Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 77


__ADS_3

Suara Adzan menggema di telinga Kia, dengan perlahan Kia membuka matanya dan melihat suaminya tidur di samping nya sambil memeluk erat pinggang Kia.


Kia mengangkat pelan tangan suami nya yang ada di pinggang nya, dengan perlahan Kia bangkit dari tidur nya dan duduk di tepi tempat tidur, Kia yang ingin berdiri tiba tiba merasa kan kepala sangat pusing.


Kia kembali duduk di tepi tempat tidur, " Kenapa tiba tiba kepala pusing sekali ya" ucap Kia berbicara sendiri.


Dengan perlahan Kia berdiri dan berjalan pelan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan berwudhu untuk melakukan sholat subuh.


Saat Kia sudah di depan pintu kamar mandi, tiba tiba dia merasakan perut nya bergejolak sangat hebat. Dengan cepat Kia berlari masuk ke dalam kamar mandi dan memuntah kan semua yang ada di dalam perut nya.


" Hoeeh...hooeeek...hoeeeek"


Sayup sayup Pandj mendengar istri nya muntah di dalam kamar mandi, Pandu langsung berlari melompat dari atas tempat tidur karena khawatir pada istri nya.


" Sayang kamu kenapa? kok muntah muntah gini?" ucap Pandu yang sudah berada di belakang Kia sambil memijit tengkuk istri nya.


Kia yang melihat kedatangan suaminua hanya diam saja, perut nya masih terasa mual ingin muntah, dengan telaten Pandu terus memijit tengkuk istrinya.


" Pasti kamu masuk angin sayang, karena kamu naik motor tadi malam" sambung Pandu lagi.


Kia yang sudah lemas duduk di atas kloset kamar mandi, Pandu membantu membersih kan mulut Kia, pandu yang melihay wajah istri nya sudah pucat langsung membantu Kia untuk mengambil wudhu.


Mereka sholag berjamaah, selesai sholat Kia duduk di tepi tidur mereka, Kia masih merasa kan pusing dan mual di dalam perut nya.


Kenapa aku merasa pusing dan mual ya? apa jangan jangan?....


Kia melamun memikir kan tentang dirinya karena pusing dan mual mual, Pandu datang menghampiri istri nya karena melihat Kia sedang melamun.


"Sayang kamu kenapa? kita ke dokter saja ya? wajah kamu pucat sekali sayang" ucap Pandu yang menyadar kan lamunan Kia.


" Kia gak kenapa napa kok Mas, tapi..." sahut Kia gantung.


Pandu yang mendengar ucapan istrinya mengantung langsung mengernyit kan kening nya.


" Tapi apa sayang?" tanya Pandu heran.


"Emmm...Mas sebaik nya Mas ke kamar kak Nita ya, mumpung kak Nita semalam menginap di sini, nantik Mas ambil aja barang yang di beri kan sama kak Nita, biar Kia Wa kak nita untuk memberi kan barang yang Kia perlu kan, Kia rasa kak Nita menyimpan barang itu" ucap Kia memberi tahu pada suaminya.


Tapi Pandu semakin heran mendengar perkataan istri nya.

__ADS_1


"Barang apa sayang, apa gak kita beli saja nantik?" tanya Pandu.


" Sudah Mas sebaik nya kamu ke ke kamar kak Nita saja sekarang, Kka sudah mengirim Wa sama kak Nita, dan kak Nita kebetulan menyimpan itu di yas kerja nya, buruan sayang" suruh Kia pada suami nya.


"Baik lha sayang, sebentar ya" sahut Kia dan di jawab anggukan kepala oleh Kia.


Pandu menuruni tangga menuju kamar kakak nya Anita di bawah, setelah sampai di depan pintu, Pandh mengetuk pintu kamar kakak nya.


Took...tok..tok..


Anita yang sudab tau Pandu akan ke kamar nya langsung membuka pintu kamar nya dan langsung memberi kan barang yang sudah di pesan oleh Kia.


" Ini...mudah mudahan sudah ada isi nya" ucap Anita saat memberi kan barang yang di perlu kan Kia ke tangan Pandu.


Pandu yang mendengar perkataan kakak nya menyatukan alis nya.


