Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 170


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu cepat berlalu, saat ini Cahaya dan Raja sedang berada di perjalanan untuk melihat kondisi janin yang pada kandungan Cahaya.


Selama di dalam perjalanan Cahaya hanya diam dan menatap ke jalanan depan, Raja yang menyetir hanya bisa melirik sang istri, dan Raja tahu kalau saat ini Cahaya pasti memikir kan kondisi kandungannya.


" Sayang, kenapa diam saja hemm" Raja bertanya sambil menggenggam tangan Cahaya.


Cahaya hanya tersenyum menjawab pertanyaan suaminya, Raja paham dengan kondisi Cahaya saat ini.


" Jangan khawatir dan terlalu di pikir kan sayang, Aii yakin pasti anak kita sehat sehat saja" ucap Raja kembali sambil menyentuh perut Cahaya yang sudah sedikit kelihatan buncit.


Setelah sebulan lamanya, Cahaya dan Raja tidak memeriksa kandungannya karena Cahaya sendiri yang tidak mau sering sering periksa, Cahaya hanya ingin di periksa setiap sebulan sekali saja, agar tidak terlalu terfikir kan kali dengan apa yang sering di katakan oleh sang dokter.


Hanya saja hasil pemeriksaan bulan lalu kalau bayi yang ada di dalam kandungan Cahaya masih kalah berat nya dengan penyakit yang di derita Cahaya.


Sepanjang jalan Cahaya terus saja melafazd kan Sholawat agar ketika sampai di rumah sakit akan ada kabar baik yang akan di dengar olehnya.


Dan saat ini mobil yang di kendarai Raja sudah terparkir dengan sempurna di depan rumah sakit milik keluarga Atmaja.


" Ayo sayang" ajak Raja.


Dengan perlahan Raja membantu Cahaya untuk turun dari mobil, Raja menggenggam tangan Cahaya untuk masuk ke dalam rumah sakit.


Para dokter dan perawat yang bertemu dengan Raja dan Cahaya langsung menunduk hormat pada anak sang pemilik rumah sakit.

__ADS_1


Saat sudah tiba di depan pintu ruangan dimana Cahaya akan di periksa, entah kenapa kaki Cahaya begitu berat untuk masuk, Cahaya malah menggenggam tangan Raja semakin kuat dan langsung membuat Raja menoleh kan wajah nya untuk melihat wajah cantik istrinya.


" Kenapa sayang?" tanya Raja.


" Aii jujur saat ini Aya begitu takut, Aya takut mendengar hasil pemeriksaan nanti, seperti periksa yang kemarin kemarin" jawab Cahaya dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Raja langsung memeluk Cahaya agar sedikit tenang, dan di cium nya kening Cahaya agak lama agar Cahaya bisa merasakan kalau dirinya saat ini tidak sendiri.


" Sayang, percaya lah apa pun nanti hasilnya Aii akan selalu ada bersama kamu sayang, Aii tidak akan pernah sekali pun meninggalkan kamu, mau apa pun hasil nya, jangan berfikir yang tidak tidak ya, ayo masuk" ucap Raja menguat kan Cahaya dan mengajak Cahaya untuk masuk.


Cahaya hanya menjawab dengan anggukan kepala saja setelah itu mengucap kan bismilah sebelum melangkah kan kakinya masuk ke dalam ruangan.


Dokter yang memeriksa Cahaya langsung tersenyum saat melihat Raja dan Cahaya masuk, dengan sopan dokter yang bernama Puspa menyambut kedatangan Raja dan Cahaya dan mempersilahkan kedua nya duduk.


Raja hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, sedangkan Cahaya karena merasa takut ia hanya bisa tersenyum membalas sapaan sang dokter.


"Bagaimana keadaan nona Cahaya saat ini, apa ada keluhan yang di rasa kan akhir akhir ini?" tanya sang dokter.


Raja dan Cahaya saling pandang saat mendengar pertanyaan sang dokter.


" Tidak ada masalah yang terlalu dok, masih sama seperti bulan bulan yang lalu, kalau saya sering ngeflek dan masih kadang mual apabila mencium aroma yang terlalu tajam" jawab Cahaya.


Dokter pun hanya menganggukan kepalanya setelah mendengar jawaban Cahaya, ia melihat catatan yang bulan bulan lalu di catat nya.

__ADS_1


" Apa masih seperah bulan bulan yang lalu nona flek yang nona alami?" dokter Puspa kembali bertanya.


Cahaya menggeleng kan kepalanya, " Tidak begitu dong, hanya saja dia masih sering keluar flek" jawab Cahaya kembali.


Raja begitu setia menggenggam tangan Cahaya agar Cahaya selalu kuat.


" Baik lah Nona, mari kita periksa sekarang" ajak sang dokter.


Cahaya menatap wajah Raja, Raja yang tahu apa yang di rasakan Cahaya hanya bisa menganggukan kepalanya tanda kalau tidak akan percaya apa apa, dengan langkah yang berat, Cahaya berjalan dimana tempat tidur berada.


Setelah berbaring, dengan telaten sang perawat menaikkan baju Cahaya dan meletakkan gel tepat di atas perut Cahaya.


Begitu selesai, sang dokter langsung meletakkan alat USG di perut Cahaya dan melihat ke layar komputernya.


Raja selalu menemani Cahaya di samping nya dan menggenggam tangannya, sedangkan Cahaya langsung menutup matanya karena takut mendengar hasil dokter yang tidak sesuai dengan harapannya.


Saat pemeriksaan Raja melihat wajah sang dokter begitu serius.


Ya Allah berikan lah mukjizat mu pada istri dan calon anak saya, tunjukkan lah kekuasaan mu ya Allah, agar janin yang ada di dalam rahim istri saya bisa bertahan sampai waktunya ia lahir ke dunia ya Allah, Aamiin.


Raja berdoa di dalam hati dan melihat wajah istrinya yang sudah mengeluarkan keringat dan menutup matanya.


" Ini suara detak jantung janin yang ada di kandungan nona Cahaya, janin nya begitu sehat, bahkan dia begitu aktif dan berat tubuhnya.... " ucap dokter Puspa menggantung pembicaraannya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2