
Dooor......Cetaaaaaaaar
Wanita tersebut menembak kan pistol nya ke arah jendelah dan membuat kaca jendela tersebut pecah berkeping keping.
" Hahahahahaha....aku baru saja menembak kan pistol kesayangan ku ke arah jendela, tapi kalian sudah takut, bagaimana kalau aku menembak nya tepat di kepala perempuan yang sedang terkapar itu?" ucap Wanita tersebut dengan angkuh.
Pandu yang mendengar perkataan wanita tersebut langsung menggepal kan tangan nya hingga buku buku tangan nya memerah.
Widya langsung menghampiri Kia yang sudah tak sadar kan diri, di cek seluruh kesehatan Kia dan kandungan Kia.
Widya menangis melihat keadaan sahabat nya " ya ampun Kia, kenapa kamu bisa seperti ini" ucap Widya dalam hati.
"Apa sebenar nya mau mu, kenapa kamu mengingin kan istri ku mati" tanya Pandu yang sudah sangat emosi.
" Benar kamu mau tau kenapa aku mengingin kan istri mu mati?" tanya balik wanita itu.
Pandu tidak menjawab, Ia hanya menatap wajah wanita tersebut dengan tatapan tajam dan membunuh.
" Aku Meri, sepupu orang yang hidup nya sudah kamu hancur kan sekarang, dan keluarga nya juga juga sudah berantakan akibat karena ulah mu Pandu, karena keluarga mu yang memenjara kan Iren, dan paman ku sekarang masuk rumah sakit, sehingga tante ku mati matian berjuang untuk mempertahan kan perusahaan seorang diri, karena itu lha aku ingin membunuh wanita sialan itu, karena wanita itu kamu melupakan adik sepupu ku" ucap Meri dengan lantang.
" Kamu tidak tau apa apa, jadi kamu tidak berhak menghukum istri ku, kalau bukan karena kelakuan sepupu mu yang dulu ingin membunuh istri ku, aku tidak akan memasuk kan dia ke dalam penjara" sahut Pandu dengan lantang.
" Aku tidak peduli, inti nya aku akan membunuh wanita itu, dan kalian dapat merasakan apa yang keluarga paman ku rasa kan" ucap Meri dan mengarah kan pistol nya ke arah Kia dan Widya.
Firman dari samping diam diam mengeluar kan pistol nya ke arah tangan Meri, saat Meri ingin menekan pelatuk nya, dengan sigap Firman juga menekan pelatuk tepat ke arah tangan Meri.
Doooor
Pandu langsung memeluk tubuh Kia, dan Aldi berlari melindungi tubuh Widya, tapi mereka tidak merasakan apa apa saat suara tembakan sudah terdengar.
" Awwwwwwwh" rintihan suara Meri saat tangan nya terkena tembakan.
" Bajingan kamu, akan ku bunuh kalian semua" ucap Meri penuh kemarahan.
Dengan cepat dia ingin mengambil pistol yang sudah terjatuh di lantai, tapi Pandu dengan sigap mengambil nya dan mengarah kan tepat di kepala Meri.
__ADS_1
" Satu langkah kau berjalan, maka aku jamin kau tidak akan melihat matahari lagi" ucap Pandu penuh emosi.
Saat semua sudah mengepung Meri, Widya memamggil mereka karena kgawatir melihat Kia yang sudah semakin melemah.
" Tuan Pandu, sebaik nya kita segera pergi dari sini, Kia semakin melemah, bayi yang di kandungan Kia juga sudah semakin melemah tuan" ucap Widya penuh khawatir.
Pandu yang mendengar langsung berbalik melihat Kia, Ia langsung melempar pistol tersebut pada Aldi.
" Al tolong kamu urus semua nya, aku mau bawa Kia langsung ke rumah sakit terdekat" ucap pandu dan langsung di anggukin Aldi dan Firman.
Dengan cepat Kia di gendong oleh Pandu untuk di lari kan kerumah sakit terdekat, widya mengikuti Pandu dari belakanh, Pandu di supirin anak buah nya yang memang mantan pembalap, sehingga denga. waktu yang sebentar mereka bisa keluar dari dalam hutan.
Sekitar satu jam lebih,mobil yang di kendarai Pandu untuk membawa Kia ke rumah sakit terdekat sudah sampai di rumah sakit, dengan sigap Pandu menggendong Kia dan berlari masuk ke dalam rumah sakit.
