
Sementara di kampus terkenal yang ada di Jakarta, tiga orang Pria sedang berjalan ke gedung kamus setelah memarkir kan mobil lama mereka yang sama sama sudah di modif.
Namun saat berjalan menuju kelas mereka, langkah kaki mereka di henti kan seorang wanita wanita yang begitu cantik di mata semua pria, tapi tidak dengan ke tiga pria yang ada di hadapan nya.
" Ja boleh aku bicara samu kamu sebentar" ucap Tiara, wanita cantik yang begitu mengagumi Raja sedari dulu.
" Mau bicara apa?" tanya Raja dengan suara datar nya.
Tiara melirikke arah Haikal dan Andra, Raja yang tahu lirikan Tiara langsung menatap nya dengan tatapan malas, sedangkan Haikal dan Andra membuang wajah nya dengan malas karena mereka tahu kalau mereka di usir secara tidak langsung.
" Kta ke kelas dliuan" ucap Haikal tapi langsung di cegah Raja.
" Bareng saja" sahut Raja yang langsung mendapat anggukan kepala oleh Haikal dan Andra.
" Mau bicara apa?" tanya Raja langsung tanpa menatap Tiara.
" Ja aku mau ngajak kamu makan siang nanti, kamu bisa kan?" ucap Tiara memasang wajah nya yang paling cantik.
" Maaf gak bisa, aku sibuk" ucap Raja yang langsung berjalan meninggal kan Tiara begitu saja.
Dari arah belakang, Gibran kakak Tiara satu satu nya yang begitu menyayangi adik nya dan orang yang begitu membenci Raja karena telah berani monalak adik yang di sayangi nya meresa kesal.
" Sombong banget Lo Ja, aku pasti kan kau akan tergila gila pada Tiara suatu saat nanti" ucap Daniel yang masih menatap Tiara dengan sedih.
Tiara langsung melangkah kan kaku nya menuju kelas karena kelas nya juga sebentar lagi mau mulai.
__ADS_1
" Itu cewek kenapa gak pernah bosan ya, tiap hari selalu ngejar ngejar kamu Ja, padahal kan dia cantik, banyak lagi yang demen dengan nya, tapi asik Raja saja yang di lirik nya" ucap Andra yang tidak mendapat jawaban dari Haikal maupun Raja.
Raja hanya diam saja menatap keluar jendela tepat di samping duduk nya, entah kenapa dia kepikiran dengan gadis yang dulu pernah menolong nya saat dia hampir saja mau di celakai oleh preman saat masih sekolah dahulu.
Kejadian nya kira kira sudah empat tahun yang lalu, dimana Raja berantem di jalan saat mobil nya dihadang preman, dan saat itu Haikal dan Andra sedang tidak bersama nya.
Namun tiba tiba ada seorang wanita yang membantu nya, dan tanpa sengaja lengan wanita tersebut terkana besetan pisau dan berdarah.
Saat Raja mau menolong nya untuk membawa nya ke rumah sakit, tapi anita tersebut tidak mau dan langsung berlari meninggal kan nya begitu saja.
Raja hanya mengingat mata nya yang begitu indah saaat Raja menatap mata nya, dan ada tahilalat di ujung alis mata nya sebelah kiri, hanya itu lah yang Raja ingat.
Hampir empat tahun ini Raja, Haikal dan Andra mencari wanita tersebut, namun mereka belum menemukan nya, wanita tersebut bagai hilang seperti di telan Bumi.
" Ja...apa yang kau pikir kan? kau msih memikir kan wanita misterius mu itu? tanya Haikal menepuk bahu Raja.
" Dimana lagi aku harus mencari dia, aku belum mengucap kan terima kasih pada nya" ucap Raja menarik nafas dalam dalam.
" Ya ampun Ja, masa iya kamu nyari nyari dia cuma buat ngucapin teruma kasih doang" ucap Andra menyela ucapan Raja.
" Lahian seperti apa sih wanita itu, sampai samapi wanita cantik yang ngejar ngejar kamu gak ada yang nyangkut satu pun" sambung Andra kembali.
" Entah lah, yang jelas aku merasa dia wanita berbeda, mendengar suara nya saja aku sudah tenang saat itu, dan melihat tngan nya yang terluka, entah kenapa hati ku sakit" ucap Raja menutup mata nya mengingat suara nya yang selalu terngiang ngiang di telinga nya.
" Nanti kita kesana lagi, mudah mudahan kita bisa menemukan nya ya" ucap Haikal menyemangati Raja yang di sambut anggukan kepala oleh Raja.
__ADS_1
*******
Sementara di tempat sepi, seorang wanita yang berhijab tengah duduk di tengah tengah gundukan tanah yang baru saja di taburi bunga oleh nya.
Air mata nya menetes saat mengingat kejadian memilukan setelah kepergian orang yang di sayang nya.
" Ayah...Ibu...maaf kan Cahaya, karena Cahaya telat membawa kan obat untuk kalian saat itu, sehingga kalian langsung pergi meninggal kan Cahaya" ucap nya sambil memegang batu nisan ayah dan ibu nya.
" Cahaya rindu kalian, sekarang usaha Ayah dan ibu sudah Aya besar kan Yah, bu, semoga kalian tenang di sana, Aya sayang kalian" ucap Aya menghapus air mata nya.
Cahaya Purnama Sari, yang di sapa Aya, wanita yang berwajah lembut, cantik dan manis ketika tersenyum yang menampak kan lesung pipi nya di kedua pipi nya, seorang gadis yang berjuang sendiri setelah kepergian kedua orang nya empat tahun yang lalu.
Tragedi saat kedua orang tua nya di racuni adik ayah nya sendiri dari kiriman makanan, dan saat itu Aya sedang mencari penawar racun nya, namun saat hendak pulang Aya malah melihat seorang Pria sedang berkali di keroyok preman jalanan, Aya yang melihat itu langsung menolong nya, namun saat hendak menendang salah satu preman, salah satu teman preman tersebut ingin mentusukkan pisau nya ke perut sang pria yang ia tolong, dengan lihai Aya menendang pisau tersebut, namun naas, tangan nya lah yang terbeset pisau tersebut.
Saat sudah melihat para preman kabur, Aya langsung menhampiri pria yang ia tolong, melihat keadaan pria tersebut tidak apa apa, Aya langsung pergi untuk pulang dan memberi kan penawar racun untuk ayah dan ibu nya, namun lagi lagi naas kembali datang nya, ibu dan ayah nya sudah tidak tertolong lagi.
Sejak kepergian ayah dan ibu nya, Aya hidup seorang diri dan membesar kan usaha ayah dan ibu nya yang mau di rebut oleh adik dari ayah nya tersebut, Aya di banu oleh sahabat nya sejak kecil untuk mengurus toko kue peninggalan ayah dan ibu nya yang bernama Arti Delista Zeliya yang serig di sapa Arti.
Dan lelaki yang di tolong Aya tak lain dan tak bukan adalah Raja, dan wanita yang di cari Raja selama empat tahun ini adalah Cahaya.
Bersambung.
Nanti Author lanjut lagi yaa Up nya.
Di Tunggu yaa readers tercinta.
__ADS_1
Love You.