
Kia yang baru saja sampai di rumah setelah dari kantor suami nya, mendengar ponsel nya berbunyi, Kia pun langsung melihat siapa yang menghubungi nya.
Saat di lihat Kia yang menelpon adalah Ricki, Kia pun langsung mendeal tombol hijau di layar ponsel nya.
" Assalamualaikum kak" ucap Kia menjawab telpon Ricki.
" Walaikumsalam Kia" sahut Ricki dengan nada yang sedikit cemas.
" Ada apa kak, kenapa suara kakak terdengar cemas" tanya Kia dari sambungan telpon nya.
" Eemm..Ini Kia, Rika sekarang di rumah sakit, dia kecelakaan" sahut Ricki memberi tahu pada Kia.
Kia yang mendengar kalau sahabat nya kecelekaan langsung terkejut.
" Ya allah Rika, trus gimana kondisi Rika sekarang kak" tanya Kia lagi yang sudah begitu khawatir.
" Dia gak apa apa Kia, cuma kepala nya sedikit memar dan berdarah, tapi gak terlalu dalam kok, sekarang dia sudah di pindah kan ke ruang perawatan" sahut Ricki menjelas kan.
" kamu gak usah khawatir, kakak cuma mau memberi tahu saja, lagian kakak juga sudah kabari keluarga nya juga, mungkin sebentar lagi keluarga nya datang" sambung Ricki lagi agar Kia tidak khawatir berlebihan.
" Iya kak, nantik Kia segera kesana ya, kakak temani Rika dulu ya" ucap Kia kemudian memati kan sambungan telpon nya.
Pandu yang baru selesai mandi, melihat Kia yang terlihat khawatir pun langsung menghampiri istri nya.
" Sayang kamu kenapa? siapa yang nelpon tadi? kenapa selesai nelpon kamu jadi terlihat khawatir" tanya Pandu memberondong pada Kia.
" Mas, tadi itu yang telpon kak Ricki, Kak Ricki kasih tau kalau Rika kecelakaan dan sekarang di rawat di rumah sakit" sahut Kia yang terlihat begitu khawatir.
" Mas kita kesana yuk, Kia pengen liat Rika Mas, kasian dia" sambung Kia lagi.
__ADS_1
"Tapi ini uda mau magrib sayang, besok aja ya, Mas antar kamu, sekalian kamu praktek kan besok" ucap Pandu.
" Yauda kalau Mas gak mau antarin Kia, Kia mintak antarin Mang Madi aja, Kia khawatir banget sama Rika Mas" sahut Kia dan langsung bersiap siap untuk ke rumah sakit.
Pandu yang melihat istri nya uda bersiap siap hanya mengeluar kan napas nya kasar, bukan Pandu tidak mau ngantar istri nya ke rumah sakit, tapi karna Pandu tidak mau Kia sampai kecapean dan berpangaruh buruk pada kesehatan istri nya dan calon anak yang ada di kandungan Kia.
" Yauda Mas antar kamu sayang, tapi kita di sana jangan lama lama ya sayang, Mas gak mau kacepan sayang" ucap Pandu menyusul istri nya ke ruang ganti.
" Iya Mas, kita di sana gak lama kok, yang penting Kia ketemu dulu sama Rika" sahut Kia yang sudah selesai bersiap siap.
Pandu dan Kia ke rumah sakit di antar mang Madi, setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit, mobil yang di naiki Pandu dan Kia sampai di depan rumah sakit,mereka langsung turun dan berjalan ke ruang perawatan Rika.
Kia yang sudah sampai di ruangan Rika langsung membuka pintu dengan cemas, begitu pintu terbuka, nampak lha Ricki yang menemani nya di dalam ruangan.
" Rika kamu gak apa apa kan? kenapa bisa terjadi kecelakaan sih? kamu pasti gak hati hati kan bawak mobil nya, kamu gak perna perna kayak gini lho" ucap Kia nyerocos tak henti henti.
"Kenapa pada liatin Kia sih?" ucap Kia lagi.
