Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 177


__ADS_3

Kia yang merasa ada kelonggaran di perut nya, karena melihat suami nya dan Aldi tidak mendekati mereka, ahkir nya Kia menyikut perut Talita dengan kuat dan menginjak kaki Talita dengan sekuat tenaga nya.


Talita terkejut dan langsung melepas kan dekapan nya di tubuh Kia, Pandu langsung menarik tangan Kia ke dalam pelukan nya.


Para polisi langsung meringkus Talita dan langsung memborgol tangan Talita agar tidak bisa ngapa ngapain lagi.


Kia menangis di dalam pelukan Pandu, bukan karena rasa sakit yang di perut nya yang membuat Kia menangis, tapi sedih karena ada wanita yang berusah merayu suami nya di depan mata nya sendiri.


" Permisi pak...kami akan segera memproses nona Talita karena sudah menipu Pak Pandu dan membuat laporan palsu, kami mintak dari Pak Pandu untuk melapor kan secara lengkap di kantor polisi nanti" ucap ketua dari salah satu Polisi.


Sementara Talita terus saja berontak minta di lepas, " Lepas kan aku, di sini aku gak salah, aku cuma mau mintak hak ku sama Pandu, kalian para polisi tidak bisa menahan ku,dan kau Pandu tidak bisa menuntut ku karena aku tmembuat mu menyesal karena sudah melapor kan ku, lepas kan aku..lepas kan aku" ucap Talita sambil meronta ronta.


Kia semakin menangis karena mendengar perkataan Talita, karena meminta hak nya pada suami nya karena sudah sengaja megalah kan tander itu pada suami nya, Pandu langsung memeluk erat tubuh Kia, sedang kan Aldi langsung menelpon Widya untuk memeriksa kandungan Kia, karena tadi perut Kia di tekan oleh Talita.


Talita sudah di bawa ke kantor polisi, Pandu langsung menunutun Kia untuk duduk di susul oleh Aldi dan Bima, tapi tiba tiba Kia langsung melepas kan pelukan Pandu dan menjauh dari Pandu.


" Sayang kamu kenapa? kok pelukan Mas di lepas, kamu marah sama Mas soal kejadian tadi" ucap Pandu karena melihat Kia tidak mau dekat dekat dengan nya.


" Sayang jangan diami Mas seperti ini, sumpah Mas gak ada hubungan apa apa sama dia, bahkan Mas merasa jijik dengan nya sayang" sambung Pandu memberi tahu kebenaran nya agar Kia tidak marah pada nya.


Bukan nya mendekat pada Pandu, Kia malah semakin menangis, dan itu membuat Pandu semakin kalut, Aldi dan Bima menjelas kan pada Kia apa yang terjadi sebenar nya, agar Kia tidak salah paham.


" Kia....Pandu benar, dia gak ada hubungan apa apa sama cewek gilak itu, bahkan Pandu begitu jijik melihat nya saat dia masuk ke ruangan Pandu tadi" ucap Bima menjelas kan.


" Iya Kia benar, kamu jangan gini ya, kasian Pandu kamu diami gitu" sambung Aldi agar Kia tidak marah sama Pandu.


Bukan nya diam, Kia malah makin jadi nangis nya, Pandu berusaha memeluk Kia tapi Kia menolak untul di Pandu dan malah berdiri dari sofa.


" Sayang" panggil Pandu dengan tercekat karena Kia tidak mau dekat dengan nya.


" Kia gak mau di peluk sama Mas, bukan karna Kia marah sama Mas" ucap Kia sambil terisak karena tangisan nya.


" Terus kenapa sayang" sahut Pandu.

__ADS_1


" Pakaian yang Mas pakai sekarang bau parfum wanita tadi, Kia gak mau di peluk sama Mas kalau masih bau wanita tadi" ucap Kia sedikit terisak.


Pandu, Aldi dan Bima saling pandang, kemudian mengeluar kan nafas mereka secera bersama, mereka mengira Kia marah sama Pandu karena kejadian tadi, ternyata karena Kia tidak mau di peluk Pandu karena aroma dari wanita tadi masih menempel di pakaian yang Pandu pakai.


