
Satu minggu kemudian
Saat ini Cahaya sedang berada di rumah sakit untuk melakukan chek up, sebenarnya Cahaya sedikit curiga, karena ia melihat kalau kakak iparnya sama sama hamil tidak seperti dirinya yang harus chek up seminggu sekali seperti yang di katakan suamiya Raja.
Saat sedang menunggu dokter yang akan memeriksa Cahaya, Cahaya menatap wajah suaminya yang sedikit tegang, Raja sebenarnya menghkawatirkan kalau Cahaya akan mengetahui keadaan kandungannya saat di periksa nanti, itu lah kenapa wjah Raja saat ini menjadi sedikit tegang.
"Aii kenapa?" tanya Cahaya menyentuh tangan Raja dengan lembut.
Raja tersenyum kemudian mengambil tangan Aya dan mencium nya, " Tidak apa apa sayang, Aii cuma kurang nyaman saja di sini" jawab Raja dusta.
Tak lama Dokter yang akan meriksa Cahaya masuk, dengan tersenyum dokter tersebut menyapa Cahaya dan Raja.
" Selamat datang kembali, maaf menunggu lama, tadi saya baru selesai menolong ibu yang sedang melahirkan" ucap sang dokter dengan ramah.
Cahaya tersenyum mendengarnya, sedangkan Raja hanya diam saja tanpa ekspresi, wajahnya datar saja seperti jalan tol.
" Mari nona silahkan naik, biar kita periksa" ajak dokter menyuruh Cahaya untuk naik ke atas tempat tidur.
Cahaya langsung berjalan pelahan dan langsung naik ke ats tempat tidur di bantu oleh Raja, Raja terus memegang tangan Cahaya dengan erat, Cahaya yang terus menatap wajah Raa yang semakin menegang langsung mengelus tangan Raja yang sedang menggenggam tangannya.
"Jangan tegang gitu Aii" ucap Cahaya yang langsung membuat Raja tersenyum singkat.
Dokter dengan perlahan memeriksa kandungan Cahaya, di lihatnya dengan teliti, begitu juga dengan Raja, namun Raja sama sekali tidak mengerti apa yang ada di layar komputer yang ada di hadapannya itu.
" Ini bayi Tuan dan Nona, besarnya masih seperti kacang hijau, usia kandungannya memasuki 6 minggu, dan ini suara detak jantungnya" ucap sang dokter membunyikan suara detak jantung calon bayi Cahaya dan Raja.
__ADS_1
Cahaya terharu mendengar suara detak jantung anaknya, begitu juga dengan Raja, ia tersenyum sambil mencium kening Cahaya, sang dokter yang melihat hanya bisa tersenyum.
" Tidak ada masalah apa apa kan dokter?" tanya Raja yang membuat Cahaya langsung mengerut kan keningnya.
" Tidak Tuan, bayinya sehat" jawab sang dokter tersenyum ke arah Raja dan Cahaya.
" Alhamdulilah" ucap Raja dan Cahaya bersamaan.
Setelah sudah selesai di periksa, Raja mengantar Aya masuk ke mobil terlebih dahulu, agar Cahaya lebih merasa nyaman, setelah itu Raja masuk kembali untuk mengambil vitamin yang sudah di resep untuk istrinya, namun sebelum itu dokter yang memeriksa kandungan Cahaya tadi langsung menemui Raja di loby hotel.
" Tuan, saat ini perkembangan janin yang ada di kandungan Nona Cahaya hanya menambat beratnya sekitar 0,75 gram saja, minggu depan kita harus segera memeriksa nya kembali, dan satu lagi tuan, tolong rutin kan nona Cahaya untuk meminum susu ibu hamil satu hari tiga kali dan buah dan makanan yang bisa mendongkrak berat janin yang ada di kandung Nona Cahaya" ucap sang dokter.
Raja hanya mampu menutup matanya mendengar perkataan dokter, Ia hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala saja, setelah itu ia kembali melanjutkan langahnya setelah mengetahui kehamilan istrinya.
Cahaya yang tanpa sengaja melihat suaminya berbicara begitu serius dengan dokter yang memeriksanya tadi merasa sedikit curiga.
" Maaf sayang, lama ya nunggunya" ucap Raja.
" Gak kok Aii" jawab Cahaya yang masih menatap wajah Raja.
Raja yang masih terus di tatap oleh istrinya pun langsung melihat Cahaya kembali.
" Ada apa sayang?" tanya Raja.
Cahaya tersenyum dan langsung menggelengkan kepalanya, Ia langsung melihat melihat kedepan dengan sedikit berfikir.
__ADS_1
Aku yakin ada yang di sembunyikan Aii, melihat raut wajahnya yang seperti ini, dan melihat mimik wajah dokter tadi saat berbicara dengan Aii, batin Cahaya yang sesekali melirik Raja yang sedang menyetir dengan fokus.
" Aii Aya pengen makan nasi padang" ucap Cahaya tiba tiba.
"Boleh sayang, kita langsung kesana ya" jawab Raja sambil mengambil tangan Aya dan menciumnya.
" Di bungkus saja Aii, Aya boleh ya ikut ke kantor, di rumah Aya bosen" ucap Aya lagi dengan wajah memohon.
Raja menatap wajah Cahaya yang menurutnya begitu gemas di matanya, " Iya boleh sayang, tapi nanti di sana gak boleh lasak ya" sahut Raja yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.
Entah kenapa hari ini Cahaya ingin sekali terus bersama sang suami, mungkin pengaruh dari hormon kehamilannya ini.
Nasi padang sudah di dapat kan, dan saat ini mereka sudah berada di gedung kantor Atmaha group, Raja dengan romantisnya memeluk pinggang Cahaya, untuk masuk ke dalam kantor, dan seluruh karyawan yang melihatnya pun begitu kagum dengan kecantikan dan ketampanan bos mereka.
Setelah sampai di ruangan Raja, Cahaya langsung memakan nasi padangnya dengan lahap, Raja yang melihatnya hanya bisa tersenyum, Raja pun kembali melanjutkan pekerjaan sedang kan Cahaya asik dengan makan nasi padangnya.
Seelah selesai makan, Cahaya melihat suaminya yang sedang fokus bekerja, dengan perlahan Cahaya mendekati Raja dan memeluk Raja dari belakang.
" Kenapa sayang?" tanya Raja menatap wajah Cahaya.
" Gak apa apa Aii, pengen peluk aja" jawab Cahaya.
Raja langsung menarik Cahaya dan mendudukkan nya di atas pangkuannya, di tatapnya wajah cantik Cahaya, " Istri Aii makin hari makin cantik saja ya, jadi pengen di kurung aja di kamar" ucap Raja yang langsung dapat cubitan oleh Cahaya di hidung Raja.
"Jangan di kurung dong Aii, bisa jamuran akunya" sahut Cahaya dengan dan di sambut kekehan oleh raja.
__ADS_1
Raja sebenarnya ingin sekali mencium bibir pink Cahaya di depannya, tapi Raja sebisa mungkin menahanya, karena Raja tahu untuk saat ini Raja harus menahan hasratnya karena Cahaya belum bisa di sentuh untuk saat ini, ia tidak mau menyakiti calon anak yang ada di kandungan istrinya.
Bersambung.