Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 189


__ADS_3

"Seandainya kamu bisa ketemu sama Oma nak, pasti kamu sangat bahagai bisa melihat wajah Oma secara langsung, tapi sayang Oma sudah tidak ada lagi saat kamu lahir nanti" ucap Cahaya pada bayi yang ada di dalam kandungannya.


"Apa pun jenis kelamin kamu nanti, mama mau kamu bersifat rendah hanti seperti Oma dan Opa ya sayang, dan jadilah anak yang bersifat tauladan untuk semua orang" lanjut Cahaya dan tanpa dia sadari seseorang telah memperhatikan dirinya berbicara seorang diri di balkon kamarnya.


Dengan langkah perlahan Raja melangkah mendekati Cahaya yang masih berdiri di balkon kamar mereka, dengan perlahan Raja msmeluk Cahaya dari belakang. Cahaya yang sudah tahu kalau Raja yang memeluknya langsung memegang telapak tangan Raja yang mengelus perut buncit Cahaya.


Dan bertepatan sang bayi yang ada di dalam kandungan Cahaya menendang dan membuat Raja dan Cahaya terkejut saling tatap.


" Anak kita anak yang pintar sayang, dia pasti akan meneruskan sifat Opa dan Oma buyutnya, dan bersifat tegas seperti Opa dan papanya, dan bersifat lemah lembut seperti Oma dan mamanya" ucap Pandu yang di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.


" Gimana di makam tadi Aii? berjalan lancar kan?" tanya Cahaya.


" Eheeemmm, Oma orang baik sayang, saat pemakaman tadi cuaca mendadak mendung, sesuai hati oma yang begitu baik pada semua orang" sahut Raja yang masih memeluk Cahaya dan menhirup aroma tubuh Cahaya.


" Aya bersyukur bisa mengenal dan bisa menjadi cucu mantu Oma, dan bisa mendapat ilmu untuk menjadi istri yang baik buat kamu Aii" ucap Cahaya kembali mengingat saat Oma menasehati Cahaya saat sudah menjadi istri Raja.


"Heemmmm" hanya itu yang keluar dari mulut Raja karena saat ini Raja juga mengingat saat saat dia masih kecil sampai besar yang begitu di manja dan di sayangi oleh Oma.


Raja tidak mau terlihat rapuh di depan sang istri, sehingga dirinya hanya mampu berdehem saja menjawab ucapan Cahaya.


Beda dengan pasangan Cahaya, beda juga dengan pasangan pengantin baru yang saat ini berdiam diri di kamar.


Haikal berusaha membujuk Ratu agar mau makan setelah dirinya pulang dari makam, Haikal mendengar dari bundanya kalau sampai saat ini Ratu belum makam karena masih merasa kehilangan Oma.


Mama Kia sudah berusaha membujuknya saat semua lelaki mengantarkan Oma Dewi ke peristirahatan terahkir, tapi Ratu mengatakan akan makan bersama Haikal saat sudah pulang dari makam, itu sebab nya Bunda Widya langsung mengatakan pada anaknya agar mantunya bisa langsung segera makan.


"Sayang, kakak mohon makan dikit ya, kamu dari semalam belum ada masuk makanan sedikit pun" bujuk Haikal.


" Adek belum lapar Kak, Adek masih gak percaya kalau Oma pergi di saat hari pernikahan kita" ucap Ratu dengan air mata yang sudah mengalir di pipi mulusnya.


" Ini uda jalan yanh di atur Allah sayang, Itu sebabnya Oma mau pernikahan kita di majukan, agar Oma bisa melihat cucunya menikah" jawab Haikal langsung memeluk Ratu agar istrinya itu bisa tenang.

__ADS_1


" Tapi bukan ini kemauan adek kak, dari hari bahagia langsung berubah menjadi berduka, dan Adek gak sanggup untuk merayakan anniversary kita kalau itu nantinya akan mengingatkan dimana hari kepergian Oma" isak Ratu mengatakan pada Haikal.


"Sudahlah sayang, ini sudah jalannya Oma pergi di saat hari bahagia kita, yang terpenting Oma masih melihat kita bersanding di pelaminan kan" ucap Haikal yang tidak di jawab oleh Ratu.


Ratu hanya diam sambil memejamkan matanya di dalam pelukan Haikal, Haikal dengan setia mengelus rambut Ratu yang panjang.


*****


Sudah satu minggu kepergian Oma Dewi, dan semua keluarga Atmaja sudah mengikhlaskan kepergian Oma Dewi.


Kini semua keluarga berkumpul di ruang keluarga, setelah menyelesaikan makan malam mereka.


Baby Hulya yang sudah berusia satu bulan terlihat tersenyum di dalam gendongan Azmi.