" Oke oke sayang, Mas ganti pakaiam dulu ya, Mas mandi dulu, sebentar sayang" ucap Pandu dan langsung masuk ke kamar rahasia nya yang ada di ruangan nya.


Kia kembali duduk di kursi sambil minum teh yang baru di pesan Aldi untuk Kia agar Kia lebih rileks.


" Di minum teh nya Kia, biar lebih rileks" ucap Aldi.


" Makasih kak" sahut Kia dan langsung meminum teh nya.


Kia masih diam, karena masih mengingat wanita yang memeluk suami nya dan minta di layani oleh suami nya hanya karena sebuah tender yang rela memberi kan tubuh nya pada yang bukan muhkrim nya.


Kia menghela nafas nya dengan kasar, dan tak lama Pandu sudah keluar dari dalam kamar dan langsung duduk di samping Kia, Kia yang melihat suami nya sudah mandi, sudah berganti pakaian dan tidak ada lagi aroma wanita tadi, Kia langsung memeluk tubuh Pandu dengan erat sambil menangis.


Pandu membalas pelukan Kia karena merasa bersalah dengan kejadian tadi.


" Jangan perna khianati Kia Mas hanya karena tander atau apa pun, Kia gak sanggup melihat Mas bersama wanita lain" sahut Kia masih berada di dalam dekapan Pandu.


" Tidak ada wanita yang bisa ganti kan posisi kamu sayang, siapa pun itu, kita selalu bersama sampai ahkir hayat kita" ucap Pandu.


Kia yang mendengar perkataan Pandu dan langsung menguat kan pelukan nya karena merasa nyaman di peluk suami nya.


Aldi dan Bima tersenyum ahkir Kia tidak marah sama Pandh karena kejadian tadi.


Tiba tiba Terdengar suara ketukan pintu dari luar, " Masuk" ucap Pandu.


" Assalamualaikum semua" sapa Widya yang baru masuk ke dalam ruangan Pandu.


Aldi yang melihat calon istri nya sudah datang langsung beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Widya.


" Walaikumsalam" ucap semua yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


" Maaf kak agak lama, tadi lumayan macet di jalan" ucap Widya ketika Aldi sudah berada di hadapan nya.


" Iya gak apa apa, yasudah kamu periksa dulu kandungan Kia ya, soal nya tadi kencang banget teriakan Kia saat di tekan sama wanita tadi" ucap Aldi dan langsunh di angguki Widya.


" Ndu sebaik nya kita periksa Kia sekarang, biar kita tahu bayi yang ada di kandungan Kia tidak kenapa napa" ucap Aldi dan di angguki Pandu.


" Sayang ayo kita periksa di dalam" ajak Pandu.


" Iya Mas" sahut Kia dan beranjak dari sofa.


" Ndu, Al kakak ke kantor polisi dulu ya, ngurus yang tadi" pamit Bima.


" Iya kak, aku gak mau dia keluar dari penjara, walau pun papa nya punya pengacara yang handal, biar di hukum karena kesalahan nya" ucap Pandu dan di angguki Bima.


" Yasudah kakak berangkat dulu, Kia, Wid kakak pergi dulu ya" pamit Bima dan di angguki Kia dan Widya.


Setelah Bima keluar dari ruangan Pandu, Pandu langsung mengajak Kia untuk masuk ke dalam kamar yang ada di ruangan nya.


" Ayo sayang biar kita periksa dulu" ajak Pandu.


" Iya Mas" sahut Kia dan mereka berjalan ke kamar rahasia yang ada di ruangan Pandu.


Sedang kan Aldi menunggu di luar sambil memperbaiki laporan yang benar, setelah di obrak abrik oleh Talita.


Bersambung...


Jangan lupa tinggal kan jejak ya readers ku tercinta, dengab like,komen dan vote yang banyak, plissss 🙏🙏.


Jangan lupa kasih poin yang banyak juga, biar karya author naik rangking nya 😊😊


Terima kasih banyak yang sudah mendukung dan mensupport karya author yang masih jauh dari kata bagus.


Love you more 😊😊

__ADS_1


__ADS_2