
" Setelah ibu di operasi, Kia merasa ikhlas walau pun Kia tidak akan memiliki saudara, tapi Kia bahagia karena ibu tidak merasakan sakit lagi, tapi semua itu tidak bertahan lama, saat umur Kia menginjak 10 tahun, ternyata ibu di vonis menderita leukimia, dan sampai ibu meninggal saat Kia masih gadis kecil yang membutuh kan sosok ibu" ucap Kia yang sudah berlinang air mata.
Pandu masih setia mendengar cerita istri nya, tapi Pandu sudah merangkul tangan Kia agar Kia kuat dengan mencerita kan masa lalu nya.
" Setelah ibu meninggal, ayah menjadi sosok ibu dan ayah di mata Kia, sampai suatu hari, ada keluarga yang pindah di dekat rumah Kia, mereka begitu baik dengan Kia, sampai mereka mengangkat Kia sebagai anak nya, mereka juga punya anak lelaki yang usia nya lebih tua dari Kia, dia selalu menjaga Kia, kemana pun Kia dia selalu menjaga Kia, dia berusaha membuat Kia tersenyum setiap hari, sampai sampai Kia berfikir kalau dia lah yang akan menjadi suami Kia kelak" ucap Kia terus mwncerita kan kehidupan nya dulu.
Pandu yang mendengar ucapan Kia merasa cemburu, tapi Pandu berusaha untuk menahan nya, karena Kia belum selesai berbicara.
" Tapi semua itu hilang seketika, saat dia pergi kuliah ke Kairo, dia sempat ngasih semangat agar Kia selalu tersenyum dan berbesar hati, dua bulan setelah dia berangkat, kita masih sering komunikasi melalui ibu nya, tapi tiba tiba entah apa yang terjadi, sampai sampai keluarga nya semua berangkat menyusul dia ke Kairo, sejak saat itu Kia kehilangan kontak dan tidak berhubungan dengan mereka lagi, mereka orang lain tapi serasa keluarga bagi Kia dan Ayah" ucap Kia yang sudah menangis memeluk suami nya mengingat kisah diri nya.
" Sayang sudah jangan menangis, Mas selalu ada bersama mu" ucap Pandu menenang kan Kia.
" Mas Kia mohon jangan perna tinggal kan Kia, sudah cukup semua orang yang Kia sayang pergi meninggal kan Kia, dan Kia mohon menua lah bersama Kia Masz sampai Allah memanggil kita bersama menuju surga nya" ucap Kia menatap wajah Pandu dengan linangan air mata mengalir di pipi mulus nya.
" Sayang...dengar mas, sampai kapan pun mas gak akan ninggalin kamu, kamu lah nafas mas sayang, kamu lah orang yang sudah mencair kan hati mas tang beku, kamu lah orang yang bisa menggetar kan hati mas hanya dengan memandang wajah mu, hidup mas juga akan hampa kalau mas jauh dari kamu, kamu segala nya untuk mas sayang, selama nya kita akan bersama, tidak ada yang bisa memisah kan kita, walau pun itu kematian, kecuali kita sama sama di panggil oleh yang kuasa bersama" ucap Pandu mengungakap kan seluruh isi hati nya.
Kia langsung memeluk Pandu dengan erat, Pandu mencium pucuk kepala Kia, dia sudah tahu semua nya, berarti oramg yang memperhatikan rumah nya tadi pagi adalah orang yang di cerita kan Kia pada nya.
" Sayang kalau misal nya orang itu datang menghampiri mu, apa yang akan kamu lakukan" tanya Pandu dengan hati hati.
Kia melepas kan pelukan nya, dia mengusap air mata nya yang mengalir di pipi nya.
" Entah lah mas, tapi yang pasti mereka tidak akan datang, kalau pun datang, pasti mereka tidak bertemu dengan Kia, karena selama Kia menikah dengan Mas, rumah ayah kosong, hanya di bersih kan dua hari sekali dengan orang suruhan mas" ucap Kia.
" Yasudah kamu tidak usah menangis lagi, ada mas di sini, semua yang ada di rumah ini sayang samu kamu" ucap Pandu menarik Kia ke dalam pelukan nya.