" Maksud kakak isi apa? dan ini apaan?" tanga Pandu bingung.


" Sudah sebaik nya kamu kembali ke kamar dan berikan itu langsung pada Kia" sahut Anita langsung menutup pintu.


Pandu kembali berjalan ke kamar nya sambil melihat barang yang ada di tangan nya, jujur dia tidak tau kegunaan barang ya g di pegang nya sekarang.


Pandu membuka pintu dan terlihat Kia duduk di tepi ranjang sedang memain kan ponsel nya.


" Ini sayang" Pandu memberikan barang yang sudah di ambil nya di kamar Anita.


Kia mengambil nya dengan tersenyum, " Itu apa sih sayang?" tanya Pandu pe asaran karena tidak tau apa nama barang itu.


" Ini Taspack Mas, emang Mas gak tau?" sahut Kia.


Pandu hanya menggeleng kan kepala nya karna memang tidak mengerti, Kia yang melihat suami nya menggeleng kan kepala nya kembali bertanya.


" Mas juga gak tau kegunaan ini untuk apa?" tanya Kia kembali.


Lagi lagi Pandu hanya menggeleng kan kepala nya saja, karena dia memang benar benar tidak tau sama sekali, Kia yang melihat wajah bingung suaminya hanya tersenyum.


"Sebentar ya sayang, Kia ke kamar mandi dulu" pamit Kia.


" Kamu mau muntah lagi sayang" tanya Pandu katena melihat Kia ingin ke kamar mandi lagi.

__ADS_1


" Tidak Mas..Mas tunggu saja di sini sebentar, nantik Mas juga tau" sahut Kia yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Kia sudah menampung urin nya, dengan perlahan Kia memasuk kan taspack ke dalam cup yang sudah terisi urin nya.


Kia memejam kan mata nya saat ingin melihat hasil nya, perlahan Kia membuka mata nya dan melihat taspack yang di pegang nya menunujuk kan garis dua.


Sangking senang nya Kia menangia di dalam kamar mandi, Pandu yang mendengar Kia menangis langsung masuk ke dalam kamar mandi karena memang tidak di kunci oleh Kia.


" Sayang kamu kenapa?" apa ada yang sakit, ayo kita ke rumah sakit sekarang sayang" ucap Pandh panik dan ingin mengendong tubuh Kia.


Tapi dengan cepat Kia melarang nya, " Kia tidak apa apa Mas, tidak ada yang sakit" sahut Kia dan mengajak suaminya keluar kamar mandi.


Kia duduk di tepi tempat tidur masih berlinang air mata, Pandu duduk di depan Kia dengan berlutut sambil memegang tangan Kia dan mengelus nya.


" sayang" panggil Pandu dengan lembut.


Kia menunjuk kan taspack yang masih di pegang nya pada suaminya, dengan bodoh nya Pandu mengambil taspack itu dan melihat nya dengan bingung.


" Ini apa sayang" tanya Pandu bingung.


" Mas gak tau itu tanda nya apa?" tanya Kia balik.


Pandu kembali menggeleng kan kepala nya tanda tidak menngerti, dengan perlahan Kia kembali mengambil taspack yang ada di tangan suami nya, dan menunjuk kan tanda gari dua di hadapan suami nya.


" Mas lihat garis dua ini" ucap Kia pada suaminya.


Pandu dengan setia melihat apa yang di tunjuk istri nya, Kia yang melihat suami nya masih bingung langsung mengambil tangan Pandh dan meletak kan nya di atas perut nya yang masih rata.


Pandu semakin heran dengan apa yang di lakukan istri nya.


" Tanda garis dua yang ada di taspack itu artinya ada buah cinta kita di dalam perut Kia Mas, ada anak kamu di dalam sini" ucap Kia sambil mengeluar kan air mata bahagia nya.


Pandu yang mendengar kata anak langsung diam mematung, Pandu berfikir kalau ada anak di dalam perut Kia, berarti...


Bersambung....


**Slalu tinggal kan jejak ya dengan Like, Komen dan Vote


dukungan kalian sangat berarti buat Author, biar makin semangat nilis nya.

__ADS_1


Terimah kasih sebanyak banyak nha yang sudah mampir di karya pertama Author**.


__ADS_2