Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 201


__ADS_3

" Wis kejar Sabrina, kasian dia" ucap Arti.


Wisnu hanya diam saja sambil menatap kepergian Sabrina, sedangkan Arti berusaha untuk mengejar Sabrina namun Sabrina sudah keburu naik ke dalam Taksi dan taksi langsung melaju meninggalkan toko Roti, Arti hanya bisa menatap kepergian Sabrina dengan perasaan tidak enak, di saat bersamaan mobil Yusuf tiba di toko roti dan Yusuf melihat calon istrinya yang sedang berada di luar dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Sayang" panggil Yusuf langsung berjalan ke arah Arti dan mmebuat Arti jug sedikit terkejut kemudian dia juga tersenyum pada Yusuf.


" Ngapai di sini? terus itu muka kenapa serius banget?" tanya Yusuf penasaran.


belum sempay Arti bicara, Wisnu keluar dan terkejut melihat ada Yusuf di sana. Wisnu langsung memasang wajah manisnya dan menyapa Yusuf, begitu juga dengan Yusuf yang langsung salaman ala sahabat dengan Wisnu.


" Uda lama Bro?" tanya Yusuf yang di jawab gelengan kepala oleh Wisnu.


" Wis sebaiknya kamu kejar Sabrina, dia itu tulus dengan perasaannya pada kamu Wis, setidaknya kamu lihat ketulusannya dan belajar lah untuk menerima hatinya" ucap Arti langsung yang membuat Yusuf sedikit bingung mendengar kata-kata yang keluar dri mulut Arti.


Tapi tidak dengan Wisnu, dia hanya mendesah saja. menurutnya kenapa berurusan dengan Sabrina menjadi sedikit rempong.


" Sabrina anaknya om Ricky sayang" tanya Yusuf bertanya pada Arti.


Arti langsung menganggukan kepalanya, Yusuf pun langsung menatap Wisnu yang tidak ada reaksi apa-apa setelah mendegar ucapan istrinya.


"kamu gak usah mikir yang aneh-aneh Ar, kamu pikirkan pernikahan kamu aja dengan Yusuf yang sebentar lagi akan di laksanakan" ucap Wisnu.


" Tapi dia itu" ucapan Arti langsung di potong Wisnu.


" Aku balik diluan ya, kamu psti bareng Yusuf kan?" pamit Wisnu agar Arti tidak memperpanjang msalah Sabrina.

__ADS_1


Arti langsung menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Wisnu. Wisnu dengan cepat langsung meninggalkan sepasang calon pengantin untuk masuk ke dalam mobilnya.


Arti hanya bisa menatap sebal pada Wisnu dan mebuat Yusuf sedikit bingung melihat tingkah istrinya melihat kepergian Wisnu.


" Ck, dasar lelaki gak punya perasaan, di saat ada wanita yang beneran jatuh cinta padanya malah di sia-siain, aku doain kamu nyesel nantinya" ucap Arti menatap kepergian Wisnu yang malah di sambut tawa oleh Yusuf.


" Jangan ketawa Mas, ini gak lucu" kesal Arti yang langsung masuk ke dalam.


******


Di trotoar Sabrina berjalan meratapi nasibnya, dia menatap wan yang sudah menghitam pertanda kalau sebentar lagi akan turun hujan. Bunyi petir sudah saling menyambut.


" Sedih banget sih nasib percintaan gue, perasaan setiap lelaki yang aku kagumi gak pernah ada yang nerima rasa cinta ini. dulu kak Haikal, tapi malah jatuh cintanya sama Ratu, sekarang sama kak Wisnu, tapi dari tatapan mata kak Wisnu malah nyimpan perasaan buat calon istri orang" ucap Sabrina.


Sabrina langsung berhenti sesaat dan mearsakan derasnya hujan yang mengenai tubuhnya.


" Aaaaaaaaaahkk" teriak Sabrina untuk mengurangi rasa sesak di dadanya mendengar ucapan Wisnu saat di toko kue tadi.


" Sedih banget hidup Lo Na" teriak Sabrina di jalanan yang cukup sepi, hanya ada mobil yang lalu lalang sesekali lewat.


Tapi ada satu mobil yang langsung berhenti saat melihat seorang wanita malah hujan-hujanan di jalanan, dengan ******* nafas yang kasar dia menatap Sabrina dengan mata yang cukup kesal.


Dengan cepat dia mengambil payung untuk menjemput Sabrina dan mengantarnya ke rumahnya agar sabrina tidak semakin lama terkena hujan.


" Ina kamu ngapain main hujan-hujanan? kayak anak kecil aja" ucap Wisnu langsung menarik tangan Sabrina untuk di bawa masuk.

__ADS_1


Sabrina yang terkejut dengan cepat langsung menepis tangan Wisnu, dan itu sukses membuat Wisnu terkejut dan menatap Sabrina dengan intens.


"Ayo kakak antar pulang, hujannya deras banget Ina" uca[ Wisnu namun Sabrina tidak bergeming sekali pun.


Wisnu pun langsung mendesah dan memayungi tubuh Sabrina yang sudah basah kuyub.


" Percuma di payungi, uda basah juga" ucap Sabrina dan langsung membalikkan tubuhnya untuk pergi. namun Wisnu langsung menarik tangannya untuk membawa masuk ke dalam mobil, namun lagi-lagi Sabrina berontak dan melepaskan genggaman tangan Wisnu dari tangannya.


" Kamu kenapa Ina? gak tahu apa ini hujan" tanya Wisnu ahkirnya.


Sabrina yang di tanya seperti itu hanya bisa terawa sini, entah kenapa hatinya begitu sakit saat mendegar ucapan yang keluar dari mulut lelaki yang ada di hadapannya.


" Kakak tanya aku kenapa? bukannya kakak tahu aku ini kenapa?" Sabrina kembali bertanya.


"Kakak tahu kan kalau aku itu menyimpan perasaan pada kakak, berbagai cara aku lakukan agar aku bisa mendapatkan hati kakak, tapi yang aku dapat apa, aku hanya mendapat rasa kecewa, namun saat aku berusaha untuk melupakan kakak, tapi kakak malah datang seperti ini, dari malam pertunagan kak Arti dan sekarang ini kakak tetap aja nongol di saat aku mau lupain kakak" lanjut Sabrina sambil menyeka air hujan yang membasahi wajahnya.


Wisnu yang mendengarnya hanya bisa diam mematung, entah kenapa melihat wanita di hadapannya ini megeluarkan uneg-unegnya begitu sakit hatinya.


"Kakak berada di mana pun aku tahu, karena entah kenapa aroma tubuh kakak bisa tercium di hidung ku. aku sudah berjanjipada diriku kalau aku harus mengejar cinta kakak dan gak boleh nyerah dan terus mengatakan kalau aku cinta sama kakak, dan gak akan berhenti buat istirahat sedikit pun agar kakak bisa membalas perasaan yang sama seperti yang aku untuk kakak, tapi rasanya sekarang percuma, sebaiknya aku lupakan kebodohan ku selama ini, aku harus melupakan perasaan ini dan melupakan wajah kakak yang terus terngiang-ngiang di kepala ku" ucap Sabrina lagi yang langsung mmebuat Wisnu terdiam mematung melihat ketulusan yang ada di diri Sabrina.


Sabrina kembali membalikkan tubuhnya untuk pergi dari hadapan Wisnu, dengan langkah perlahan Sabrina berjalan dengan tangisan melepaskan Wisnu, namun tiba-tiba saja dari arah belakang Sabrina meraskan pelukan yang membuatnya terkejut.


Deg.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2