Aku harus mempertemukan orang itu pada Kia, agar aku tahu apa tujuan nya kembali ke sini lagi, setelah dia menetap lama di Kairo, batin Pandu.
__ADS_1
Setelah acara tangis tangisan nya, wakti sudah magrib, Kia dan Pandu sholat berjamaah, setelah itu mereka langsung turun ke bawah untuk makan malam bersama, Aldi dan Widya sudah hadir di rumah besar Atmaja, mereka akan menginap di rumah besar karena besok acara tujuh bulanan Kia.
Selesai makan, para wanita duduk di ruang keluarga membicara kan acara besok, sedang kan Pandu, Aldi dan Bima masuk ke ruang kerja Pandu sedang membicara kan sesuatu.
Di sebuah taman, Ricki mengajak Naya jalan jalan di taman yang banyak sekali menjual makanan di sekitar taman.
Semenjak Rika berbicara tadi, fikiran Ricki selalu di penuhi ketakutan kalau Naya akan di ambil orang, sehingga malam ini lah Ricki memberani kan untuk mengungkap kan perasaan nya pada Naya.
Ricki mengajak Naya duduk di sebuah kursi kosong yamg ada di taman itu, mata Ricki menatap sekeliling taman yang di hampir di penuhi para remaja muda mudi yang sedang berkencan, dan beberapa orang tua yamg mengajak anak nya bermain.
" Nay" panggil Ricki sedikit gugup.
Naya hanya melihat Ricki dan meninggu Ricki berbicara.
" Nay ada yang mau kakak bilang, tapi..." ucapan Ricki terpotong dengan kehadiran anak anak remaja tanggung.
" Yaelah...sejak kapan di sini ada bayaran begitu, lagian belum juga kencan uda kalian kompas saja" ucap Ricki sambil mengeluar kan uang 50 ribu dan memberi kan pada anak anak tersebut.
" Wah besar sekali, makasi om, kami akan menjaga om dan tante untuk kencan, tidak akan ada yang ganggu" ucap mereka girang.
" Bagus yasudah sana pergi" usir Ricki dan mereka pun langsung bubar.
Ricki pun kembali menatap Naya yang tersenyum karena tingkah anak anak tadi.
" Sori Nay ada iklan sejenak" ucap Ricki tersenyum cengir.
Jujur saat ini jantung Ricki uda berdetak tak karuan, rasa nya lebih bagus dia operasi orang dan membongkar isi perut pasien nya dari pada mengatakan cinta pada wanita yang ada di depan nya saat ini.
__ADS_1
" Nay....sebenar nya...sebenar nya kakak it..." lagi lagi ucapan Ricki terputus karena anak anak tadi malah bernyanyi sambil bermain gitar di dekat Ricki dan Naya duduk.
Ricki langsung mengepal kan tangan nya karena dari tadi tidak bisa berbicara dengan tenang, sedang kan Naya hanya bisa tersenyum lucu melihat wajah kesal Ricki.
Sebenarnya aku ingin mengungkap kan rasa
Tapi mengapa aku slalu tak bisa
Bagaimana caranya agar dirimu bisa tahu
Kalau aku suka suka suka suka sama kamu
Lagu yang di nyanyi kan anak remaja yang sudah mempalak Ricki tadi, ingin sekali Ricki menyiram anak anak itu dengan air, tapi Ricki terdiam saat mendengar lagu yang di nyanyi kan anak anak itu.
Kenapa lagu nya bisa pas begini ya, kalau aku mau mengungkap kan perasaan ku dengan Naya, tapi aku begitu gugup, batin Ricki yang masih mendengar lagu yang di nyanyikan anak anak itu.
Bersambung...
Mohon untuk selalu dukung karya Author ya readers tercinta, dengan Like,Komen yang positif, dan Vote.
Kasih bunga dan kopi juga yang banyak pliss 🙏🙏
Kalian lah yang membuat Readers semangat untuk nulis dan berkarya.
Terima kasih banyak
Love you more 😊😊
__ADS_1