
Cahaya menghela nafas karena bayi yang ada di dalam kandungannya masih selamat, namun di detik berikutnya dia langsung teringat oleh suaminya.
" Mas Raja" ucap Cahaya dengan suara bergetar dan membuat mama Kia langsung mendekatinya.
" Sayang ada apa?" tanya mama Kia sambil menggenggam tangan Cahaya.
" Mas Raja mana Ma? tadi Aya mendengar suara tembakan, dan Aya tahu kalau tembakan itu mengarah ke Aya dan mas Raja, kalau Aya di sini baik-baik saja, siapa yang terkena tembakan itu, jangan bilang itu mas Raja Ma" ucap Cahaya sedikit histeris.
" Mas Raja hiks...hiks...hiks" Cahaya begitu histeris dan saat itu pintu kamar terbuka dan muncul lha Raja yang langsung membuat Mama Kia sedikit tenang karena melihat kedatangan anaknya.
" Sayang kamu kenapa?" tanya Raja yang langsung memeluk Cahaya dan membuat Cahaya menatap Raja dengan penuh khawatir dan kembali menangis.
" Aya begitu takut nak saat di lihatnya dia tidak kenapa napa, Aya kira kamu yang terkena tembakan itu" ucap mama Kia menenangkan.
Raja langaung menenangkan Cahaya dengan msmeluk Cahaya dengan erat dan mengusap punggung Cahaya dengan lembut.
__ADS_1
" Mas ada di sini sayang, mas tadi menyelesaikan masalah paman kamu di kantor polisi, biar dia langsung dapat ganjaran yang setimpal sayang" ucap Raja memberitahu.
" Mas lebih baik Aya serahkan saja toko kue itu pada paman, dari pada mereka melakukan segala cara untuk menyakiti kita mas" bujuk Cahaya.
" Susssstttt...tenang sayang,mereka tidak akan mengganggu kita lagi, paman kamu sudah berada di dalam sel, dan bibi kamu tidak akan berani mengganggu kamu karena mas sudah memberikan ultimatum untuknya" sahut Raja yang langsung membuat Cahaya terdiam.
" Benar sayang yanh di katakan suami kamu, jangan serahkan apa yang kamu miliki dari hasil keringat kamu, pasti ada jalannya agar kalian tidak di ganggu oleh mereka lagi" bujuk mama Kia.
Cahaya hanya diam saja. Cahaya masuk ke dalam pelukan Raja kembali untuk mencari ketenangan, sedangkan mama Kia langsung keluar agar anak dan menantunya tidak terganggu dengan adanya dirinya.
Di toko roti, Yusuf baru saja mengantar Arti selesai fitting baju pengantin mereka yang sebentar lagi di adakan.
" Ingat ya Mas, kamu gak boleh ke sini lagi sampai kita menikah, ingat pesan mama kalau itu pamali" tegas Arti yang langsung membuat Yusuf berdecak kesal.
" Kenapa mama di dengarin sih, ini itu uda jamannya modren, mana ada yang begituan" tolak Yusuf tidak terima dengan perkataan Arti kalai dia tidak bertemu sampai acara pernikahan mereka.
__ADS_1
" Sekali tidak boleh ya tidak boleh, nanti Aku balakan tulis di papan dan di letak di depan pintu bertuliskan Yang bernama Yusuf di larang masuk" ucap Arti yang langsung di sambut tawa oleh Yusuf.
" Sebegitunya kamu Ar, Yasudah mas balik ke kantor ya, sampai jumpa minggu depan" pamit Yusuf yang langsung di jawab anggukan dan senyuman manis oleh Arti.
" Jangan rindu ya, berat..biar aku saja yang rindu" ucap Yusuf dengan kekehan.
" Ck, korban sinetron" sahut Arti yang di sambut tawa oleh Yusuf.
Begitu Yusuf melajukan mobilnya, Arti langsung melambaikan tangannya dengan senyuman di bibirnya, saat mobil Yusuf sudah tidak terlihat lagi, dengan semangat Arti langsung masuk ke dalam toko Roti, namun langkah nya terhenti saat ada yang memanggil namanya dan membuat Arti terkejut.
" Kamu" ucap Arti.
Bersambung.
Kira-kira siapa ya yang manggil Arti.
__ADS_1
ada yang bisa nebak.