mas ini" sahut Pandu sambil mencium kening istri nya.
" Iya Mas, tadi sebenar nya Kia mau ke kantor Mas pulang dari kampus, tapi karna Kia pengen rebahan jadi Kia pulang aja" ucap Kia masih memeluk suami nya.
" Kenapa gak ke kantor aja sayang, kan bisa rebahan di kamar yang ada di ruangan Mas" sahut Pandu.
" Gak mau Mas, kalau ke kantor Mas yang ada Mas sibuk kerja, kalau di kamar kita, Kia bisa menghirup bekas aroma tubuh Mas" ucap Kia kemudian melepas kan pelukan nya dan menatap wajah suami nya.
Pandu yang di tatap oleh istri nya pun langsung mencium bibir istri nya dengan lembut, Kia pun membalas ciuman yang di berikan suami nya.
Pandu dan Kia menikmati ciuman nya, mereka tidak sadar sekarang sedang berada di mana.
Saat sedang menimkati ciuman mereka tiba tiba Anita datang bersama dengan Qiara dan Bima.
" Assalamualaikum" ucap Anita dan Qiara.
Karena tidak ada sahutan mereka pun langsung bertanya pada bibi yang sedang membersih kan ruang tamu.
" Bi kok sepi, pada kemana semua nya?" tanya Anita.
" Tuan dan nyonya besar sedang keluar Non, kalau den Pandu dan Non Kia di taman belakang" sahut Bibi memberi tahu.
Anita, Qiara dan Bima berjalan ke arah taman belakang, sedang kan Pandu dan Kia masih menikmati ciuman mereka yang dan semakin dalam.
Bersambung.....
Jangan lupa dukungan nya untuk Like,Komen dan Vote ya readers tercinta 😊😊.
__ADS_1
Terimah kasih banyak semua nya uang sudah mampir di novel Author.
I Love You More ❤❤