Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 152


__ADS_3

Haikal benar benar bermalam di kamar Ratu, menghirup aroma bantal Ratu membuat Haikal menjadi tidur nyenyak.


Tengah malam Ratu masuk ke kamarnya dan melihat Haikal tidur tanpa selimut dan memeluk boneka beruang yang tentunya pemberian Haikal juga.


Ratu menatap jam yang sudah menujukkan pukul 2 dini hari.


" Heeemmm, coba saja kita sudah halal kak, pasti malam ini kita sudah tidur satu tempat tidur yang sama, dan bukan beruang itu yang kakak peluk, tapi Adek" ucap Ratu dengan wajah sedih.


Ratu mengelus kepala Haikal yang tidur dengan nyenyak nya, berkali kali Ratu mendesah karena Haikal tidak peka akan hubungan dirinya saat ini.


Saat Ratu ingin pergi untuk tidur di kamar lain, Haikal langsung menarik tangan Ratu dan membuat Ratu terkejut dan terjatuh tepat di atas tubuh Haikal.


Mata Ratu membulat saat Haikal memeluk pinggang nya dengan erat.


" Kakak! kakak belum tidur?" tanya Ratu karena terkejut.


Namun Haikal tak menjawab dan semakin erat memeluk tubuh Ratu.


" Kakak jangan gini dong! lepasin Adek" ucap Ratu sambil memberontak.


Haikal dengan cepat langsung menjatuhkan Ratu tepat di sampingnya dan memeluknya seperti guling.


" Kakak" panggil Ratu kembali.


" Diam lah dek! seperti ini dulu sebentar saja" ucap Haikal yang masih menutup matanya dan menghirup aroma Ratu.


Haikal dan Ratu sama sama terdiam membisu beberapa saat, detak jantung mereka sama sama berdetak tak karuan.


" Adek" panggil Haikal dengan suara lembutnya.


" Will you mery me" ucap Haikal.


Deg


Jantung Ratu semakin berdetak cepat, rasanya untuk menarik nafas saja tidak mampu.


Aku gak salah dengar kan? tadi kakak emang bilang ngajak aku nikah kan, tapi apa aku yang salah dengar atau aku halusinasi ya, batin Ratu.


"Barusan kakak bicara apa tadi?" tanya Ratu sedikit menggeser tubuhnya agar dapat melihat wajah Haikal.

__ADS_1


Haikal langsung membuka matanya dan menatap wajah cantik dari kekasih hatinya.


" Bicara apa? kakak gak ada bicara apa pun" ucap Haikal yang langsung bangkit dari atas tempat tidur.


" Tapi tad" ucapan Ratu terpotong.


" Sudah mendingan Adek tidur gih, ini uda sangat malam, makasih ya uda izinin kakak tidur di sini" potong Haikal sambil tersenyum dan berjalan ingin keluar kamar.


"Kakak mau kemana?" tanya Ratu.


"Lanjut tidur sayang, ngantuk banget kakak, besok harus bangun pagi karena ada metiing penting" jawab Haikal kemudian langsung keluar kamar dan menutup pintu kamar Ratu.


Ratu langsung diam dan memikirkan perkataan yang masih mengiang ngiang di kepalanya.


" Apa tadi aku salah dengar ya, atau kakak ngilundur? tapi kedengarannya tadi beneran nyata aku rasa" ucap Ratu bertanya tanya.


Sedangkan Haikal yang masih berdiri di depan pintu kamar Ratu menyandarkan tubuhnya di pintu kamar Ratu.


Maaf kan kakak dek, tapi kakak janji akan membuat kamu bahagia ke depannya, batin Haikal.


*****


Pagi hari semua keluarga Atmaja serapan seperti biasanya nya, Ratu datang ke meja makan yang paling terahkir.


Semua orang yang berada di sana menatap ke arah Ratu dan terkejut melihat Ratu masih memakai baju tidur dan dengan lingkaran mata yang menghitam.


" Sayang kamu tadi malam tidur jam berapa? kenapa matanya sudah begitu mirip dengan mata panda?" tanya mama Kia.


Semua yang ada di meja makan menatap ke arah Ratu sambil menunggu jawaban yang keluar dari mulut Ratu.


Ratu melirik ke arah Haikal yang juga sedang menatap dirinya, dengan menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya dengan pelan.


" Adek tadi malam gak bisa tidur Ma, banyak tugas dari kampus" ucap Ratu sambil meminum susu di hadapannya.


" Jangan terlalu di porsi sayang, papa gak mau kamu sakit gara gara tugas kuliah" ucap papa Pandu menasehati putrinya.


" Iya Pa, papa tenang saja" sahut Ratu sambil tersenyum.


Semua kembali serapan dengan lahap, Raja, Haikal, dan Andra saling melirik karena mereka tahu kenapa Ratu seperti itu, tapi mereka lebih memilih untuk diam saat ini.

__ADS_1


" Ndra jangan lupa besok persiapkan diri kamu untuk acara lamaran kamu, mama tidak mau tahu, kamu siap gak siap harus siap" ucap mama Nita tiba tiba.


Andra langsung menghentikan serapanya, dengan sedikit mendesah, Andra menatap wajah mamanya dengan malas.


"Terserah mama saja" ucap Andra dengan malas.


"Andra uda selesai, Andra pamit ke kantor diluan, masih banyak yang harus Andra siap kan, Assalamu'alaikum" pamit Andra tanpa menyalami orang tua di sana.


" Andra kamu marah sama mama" teriak mama Anita sebelum Andra menjauh.


" Kalau Andra bilang Iya apa mama akan menghentikan perjodohan ini?" ucap Andra dan membuat semua yang ada di sana menegang.


Mama Anita tidak bisa menjawab, Andra yang melihat itu tersenyum culas.


"Tidak bisa kan? itu berarti biar kan Andra seperti ini sampai Andra bisa menerima perjodohan ini" ucap Andra lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Siapa dan Azmi baru saja sampai di kediaman Atmaja, karena tadi malam mereka tidur di rumah orang tua Azmi.


Saat akan masuk rumah, Ara melihat adiknya akan pergi.


" Ndra kamu mau kemana? pagi bener berangkatnya?" tanya Ara.


"Menenangkan hati" jawab Andra tanpa menghentikan langkahnya dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


Ara dan Azmi saling pandang mendengar jawaban adik mereka.


"Menangkan hati? Emang Andra punya hati by, setau Ara Andra punya nya limfa, karena dari dulu gak pernah serius" tanya Ara yang membuat Azmi terkekeh.


" Ya adalah sayang, kalau Andra gak punya hati pasti saat ini dia gak galau seperti tadi" jawab Azmi.


"Ck, pakai acara galau segala tu anak, kayak dia pemeran utama yang lagi di gilak para wanita saja, lebay" ucap Ara yang langsung masuk ke dalam.


Namun lagi lagi Ara menghentikan langkahnya saat melihat wajah Haikal yang tak bersahabat.


" Kamu kenapa kal?" tanya Ara.


"Galau" jawab Haikal yang langsung pergi begitu saja tanpa melihat Ara dan Azmi.


"Ara rasa hari ini hari sakit hati, semua nya pada galau, untuk kita happy happy aja ya kan nak" ucap Ara sambil mengelus perutnya yang buncit.

__ADS_1


Azmi tersenyum melihat kelucuan istrinya, dengan gemas Azmi mencium pipi chubby Ara dan membuat Ara langsung tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya menuju meja makan.


Bersambung.


__ADS_2