
Paginya saat serapan pagi, Andra tidak ikut serapan, ia langsung ke kantor, Mama Nita yang melihat anaknya seperti marah paanya hanya bisa mendesah saja.
" Sabar Ma, ini yang mama ingin kan bukan" ucap papa Bima.
Mama Nita hanya diam saja, dia hanya memandangi punggung anaknya yang pergi begitu saja tanpa pamit.
Setelah serapan Cahaya langsungdi antar oleh Raja ke toko kue karena Cahaya ingin bertemu dengan Arti, begitu sampai di toko kue, Cahaya malah mendapati Arti yang duduk melamun di salah satu meja tempat pelanggan kalau sedang duduk sambil makan kue dan minum teh atau kopi.
Cahaya menatap sahabatnya dengan tidak tega, dengan langkah pasti Cahaya mendekati Arti yang melamun sambil mengaduk aduk teh yang ada di atas mejanya.
" Teh itu akan pusing kalau kamu aduk aduk terus Ar" ucap Cahaya yang langsung membuat Arti tersadar dan melihat Cahaya sudah duduk di hadapannya.
" Ya, kamu uda dari tadi?" tanya Arti tanpa menjawab ucapan Cahaya.
" Baru saja, kamu kenapa? seperti ada yang di fikirkan" tanya Cahaya.
" Tidak, tidak apa-apa, yauda aku mau ke dapur dulu" pamit Arti tapi langsung di cegah oleh Cahaya.
" Tunggu Ar" cegah Cahaya.
" Ada apa Ya?" tanya Arti.
__ADS_1
" Mata kamu bengkak, seperti habis menangis? ada yang kamu sembunyikan dari aku Ar?" tanya Cahaya.
" Gak ada Ya, ini tadi malam karena aku begadang, udah ahk gak uah di bahas, aku ke dapur dulu' ucap Arti yang langsung pergi meninggal kan Cahaya begitu saja.
Beda lagi di kantor, Andra terus bekerja agar fikirannya tidak teringat dengan perkataan mamanya, tapi tetap saja dia tidak fokus, kata-kata mamanya tetap terngiang ngiang di ingatannya, dengan geram dia mencampakkan berkas yang ada di hadapannya saat ini dan itu sukses membuat Raja dan Haikal terkejut melihat Andra.
Haikal yang sudah mengetahui kejadian tadi malam, hanya bisa mendesah, dia juga sudah menceritakan pada Raja kalau mungkin saja Arti mengetahui nya karena Haikal memberitahu kalau saat itu dia bertemu dengan Arti di depan rumah.
" Ndra kamu gak apa-apa kan? sebaiknya kamu pulang saja, tenang kan fikiran mu, biar Haikal yang hendle semuanya" ucap Raja.
Andra langsung menganggukan kepalnya dan pergi begitu saja tanpa besuara, saat hendak memasuki lift, ternyata pintu lift terbuka dan Tiara lah yang akan keluar, sesaat mereka saling tatap, tapi Andra langsung memutus kan kontak dan pergi begitu saja tanpa menyapa Tiara.
Tiara dibuat bingung dengan wajah dinginnya Andra saat menatapnya, dia hanya bisa menatap Andra sebelum pintu lift tertutup.
matanya tertuju pada Arti yang melamun, " Tumben banget tu kenalpot bocor tidak bersuara, biasanya semua pelanggan di sapanya" ucap Yusuf.
karena penasaran Yusuf mendekati meja kasir setelah memilih kue yang di beli buat mamanya, Dengan sedikit kasar Yusuf meletakkan nampan yang sudah berisi kue di hadapan Arti dan sukses membuat Arti terkejut.
Arti langsung mengangkat kepalanya melihat siapa orang yang berani membuatnya terkejut, begitu wajah Yusuf yang di lihatnya, Arti langsung mendesah dengan pelan.
Tanpa berkata satu kata pun Arti langsung pergi meninggalkan Yusuf begitu saja dan memberitahu pada karyawannya untuk menghitung dan membukus kue milik Yusuf.
__ADS_1
Yusuf yang melihat perubahan dari Arti merasa bingung," Dia kenapa? gak biasanya diam begitu?" ucap Yusuf bertanya-tanya dan melihat ke arah Arti yang malah pergi ke taman di depan toko kue.
Cahaya yang melihat itu semua hanya diam saja, dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena sampai saat ini cahaya juga tidak tahu siapa wanita yang akan bertunangan dengan Andra, dan yang pasti itu bukan lah Arti, karena tante Nita sampai saat ini tidak ada datang untuk melamar Arti.
" Sebegitu besar cinta kamu untuk Andra Ar" gumam Cahaya.
Yusuf yang sudah keluar dari toko kue dan ingin masuk ke dalam mobil kembali melihat Arti yang diam saja, entah kenapa Yusuf ingin sekali mengganggunya, tapi karena dia harus segera pulang karena mamanya sudah tidak sabar ingin memakan kue yang saat ini sudah berada di tangannya.
" Ck, kenapa tuh si cewek, buat penasaran aja, tumben-tumbenan mingkem aja tu mulut, biasanya juga bikin kuping orang sakit" ucap Yusuf kemudian langsung malaju kan mobilnya.
" kamu harus kuat Ar, dia bukan jodohmu, bukannya kamu sudah tahu sejak lama, kalau dia tidak pernah mencintaimu, dia hanya mencintai Tiara dan menganggap kamu sahabat" ucap Arti tersenyum sambil mengahapus air matanya.
Namun tiba-tiba tangannya terhenti saat ia melihat sepasang sepatu tepat di hadapanya, dengan pelan dia mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang yang ada di hadapannya.
Mata Arti langsung melotot saat melihat orang yang ada di hadapannya, bibirnya kaku tidak bisa di gerakkan sama sekali.
" Boleh aku duduk?" tanya orang yang ada di hadapan Arti.
Denga pelan Arti langsung menganggukkan kepalanya agar orang yang ada di hadapannya langsung duduk, begitu duduk mereka saling tatap, karena tak kuat Arti langsung memutuskan tatapannya dan kembali melihat ke bawah.
Orang yang ada dihadapannya hanya bisa mendesah dengan pelan.
__ADS_1
" Maafkan aku Ar" ucapnya dan kembali membuat Arti menatapnya.
Bersambung.