
" ABY' teriak Ara yang langsung membuat seluruh yang berada di kafe melihat ke arah mereka berdua.
Dan ternyata saat Ara berteriak dari pintu masuk langsung melihat ke arah mereka dan menatap ke arah Ara dan Azmi dengan tatapan benci dan tak suka.
" Sempit banget sih dunia ini" ucapnya yang langsung keluar dari kafe tersebut.
Saat orang tersebut keluar dari kafe, ia langsung mendapat teguran dari sahabatnya yang akan masuk ke dalam menyusul temannya yang sudah diluan masuk.
" Kenapa keluar lagi, gak ada kursi ya?" tanya temannya yang tahu kalau kafe yang di tangani mereka saat ini begitu hits sehingga kadang ramai.
" Bukan, males aja masuk, ada pemandangan gak enak di dalam" sahut Keyla menatap wajah sahbatnya dengan kesal.
Dengan melangkahkan kakinya, Riri sahabat sesama dokter di rumah sakit meliat ke arah kafe, dan ia langsung tersenyum melihat ada dokter tampan dan dokter cantik yang ada di dalam sana sambil bercanda dan sesekali tertawa.
Riri kembali menemui Keyla dan mengajaknya masuk, " ayo lah Keyla, kamu harus melupakan dokter Azmi, dia bukan jodohmu, lagian dari awal dokter Azmi cuma menganggap kamu teman kan, tidak ada yang merebutnya dari dirimu, bersikap dewasa lah, dan terima kenyataan kalau dia sudah menjadi milik orang" ucap Riri berusaha menasehati Keyla agar tidak terus membuat Qiara merasa terancam saat di rumah sakit.
" Lagian mereka emang cocok, yang satu tampan, yang satunya cantik, kalau anak mereka sudah lahir gimana wajahnya ya, pasti gantang dan cantik banget itu, soalnya produk ungguk keduanya"sambung Riri yang malah membuat Keyla yang mendengarnya tambah kesal.
" Puji aja terus, aku mau balik" ucap Keyla yang langsung berjalan meninggal kan Riri begitu saja.
" Yaah, Key jangan gitu dong, kayak anak kecil tau gak pakek acara merajuk segala" teriak Riri namun tidak di gubris sama sekali oleh Keyla.
Sementara di sebuah kafe yang berbeda, sepasang suami istri yang masih terlihat cantik dan tampan walau sudah berumur sedang mengadakan makan siang dengan Tiara yang sudah di ajak ketemu oleh mama Anita.
" Bagaimana kabar kamu nak?" tanya mama Nita sambil mengelus bahu Tiara dengan lembut.
__ADS_1
" Baik tante, Om" ucap Tiara yang begitu bahagia bisa bertemu dengan kedua orang tua Andra, lelaki yang saat ini berada di hatinya, tapi tidak tahu apa bisa bersatu atau tidak.
" Tiara ada yang mau tante sampaikan sama kamu, dan ini menyangkut dengan Andra" ucap mama Anita dengan wajah serius yang membuat Tiara langsung menatap mama Anita dan begitu was-was untuk mendengar kelanjutan ucapan dari mama Nita.
" Ada apa ya Tan?" tanya Tiara dengan sedikit takut.
Dengan senyuman yang mengembang mama Nita menceritakan pada Tiara apa yang ingin di sampai kan padanya, dan sesekali papa Bima menimpali ucapan istrinya.
Setelah selesai, mama NIta dan papa Bima langsung kembali pulang ke ruamh, sedang kan Tiara yang berada di dalam mobil masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya tadi, air mata menetes di pipi mulusnya, setelah mendengar apa yang sudah di sampai kan oleh mama Nita dan papa Bima.
*****
Saat ini semua keluarga Atmaja sedang makan malam bersama, setelah selesai, mama Nita langsung berbiacara untuk mengajak seluruh keluarga berkumpul di ruang keluarga karena da yang mau di bicarakan.
" Selesai makan kita berkumpul di ruang kerluarga ya, ada yang dibicarakan, dan ini penting" ucap mama Nita yang langsung membuat semua keluarga menatap mama Nita dengan serius.
" Apa yang mau kamu bicarakan Nak?" tanya Oma Dewi.
" Ini soal Andr" ucap papa Bima dengan suara besarnya.
Andra yang di sebut langsung melihat ke arah papanya, sementara yang lain malah melihat ke arah Andra.
" Ada apa Pa?" tanya Andra penasaran.
" Mama mau kamu minggu depan bertunangan dengan wanita pilihan mama" ucap Nita dengan wajah serius.
__ADS_1
Deg.
Jantung Andra seketika serasa berhenti sejenak mendengar ucapan mamanya, sementara yang lain langsung saling pandang begitu mendengar ucapan mama Nita.
" Apa maksud mama, mama lagi gak bercanda kan?" ucap Andra dengan sedikit tertawa lucu.
" Mama gak lagi bercanda Ndra, dan semua persiapannya biar mama yang urus,kamu hanya tingal hadir di acara pertunangan kamu dengan wanita yang mama pilih untuk kamu" ucap Nita dengan lantang.
" Andra gak mau Ma, mama gak bisa begini, Andra yang akan menjalani masa depan Andra, bagaimana bisa mama mengatur hidup Andra dengan wanita pilihan mama yang Andra sendiri tidak tahu siapa dia" ucap Andra tidak terima.
" Atau jangan-jangan mama masih ngekeh untuk menyuruh Andra berhubungan dengan Arti" tebak Andra berusaha menebak.
Deg
Kali ini jantung Cahaya yang berdetak begitu cepat, dengan perlahan Cahaya menatap wajah suaminya Raja dan menggenggam tangan Raja dengan erat,Cahaya sedikit tidak terima saat Andra menyebut nama Arti dam membawa bawa Arti ke masalah ini.
" Aii" ucap Cahaya pelan.
" Suuustt, biar saja dulu sayang, kita tidak tahu apa yang sudah di rencanakan tante Nita" ucap Raja.
" Siapa pun wanita yang akan mama pilih untuk kamu, kamu mau tidak mau harus menerimanya, dan minggu depan adalah acara pertunangan kalian" ucap mama Nita langsung pergi dari ruangan itu dengan wajah marah.
" Ma, mama gak bisa kayak gini, Andra gak mau Ma, Andra gak mencintai Arti Ma" teriak Andra dengan begitu emosi.
Cahaya yang mendengar teriakan Andra langsung meneteskan air matanya, dia begitu sedih ketika sahabatnya di bawa-bawa saat ini.
__ADS_1
" Aaahhhhhkkk" teriak Andra dan langsung pergi begitu saja dari ruangan keluarga tanpa pamit pada siapa pun.
Bersambung.