" Dokter...Dokter tolong selamat kan istri saya" ucap Pandu sambil belari menggendong Kia.
Dokter yang kebetulan tau kalau itu adalah Pandu Atmaja, orang nomor satu di Asia, langsung mengambil brangkar tempat tidur dan memnyuruh Pandu meletak kan Kia di atas brangkar rumah sakit.
" Silah kan letak kan di atas brangkar Pak" sahut Dokter yang menangani Kia.
Dengan cepat Kia di lari kan ke UGD, saat sudah sampai Pandu juga hendak masuk, tapi di larang oleh dokter tersebut.
" Saya ingin menemani istri saya di dalam dok" sahut Pandu.
" Biar kan kami bekerja semaksimal mungkin Pak, tanpa ada yang menggangu" ucap dokter tersebut dan langsung menutup pintu UGD.
Setelah pintu di tutup,Pandu langsung terduduk di depan pintu UGD, tanpa terasa air mata nya sudah menetes, Widya yang melihat Pandu begitu terpuruk hanya menatap nya dengan Iba.
Kia kamu harus kuat, kamu tidak boleh lemah, kasian suami kamu Kia,gumam Widya melihat Kia dari kaca yang ada di pintu UGD.
Sedang kan di rumah tua,Meri di tampar habis habisan oleh Aldi dan Firman.
PLAAAAAAAAAK
"Kata kan kenapa kamu yang juga ikut menyakiti Kia,padahal Kia sama sekal tidak pernah mengusik mu" tanya Aldi dengan wajah yang menyeram kan.
__ADS_1
"Aku hanya ingin membalas kan dendam adik ku yang kalian penjara kan sekarang, aku tidak terima dengan itu" jawab Meri dengan lantang.
" Apa Iren yang menyuruh mu?" tanya Firman.
" Bukan, ini hanya inisiatif ku" sahut Meri tanpa sedikit pun takut pada Aldi dan Firman.
" Baik lha kalau begitu,kau akan mendapat balasan yang setimpal" ucap Aldi kemudian memanggil seseorang yang ada di luar pintu ruangan yang di pakai untuk menyekap Kia.
"Kalian masuk sekarang" panggil Aldi.
Anak buah Aldi masuk ke dalam, mereka berwajah yang begitu menyeram kan, Meri yang melihat wajah anak buah Aldi dan Pandu merasa sedikit ketakutan.
" Bawa wanita ini ke gudang tempat kalian biasa menyiksa orang yang tak tau diri, dan pasti kan siksa dia sampai dia membuka mulut nya, kenapa dia bisa sampai hati ingin membalas dendam pada nyonya muda" ucap Aldi kemudia pergi meninggal kan ruangan iti di susul Firman.
Polisi yang menunggu di luar sudah memberes kan anak buah yang Meri, mereka akan di bawa ke kantor polisi, sedang kan urusan Meri, Aldi langsung meminta turun tangan untuk mengurus nya,dan di setujui polisi.
Aldi dan Firman langsung berjalan untuk ke arah mobil, mereka ingin cepat cepat keluar dari hutan ini dan melihat gimana kondisi Kia.
Setelah mobil yang di tumpangi Aldi dan Firman keluar dari dalam hutan, dan sinyal sudah masuk, Aldi langsung menghubungi Pandu untuk menyanya kan dimana Pandu membawa Kia.
Setelah mengetahui alamat rumah sakit tempat Kia di bawa, dengan cepat Aldi menginjak pedal gas untuk ke rumah sakit menemui Pandu.
Hampir satu jam Kia di periksa,tapi belum juga dokter keluar, Pandu dan Widya sudah cemas menunggu nya di luar, tak lama pintu UGD terbuka, dengan cepat Pandu menemui dokter tersebut.
" Bagai mana dengan istri saya dan kandungan nya dok?" tanya Pandu dengan cepat.
Doktet tersebut langsung menunduk kan kepala nya,Pandu yang melihat wajah dokter tersebut langsung berfikiran yang tidak tidak.
" Kata kan dokter, bagai mana kondisi istri saya dan kandungan nya" tanya Pandu lagi.
" Maaf Pak....
Deg.....
Bersambung.....
__ADS_1
Ayo jangan lupa dukung novel Author terus ya, dengan Like, komen dan Vote yang banyak ya plisss..🙏🙏
Terima Kasih banyak 😃😊