" sayang kamu bicara nya pelan pelan dong, Rika pun bingung mau jawab yang mana dulu" ucap Pandu menenang kan istri nya.
" Iya Kia, jangan gara gara kamu bicara seperti tadi Rika malah pingsan lagi" ucap Ricki menimpali.
" Yauda mending kalian bicara berdua dulu lha, Mas sama Ricki mau cari makanan dulu ya, kan tadi kamu belum makan malam, setelah sholat kamu langsung cepat cepat ke sini kan" ucap Pandu.
" Iya Mas" sahut Kia.
Pandu dan Ricki pun meninggal kan Kia dan juga di ruang perawatan berdua, setelah suami nya tak nampak lagi, Kia langsung menatap Rika dengan tatapan penuh arti.
" Kata kan Rika, kenapa kamu seperti ini? pasti kamu gak konsen kan saat nyetir" tanya Kia.
__ADS_1
Rika yang di tanya seperti itu oleh Kia hanya menduduk kan kepala nya, Kia yang melihat pun langsung duduk di ranjang sebelah Rika.
" Rika kamu gak usah tutupi kesedihan kamu sendiri, aku tau kamu sedang ada masalah, cerita kan ada apa?" tanya Kia lago dengan lembut.
Rika menangis sambil memeluk Kia, setelah tenang Rika melepas kan pelukan nya dan ingin berbicara pada sahabat nya agar lega.
" Kia....sebenar nya aku uda lama menaruh hati dengan Kak Aldi, tapi aku gak berani bilang ke kamu, dan beberapa hari ini, setiap kita lagi bareng dan bertemu dengan suami kamu dan Kak Aldi, entah kenapa aku melihat ada tatapan cinta di antara Widya dan Kak Aldi, jujur aku gak sanggup melihag nya Kia, apa lagi saat tadi Widya bernyanyi di kafe, entah kenapa aku merasa lagu itu di tujukan untuk kak Aldi" ucap Rika mencerita kan isi hati nya.
Kia hanya diam mendengat kan cerita Rika terlebih dahulu, tanpa mau memotong nya.
" Aku baru kali ini ngerasain yang nama nya jatuh cinta Kia, tapi ternyata cinta aku bertepuk sebelah tangan, dan lelaki yang aku cintai seperti nya mencintai sahabat ku sendiri" sambung Rika lagi yang sudah menangis.
Tanpa Kia dan Rika sadari ternyata Widya mendengar semua ucapan Rika dari balik pintu, yaah..setelah Kia mendapat kabar kalau Rika kecelakaan, Kia memberi tahu pada Widya juga, dan berhubung Widya dan Aldi masih di kafe, jadi setelah sholat magrib, Aldi mengantar Widya ke rumah sakit untuk menjenguk Rika, tapi saat di lobi Aldi bertemu dengan Pandu, al hasil Widya sendiri ke ruangan Rika, dan Aldi ikut gabung bersama dengan Pandu dan Ricki.
Ternyata selama ini Rika mencintai Kak Aldi, ya allah kenapa semua ini terjadi di antar aki dan sahabat ku, apa yang harus aku lakukan, harus kan aku mengikhlas kan Rika dengan Kak Aldi, tapi aku juga mencintai kak Aldi, apa lagi baru saja kak Aldi mengutara kan perasaan nya pada ku dan ingin menghitbah aku menjadi istri nya, ya Allah aku harus apa, gumam Widya yang sudah menetes kan air mata nya.
Widya tidak jadi masuk ke dalam ruangan Rika, Widya memilih untuk masuk ke ruang kerja nya saja, untuk menang kan pikiran nya.
Sementara di ruangan Rika, Rika kembali melanjut kan ucapan nya setelah menangis.
Bersambung....
**Jangan lupa untuk dukung novel author terus ya, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak plisss 🙏🙏
Karna dukungan kalian lha yang buat Author semangat buat nulis nya.
Dan Author ucap kan terimah kasih banyak yang sudah memberi kan vote pada novel Author, semoga kalian semua di berikan rezeki yang melimpah, Aamin.
❤❤❤❤ all buat pembaca Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan**.
__ADS_1