
Berbeda dengan Haikal dan Ara yang galau karena masalah hati, berbeda dengan Raja. walau pun Cahaya masih menganggap nya teman, tapi itu sudah membuat diri nya tersenyum karena bisa berdekat dengan wanita yang sudah lama ingin ia cari.
Pagi ini Raja tidak memakai mobil kesayanagan, ia hari ini memakai motor sport nya untuk menjemput Aya, Raja begitu senang saat tahu ternyata mereka satu kampus walau pun berbeda fakultas.
Kia yang melihat putra nya tidak memakai mobil langsung bertanya pada anak nya.
" Sayang kenapa naik motor? tumben?" tanya Kia.
" Sekali kali Ma, kasian motor nya kalau gak di kenderai" sahut Raja mengeluar kan motor nya dari garasi khusus motor di kediaman Atmaja.
"Yasudah hati hati ya sayang, jangan ngebut ngebut" ucap Kia yang melihat anak nya sudah mau berangkat.
" Iya Ma, Raja berangkat ya Ma, Assalamualakum" ucap Raja saat sudah mencium tangan Kia dan melaju kan motor nya untuk menjemput Aya.
Andra yang melihat Raja naik motor jelas heran, biasa nya dia malam naik motor karena alasan nya panas, tapi kenapa di cuaca panas kini malah Raja memilih untuk naik motor.
" Tu anak tumben temben nya naik motor Tan?" tanya Andra pada Kia.
" Tante juga gak tau sayang? kamu juga mau naik motor?" tanya Kia pada Andra.
" Iyaa deh, biar bisa nyusul Raja" ucap Andra yang langsung mendapat anggukan kepala oleh Kia, tapi lupa Kia memberikan perintah hati hati pada Andra.
setelah menmepuh perjalanan sekitar 45 menit, Raja sudah tiba di toko kue Cahay, Cahaya memang memberi tahu Raja kalau dia jemput nya di toko kue nya saja, karena Cahaya belum mau Raja mengetahui dimana rumah nya saat ini.
Butuh waktu buat Cahaya untuk memberi tahu rumah nya pada Raja, karena bagi Cahaya Raja masih teman nya, dan selama ini yang tahu rumah Cahaya hanya Artisaja, selebih nya tidak ada yang tahu. teman teman Aya semua nya hanya tahu ruko tempat Aya membuka usaha nya.
Arti yang melihat kedatangan Raja langsung memberi tahu Cahaya yang kebetulan masih fokus kue pada di etalase nya. dia ingin membawa bekal buat Raja karena Raja sudah berbaik hati untuk menjemput nya untuk pergi ke kampus.
" Ya itu pangeran sudah datang jemput" ucap Arti dengan senyuman di wajah nya.
__ADS_1
Cahaya langsung melihat ke luar dan melihat Raja yang suda datang dan duduk di motor sport nya menunggu Cahaya keluar.
" keren banget Ya, macho banget duduk di motor gede gitu, berasa dapat vitamin A setiap hari Ya" ucap Arti yang mendapat kekehan dari Cahaya.
" Apain sih Ar, biasa aja kali" ucap Cahaya yang sudah selesai meletak kan kue yang ia bawa buat Raja.
" Yauda aku pergi dulu ya, jaga toko dengan baik" pamit Cahaya pada Arti.
" Beres bos" sahut Arti yang dihadiah kan senyuman manis dari bibir Cahaya.
Arti memperhatikan Raja dan Cahaya dari dalam toko kue, ada kebahagian dari diri Arti melihat sahabat nya bisa tertawa begitu lepas sekarang, Arti berharap semoga Raja adalah jodoh nya Cahaya, setelah kesedihan selalu menimpa Cahaya setelah kepergian orang tua nya empat tahun lalu.
Diri nya yang masih selalu di datangi oleh tante nya yang sudah membunuh kedua orang tua nya, yang jelas jelas untuk merebut toko kue yang sudah semakin besar di buat Cahaya.
" Maaf lama ya nunggu nya Ja" ucap Cahaya saat sudah sampai dihadapan Raja.
" Ja kenapa bengong, jadi pergi nya?" tanya Cahaya yang mengaget kan Raja dan langsungtersenyum pada Cahaya.
" Ayo" ajak Raja.
Cahaya pun langsung naik ke atas motor dan memegang pundak Raja, Raja dengan perlahan menghidup kan motor nya dan menjalan kan nya dengan pelan.
Raja gak mau melaju kan motor cepat cepat, karena dia ingin menikmati kebersamaan nya dengan Cahaya lebih lama.
Di jalan Raja dan Cahaya tertawa begitu lepas karena bercerita melihat kelucuan melihat jalanan, saat memasuki lampu merah, motor sport Raja berhenti tepat d sebelah mobil Tiara dan kakak nya.
Tiara tak sengaja melihat Raja yang berboncengan dengan Cahaya, membuat wajah nya langsung murung, takterasa air mata nya langsung menetes begitu saja.
Dia pun langsung menghapus air mata nya karena tidak mau kakak nya smapai tau, Wisnu sang kakak yang melihat adik nya menangis pun langsung mengerat kan tangan nya pada setir mobil nya.
__ADS_1
Akan aku balas air mata adik ku Ja, aku gak rela kalau adik ku selalu menderita seperti ini, batin Wisnu menatap adik nya iba.
Tiara terus menadangi Raja dan cahaya walau pun motor nya sudah jauh meninggal kan mobil yang di kenderai Wisnu.
" Jangan sedih Tiara, kakak akan balas sakit hati mu pada wanita itu" ucap Wisnu yang berhasil membuat Tiara menatap kakak nya.
" Jangan kak, mereka tidak salah, Tiara saja yang terlalu mencintai Raja, padahal Raja sudah bilang kalau dia tidak bisa membalas perasaan nya pada Tiara" ucap Tiara melarang kakak nya untuk berbuat sesuatu pada Raja mau pun wanita yang bersama Raja.
" Terus kamu mau sakit hati setiap hari melihat Raja bersama wanita itu" ucap Wisnu senagja memanas manasi Tiara.
" Tidak kak, tapi aku berusaha melupakan Raja kak, karena Raja tidak di takdir kan untuk Tiara" ucap Tiara menatap ke depan dengan tatapan kosong.
" Jadi wanita jangan bodoh Tiara, kamu harus membalas sakit hati mu pada Raja dan wanita itu, dan kakaksiap untuk membantu mu" ucap Wisnu menatap adik nya sesaat setelah itu fokus ke jalanan.
" Aku tidak mau kak, melihat Raja behagia itu sudah cukup buat ku, dan aku gak mau merusak kebahagian dia" sahut Tiara yang tidak suka dengan perkataan kakak nya.
" Tiara gak mau kakak macem macem ya, awas saja kalau Tiara dengar kakak berbuat sesuatu pada Raja" ucap Tiara mengancam Wisnu.
Wisnu menarik nafas nya dalam saat mendengar ucapan adik nya, dia memang sayang sama adik nya, tapi dia tidak tega yang melihat Tiara menangis setiap malam hanya karena Raja yang tidak pernah melirik nya sama sekali.
Mungkin aku tidak menyakiti Raja dek, tapi aku akan berusaha merebut wanita yang bersama Raja saat ini, batin Wisnu menatap adik nya sekilas.
Tiara sendiri menatap foto Raja yang di jadi kan walpeper di layar ponsel nya, Tiara mendapat kan foto Raja dengan mengambil nya diam diam saat di perputakaan.
Aku bahagia kalau kamu bahagia Ja, batin Tiara menatap ponsel nya.
Bersambung.
__ADS_1