
Pandu, Aldi, Firman dan Bima sedang berada di markas Firman sedang membahas sesuatu yang menurut mereka begitu penting.
" Jadi apa yang kau dengar dari para tentara di sana Man?" tanya Pandu langsung.
" Mereka bilang kalau Iren sampai sekarang belum di temukan, dan mereka juga mengatakan kalau tidak mungkin kalau Iren masih hidup, karena laut itu sangat luas Ndu, di tambah banyak hiu di sana" ucap Firman memberi tahu.
" Dan tidak mungkin ada kapal yang bisa masuk ke dalam kawasan lautan militer di sana" sambung Firman kembali.
" Tapi aku yakin dengan tatapan mata itu, kalian bisa lihat sekali lagi" ucap Pandu yang entah kenapa hati nya berkata kalau wanita yang ia lihat dan menemui Kia dan Widya di lift itu Iren,orang yang telah membuat kekacauan pada rumah tangga Pandu dan Kia dulu.
" Tapi kalau itu memang Iren, seharus nya dia akan membalas kan dendam nya pada kamu saja Ndu, tapi kenapa dari tatapan mata nya yang sekarang seolah olah dia ingin membalas kan pada kalian semua" ucap Bima yang masih fokus memperhatkan hasil cctv .
" Itu lah yang aku bingung kan kak, tapi hati ku yakin kalau itu Iren kak" sahut pandu menyela ucapan kakak ipar nya.
" Bagai mana kabar mama nya dan sepupu nya Iren?" tanya Bima pada Firman.
" Sepupu nya Iren sudah meninggal kak setelah tiga bulan di lempar kesana, kalau mama Iren sekarang menjadi tidak waras setelah mendengar kalau Iren berusaha kabur dengan berenang ke laut dan smapai sekarang belum di temu kan" ucap Firman menjelas kan.
" Aku yakin kita bisa menyelesai kan ini, dan kalian harus menjaga istri istri kalian agar semua nya aman, kakak yakin ada campur tangan di balik ini siapa, kalau memang itu benar benar Iren sesuai apa yang Pandu fikir kan" ucap Bima mewanti wanti Pandu, Aldi dan Firman.
Aldi dari tadi hanya diam msih memperhati kan wajah wanita yang di sangka adalah Iren, dia ingat betul kalau Iren mempunyai tai lalat kecil di ujung alis ny sebelah kiri.
" Coba kalian lihat, di wajah wanita ini kalau wajah nya mulus, sementara di wajah Iren ada tai lalat di ujung alis nya yang sebelah kiri" ucap Aldi membanding kan foto wanita misterius dan foto Iren.
Pandu, Firman dan Bima melihat foto yang di tunjukan Aldi dengan seksama, karena memang berbeda, Pandu tidak mau berlama lama dengan kecurigaan nya.
" Al hubungi Ricki, suruh dia ke sini, agar semua jawaban siapa wanita itu terjawab, Ricki pasti tahu soal operasi plastik" ucap Pandu dan langsung di angguki kepala oleh Aldi.
*******
Di kediaman Atmaja, Anita yang dari pagi bolak balik sudah muntah muntah, merasa lemas, Kia dan mama Dewi sudah khawatir melihat kondisi Anita saat ini.
__ADS_1
" Kak aku periksa dulu ya, aku yakin kakak saat ini hamil" ucap Kia langsung to the point.
" Nagco kamu Kia, kakak cuma masuk angin saja, kamu tahu kan kakak kecapean karena banyak sekali pasien kemarin.
" Tapi Kia yakin kak Nita hamil Ma" ucap Kia pada mama Dewi.
" Anita coba deh kamu di periksa dahulu, atau kamu langsung tes pack saja" ucap mama Dewi menyuruh anita untuk tes pack.
Anita pun langsung mengambil tes pack di laci lemari nya dan langsung ke kamar mandi.
Kia dan mama Dewi menunggu di kamar Anita sambil menjaga Raja yag lagi tidur di kasur Anita.
" Kenapa mama dan Kia tidak percaya sih, bahkan aku baru satu minggu yang lalu selesai datang bulan, mana mungkin secepat itu jadi nya sih walau pun tiap malam buat nya" ucap Anita yang sudah mencoba tes pack nya di air seni nya.
Mata Anita membulat saat melihat dua garis tapi garis yang satu nya lagi masih begitu samar, Jelas Anita tahu lah itu artinya apa sebagai seorang dokter.
" Ya ampun secepat ini, Ara akan punya adik, kamu jago juga mas, bisa langsung tokcer begini" ucap Anita sambil mengusap perut nya yang masih rata.
******
" Ada apa sih nyuruh aku ke sini, apa kalian tidak tahu kalau aku sedang sibuk dengan pasien ku dan juga aku sedang mengurus pernikahan ku yang tinggal beberapa hari lagi" ucap Ricki yang sudah menduduk tubuh nya di sofa.
" Kau suruh saja dokter lain untuk menggantikan mu, dan untuk pernikahaan mu suruh saja orang orang ku mengurus nya, karena tugas mu sekarang lebih penting dari itu semua" ucap Pandu langsung mengarah kan laptop nya ke hadapan Ricki.
" Iren....dan yang satu lagi siapa?" tanya Ricki yang sedikit terkejut.
" Itu lah tugas mu sekarang Ki, Pandu mengatakan kalau wanita ini adalah Iren yang sengaja di operasi plastik untuk membalas dendam nya pada Pandu" ucap Bima menjelas kan.
" kenapa kau bisa berfikir seperti itu Ndu?" tanya Ricki yang masih memperhati kan wajah Iren dan juga wanita yang di sangka Iren juga.
Pandu tidak menjawab, namun Aldi langsung memberi kan laptop nya dan menujuk kan cctv pada Ricki.
Dengan seksama Ricki melihat setiap gerak gerik wanita misterius yang di tebak Pandu adalah Iren.
__ADS_1
"Tapi kenapa dia juga terlihat benci sama Aldi dan Firman ya, apa karena aku saat itu tidak ada di sana karena sudah pulang, kalau aku ada di sana apa dia akan menatap ku sama seperti menatap kalian" ucap Ricki sekaligus bertanya.
" Maka nya sekarang kau lihat dulu apakah wanita itu iren atau bukan" ucap Firman yang sudah mengerti melihat Pandu bosan dengan pertanyaan Ricki.
*******
Anita keluar dari kamar mandi dengan wajah yang tak bisa di tebak oleh mama Dewi dan Kia.
" Gimana kak?" tanya Kia yang sudah tidak sabar.
Anita langsung menunjukan tespack nya pada Kia dan mama Dewi.
" Adeq nya Ara cooming soon Ma, Kia" ucap Anita dengan semangat empat lima.
" Waaaahhhh...selamat yaa kak, baklan nambah lagi penghuni rumah kita Ma" ucap Kia begitu senang.
" Selamat ya sayang, mudah mudahan kamu dan calon bayi kamu sehat sehat" ucap mama Dewi.
" Amiiin , doain ya Ma, Kia" ucap Anita dengan senyuman di wajah nya.
Bersambung
yang menunggu adik nya Ara uda cooming soon yaa...
Tapi jangan lupa dukungan nya terus yaa
dengan Like, komen yang positif dan vote yang banyak.
jangan lupa untuk kasih bunga dan kop iyang banyak plissss.
__ADS_1
Terima kasih banyak.
Love You.