Semua tersenyum melihat senyum cantiknya Baby Hulya yang begitu renyah.


" Uhhhhh ponakan om yang cantik, mau yuk om gendong" ucao Andra yang kebetulan duduk di dekat Azmi.


Andra sudah percaya diri kalau baby Hulya mau di gendong dirinya, tapi ternyata Baby Hulya langsung mengalihkan pandangannya dan kembali mengajak Azmi bermain.


Dan sontak membuat Andra langsung berdecak sebal dan pastinya di sambut tawa oleh semua keluarga yang ada di sana.


" Sok banget sih kamu Ul, gak mau Om gendong" ucap Andra.


" Makanya kamu mandi biar Hulya mau di gendong sama kamu, Hulya ini mana mau sama cowok berewok begitu kayak kamu" sahut Ara yang langsung membuat semua yang berada di sana lagi lagi tertawa.


" Sembarangan banget sih kamu kak kalau ngomong, Andra itu gak pernah yang namanya bau badan ya" kesal Andra.


" Lah buktinya Hulya gak mau sama kamu, nih kita coba ya kalau Raja yang mau gendong" ucap Ara fan msnyuruh Raja mengambil alih gendong dari tangan Azmi.


Saat Raja mengulurkan tangannya ke arah Hulya, dengan cepat tangan Hulya menerima uluran tangan Raja dengan senyuman mengembang di bibirnya.

__ADS_1


Lagi-lagi semua orang di sana menertawakan Andra yang melongo melihat Hulya sudah berpindah dalam gendongan Raja dan bermain dengan Cahaya.


" Tuh lihat tu, Hulya mau kan sama Raja. Hulya mah tahu mana cowok yang ganteng sama gak" ucap Ara menjahili adiknya.


" Andra adek kamu loh kak, kejam banget sih bicaranya" sahut Andra memasang wajah kesal.


Tiara sang istri hanya bisa menenangkan Andra dengan elusan di bahunya, Wisnu yang duduk di sebelah Tiara hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat kocaknya keluarga Atmaja.


Dia bersyukur bisa masuk ke dalam keluarga Atmaja. Padahal dulu dirinya sudah membuat kesalahn yang begitu kejam, dan almarhum Oma Dewi yang langsung meyakinkan Keluarga kalau kesalahan bisa di maafkan dan memberikan kesempatan kedua sehingga Tiara bisa di terima menjadi istri dari salah satu keluarga Atmaja.


Saat sedang melamun mengingat kebaikan Oma Dewi, Lamunan Wisnu langsung tersadar saat mendengar suara Andra yang begitu kencang menyambut kedatangan Yusuf dan Arti yang baru saja datang. Dan itu langsung membawa arah mata Wisnu dimana Arti dan Yusuf berada.


Senyuman kecil langsung terlihat dari ujung bibir Wisnu saat melihat Arti dan Yusuf sedang bersalaman pada semua orang tua yang ada di sana.


" Tumben banget kalian datang bareng ke sini? ada sesuatu pasti ni?" tebak Andra yang langsung msmbuat Arti dan Yusuf saling tatap dan tersenyum.


" Iya ada gerangan apa kamu ke sini bareng Arti Suf?" kali ini Raja yang bertanya.


" Yusuf ke sini mau langsung memberi tahu seluruh keluarga Atmaja kalau minggu depan Yusuf mau melamar Arti untuk menjadi istri Yusuf" ucap Yusuf langsung dan di sambut Alhamdulillah oleh seluruh keluarga Atmaja.


" Untuk itu Arti ke sini mau minta pertolongan untuk menjadi keluarga dari pihak Arti karena Arti tidak punya siapa-siapa lagi kecuali Cahaya dan keluarga ini" ucap Arti memberitahu keinginannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Arti tahu semuanya masih dalam masa berkabung karena kepergian Oma Dewi, tapi Arti juga gak tahu mau minta tolong dengan siapa lagi" lanjut Arti yang langsung menundukkan kepalanya.


Cahaya langsung memeluk Arti, " kita semua pasti ada untuk kamu Ar, jangan bicara seperti dong ya kan Ma" ucap Cahaya dan langsung berkata pada mama Kia, dan yang pastinya langsunh di jawab anggukan kepala oleh mama Kia dan yang lainnya.


Kini Semua berbicara mengenai lamaran Arti dan Yusuf, saat sedang serius Wisnu langsung bangkit dan pamit pada semuanya untuk masuk ke dalam kamar tamu diluan, dan itu sukses membuat Tiara menatap aneh melihat kepergian kakaknya.


" Tuh anak kenapa muka uda kayak kolor baru aja, ketat banget" ucap Andra melihat kepergian Wisnu yang juga langsung di lihat oleh Arti ke arah Wisnu yang pergi ke arah kamar tamu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2